Reset

Reset

Sedih banget udah lama blogku nganggur sia-sia dan gak produktif ngeluarin konten. Sempat berkali-kali mikir, apa berhenti aja ngeblog ya. Sayang juga bayar domain dan hostingnya terus tapi gak maksimal dipakenya.

Terus janji-janji manis buat start over lagi untuk serius ngeblog juga udah berkali-kali aku bilang ya. Tapi kenyataannya masih stuck, masih ngandelin mood, masih prioritasin leha-leha nontonin gadget di kasur.

Yang baca blogku juga nurun drastis, kemungkinan besar dan tentu saja dikarenakan aku pun udah gak ‘menghasilkan’ konten-konten secara rutin lagi ya.

Penasaran banget sebenarnya, ada gak sih yang masih baca blogku? wkwkwk

Tapi kalo mikir mau berhenti, aku pun masih gak mau, kok rasanya masih bisa ngumpulin niat lagi, belum di fase benar-benar pengen give up 100%.

Maka dari itu, dengan segala upaya, aku memutuskan hari ini akan menulis lagi.

Aku cukup sering ngerasa kalau sedang gagal memenuhi target hidupku, salah satunya ketika aku sedang berniat untuk memperbaiki habits, dan beberapa kali gagal dan ngulang lagi, sempat ketika menghadapi situasi berkali-kali seperti ini, aku merasa mulai pesimis.

Tapi seiring waktu aku mempelajari dan mengenal diriku dan fitrahku sendiri sebagai manusia. Rasanya mustahil kita ada di grafik terus naik secara stabil dan konsisten. Rasanya lumrah jika itu bergejolak dan naik turun. Dan pada masanya kita sadar kalau grafiknya sudah jatuh menurun cukup ekstrem, sepertinya itu memang waktunya kita untuk reset ulang. Kemungkinan besar sebabnya adalah karena kita sudah mulai lupa dan teralihkan, iya serius lupa, karena pikiran sudah tertimbun dengan berbagai peristiwa dan informasi-informasi baru, jadi kita sulit mensortir kembali apa yang menjadi tujuan kita sebelumnya.

Di tahap reset ini, sangat mungkin juga beberapa hal bisa berubah, ntah itu target, tujuan, niat, cara, apapun. Jadi saya pun sadar, gak papa kok beberapa lama sekali kita mereset diri, mungkin itu bisa menjadi media kita untuk refleksi diri juga, mengenai progress sejauh ini.

Walaupun tahun 2021 sudah berjalan 7 bulan lamanya, tapi beberapa waktu ini, pikiran dan perasaan saya, juga situasi yang saya jalani belakangan ini menuntut saya untuk berpikir ulang tentang cara saya menjalani hidup.

Karena rupanya saya terlalu banyak menaruh beban tidak penting pada pikiran, perasaan, dan pundak saya sendiri, sehingga saya tidak punya energi untuk melakukan dan memikirkan hal-hal yang seharunya menjadi prioritas dan hal yang jauh lebih penting untuk saya.

Kalau boleh menarik tema, mungkin tema yang cocok untuk lifestyle yang ingin saya jalani kedepannya adalah essential, minimalist. Entah itu dari segi pikiran, perasaan, atau gaya hidup saya secara general, saya ingin sekali apa yang saya lakukan di kehidupan saya saat ini saya pusatkan pada hal-hal yang menurut saya penting saja. Sehingga saya bisa menyisakan lebih banyak energi untuk melakukan hal-hal lain yang produktif dan bermanfaat.

Saya sudah terlalu banyak overthinking berbagai hal secara berlebihan. Saya sudah terlalu banyak menumpuk barang yang saya beli tanpa pikir panjang. Saya terlalu banyak menyianyiakan kesempatan bertemu dan bercengkerama dengan teman dan keluarga karena saya kehabisan energi menaruhnya pada mood saya yang uring-uringan perihal pekerjaan yang sedang bejibun.

Saya sudah menaruh banyak beban di kepala saya belakangan ini.

Maka dari itu, setiap aspek di hidup saya mulai saat ini, saya upayakan untuk memfilternya secara langsung dari awal supaya tidak berlarut-larut meraup energi saya terlalu jauh.

Dan semoga dengan itu, blog ini bisa aktif kembali, ketika saya sudah mampu untuk mengalokasikan energi saya pada tempat-tempatnya secara maksimal.

 

Related Post

4 Replies to “Reset”

  1. aku tau blog kk sejak 2019 dan selalu nungguin blog terbaru kk, kalo belum ada update an biasanya aku baca ulang blog kk yg dulu” gaada bosen”nya hehe.. rasanya tu tulisan kk bisa buat recharge energi aku lagi saat lgi down. makasii ya kak 🙂 semoga selalu sehat dan semangaat menulis blognya

  2. Hi kak, sebenernya aku udah ngikutin blog kakak dari jaman semester akhir kuliah tahun 2018 an. Waduh jangan berhenti ngeblog dong kak, tulisan kakak kadang tu aku cari kalo lagi negatif banget isi pikiran. Sedihh aja gitu sekarang blog tulisan gini makin jarang, walaupun aku pribadi juga susah banget luangin waktu buat baca-baca. Tulisan kakak tu nyalurin energi positif buat aku yang tempramental 🙂 bakal tetep ngikutin tulisan-tulisan kakak yang lainnya karena itu jangan berhenti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.