sunscreen-aman-768x1024

My Non-Toxic Sunscreen Guideline

Beauty HEALTH

Apakah Anda pernah mendengar bahwa umumnya beberapa produk sunscreen yang dijual di pasaran mengandung senyawa kimia berbahaya yang kelihatannya aman digunakan? Saya mengatakan bahwa produk sunscreen tersebut kelihatan aman digunakan karena memang efeknya tidak terjadi dan terasa secara langsung setelah penggunaannya dalam beberapa kali pakai, namun mungkin akan menimbulkan efek samping, seperti kanker dalam beberapa tahun ke depan ketika kandungan tersebut sudah terakumulasi di dalam tubuh. Maka dari itu, saya mencoba memaparkan sedikit mengenai seluk beluk sunscreen atau sunblock pada post kali ini sehingga memberikan kesadaran pada banyak orang untuk lebih teliti dalam membeli produk perlindungan dari sinar matahari.

Tapi sebelumnya, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengenai perbedaan antara sunscreen dan sunblock karena kebanyakan orang menganggap kedua hal ini cenderung sama. Nyatanya kedua produk ini berbeda walaupun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama untuk melindungi kulit dari sinar UV. Sunscreen atau sering disebut sebagai tabir surya berfungsi untuk menyaring sinar UV yang sampai ke kulit, hal ini menyebabkan masih ada kemungkinan adanya sinar UV yang terserap kulit walaupun sebagian lagi terhalang oleh lapisan kulit yang telah diolesi sunscreen. Maka dari itu, sunscreen tidak dapat menjamin 100% pemakainya terhindar dari risiko kanker kulit, biasanya sunscreen digunakan untuk menghindari sunburn atau kulit yang terbakar sinar matahari. Teksturnya pun ketika dipakai lebih tipis dan tidak terlalu kentara terlihat ketika dipakai.

Sedangkan sunblock memiliki proteksi yang lebih tinggi kepada kulit ketika dipakai. Seperti katanya, “block”, pemakaian sunblock memang berfungsi untuk memblocking masuknya sinar matahari ke kulit. Ketika kita menggunakan sunblock biasanya akan tampak lapisan putih ketika kita memakainya, karena sunblock teksturnya tidak terserap kulit, melainkan membangun lapisan baru di atas kulit sehingga menghalangi kulit dari sinar UV berbahaya. Maka dari itu, proteksi kulit dengan pemakaian sunblock akan lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan sunscreen biasa.

Setelah mengetahui perbedaan antara sunscreen dan sunblock, lantas bagaimana dengan kandungan yang ada di dalamnya? Apakah cukup aman untuk digunakan sehari-hari?

Say Yes to SPF 15-50, Say No to SPF above 50

SPF atau Sun Protection Factor menentukan seberapa lama kulit Anda mampu bertoleransi dengan sinar matahari tanpa menembulkan efek sunburn. Jika Anda menggunakan SPF 15, tingkat proteksi kulit Anda adalah sampai 15×10 menit = 150 menit, jika Anda menggunakan SPF 30, berarti proteksi Anda selama 30×10 menit = 300 menit. Semakin tinggi SPF tidak menentukan tingkat proteksi yang lebih baik, namun hanya menetukan seberapa lama SPF itu bekerja pada kulit, jika Anda menggunakan SPF yang rendah, maka Anda harus lebih sering mengoleskannya kembali ke permukaan kulit Anda, apalagi jika kulit Anda berkeringat dan terbasuh air.

Namun teori dan kenyataannya berbanding terbalik ketika Anda menggunakan produk ber-SPF diatas 50, faktanya SPF di atas 50 memerlukan bahan kimia tambahan yang konsentrasinya lebih tinggi daripada sunscreen ber-SPF lebih rendah, bahan kimia ini nantinya dapat menembus kulit dan meningkatkan risiko buruk kesehatan, berupa reaksi alergi, kerusakan jaringan, dan kekacauan hormon tubuh.

UVA, UVB, Broad Spectrum

Sinar UVA merupakan faktor terjadinya penuaan atau aging pada kulit, sedangkan UVB sendiri penyebab terjadinya sunburn atau kulit yang terbakar karena paparan sinar matahari berlebih. Sedangkan jika produk sunscreen atau sunblock yang Anda gunakan bertuliskan broad spectrum, maka mengindikasikan bahwa produk tersebut dapat melindungi Anda dari kedua sinar UV tersebut. Ada baiknya Anda memilih menggunakan produk yang berlabel broad spectrum untuk mengantisipasi efek buruk dari UVA dan UVB sekaligus.

Say No to Vitamin A, Retynil Palmitate, Oxybenzone

Retynil Palmitate adalah vitamin A sintentis yang sering digunakan dalam produk kosmetik, sunscreen, atau sunblock yang berfungsi untuk menghindari kerusakan kulit dari paparan sinar matahari. Namun penggunaan vitamin A di kulit secara langsung bukan dikonsumsi dalam bentuk makanan, seperti retinol dan retynil palmitate, masih menjadi kontroversi di kalangan peneliti karena bahan ini salah satunya dapat bersifat karsinogen atau memicu kanker, selain itu juga dapat menimbulkan efek kemandulan dan merusak DNA tubuh.

Oxybenzone sendiri sering dipakai oleh produsen kosmetik dalan sunblock dan sunscreen untuk menghalangi UVB dan UVA sampai ke kulit. Namun kenyataannya, ketika oxybenzone berbaur dengan sinar matahari, maka akan berekasi negatif dan meningkatkan risiko munculnya kanker. Biasanya produsen yang bijaksana akan mensubstitusi fungsi oxybenzone ini dengan alternatif pilihan lain yang lebih aman, yaitu menggunakan Avobenzone. Untuk itu, berusalah teliti dan mau membaca label kandungan dari setiap produk sunscreen atau sunblock yang ingin Anda gunakan.

Zinc Oxide or Titanium Dioxide

Ketika Anda menemukan sunscreen atau sunblock yang memiliki kandungan nano zinc oxide atau nano titanium dioxide, maka jangan membelinya! Partikel ini sangat mudah terserap tubuh dan masuk ke peredaran darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Pilihlah produk yang mengandung bahan Zinc Oxide atau Titanium Dioxide tanpa embel-embel nano. Mungkin penggunaan sunscreen yang mengandung kedua bahan ini menyebabkan sunscreen yang Anda pakai susah dibaur dan terserap kulit, sehingga menimbulkan efek putih di wajah, namun lapisan putih yang terbentuk di atas kulit ini dapat melindungi Anda dari dampak buruk sinar matahari tanpa menimbulkan efek samping pada tubuh.

Berusahalah untuk lebih peduli dengan berbagai produk yang Anda pakai, salah satunya dengan membaca label kandungan terlebih dahulu dan menghindari kandungan berbahaya yang sering kali digunakan dalam produk perawatan kulit. Anda bisa menjadikan aplikasi EWG’s Healthy Living sebagai patokan dalam membeli produk-produk kecantikan dan perawatan yang aman untuk tubuh dan lingkungan.

3 thoughts on “My Non-Toxic Sunscreen Guideline”

  1. kak tau merk sunscreen apa aja yg aman dan kandungannya zinc oxide nggak? soalnya aku belom nemu produk drugstrore indo yg oke. thanks infonya.

    1. Halo hani..aku sendiri sebenarnya belum ketemu yg merek lokal sih..tapi setauku yang dari merk biore itu kandungannya zinc oxide..walaupun itu produk jepang..tapi mudah didapatkan di guardian atau watson. Semoga membantu.

  2. saya mau tanya, ada rekomendasi PHYSYCAL sunscreen/block yang NON paraben + non bahan kimia lain yg berbahaya ( oxybenzon, octinoxate, retinyl, homosalate, octorylene) dan yang mengandung TITANIUM DIOXIDE dan ZINC OXIDE kisaran SPF 15-30 PA+++. trimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.