Untuk Kita Semua yang Sedang Berproses Untuk Merubah Diri

Personal

Umur saya sudah 22 tahun di tahun 2017 ini dan saya pikir sudah sangat wajar jika saya mulai menggambarkan keinginan saya dalam kehidupan beberapa tahun kedepan.

Saya tidak ingin terlalu muluk tapi juga tak munafik mengatakan bahwa saya ingin kehidupan saya di masa mendatang penuh dengan kebahagiaan. Saya bisa menikmati pekerjaan saya, memiliki sebuah rumah tangga yang solid, pertemanan yang sehat, lingkungan yang positif, dan mental yang kuat menghadapi berbagai masalah-masalah kehidupan.

Saya juga tidak berusaha mencitrakan diri bahwa saya sudah mengerti segala hal tentang konsep hidup ini. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang belum saya tau jawabannya, masih banyak hal yang membuat saya bingung harus memilih keputusan yang mana, dan masih banyak praduga-praduga yang sering timbul dalam pikiran saya terkait tingkah laku dan cara berpikir orang lain.

Karena hal itu, tak jarang saya secara sadar dan tidak sadar melakukan kesalahan, kesalahan yang merugikan saya karena salah mengambil keputusan, kesalahan yang membuat teman saya menjauh, dan berbagai kesalahan lainnya yang membuat saya gagal mendapatkan apa yang saya inginkan. Seringkali saya melakukan kesalahan, padahal saya sudah tau teorinya dan sadar betul bahwa itu salah, lantas saat teman saya menasehati saya, akhirnya saya menyesal berkata dan melakukan hal tersebut. Terkadang refleks memang berujung pada kesalahan dan semua itu berawal dari akar yang belum kuat, karakter baik yang belum tertanam dengan kuat di dasar. Memang hal yang kita lakukan secara refleks seringkali menggambarkan karakter kita yang sesungguhnya. Namun jangan sampai kita juga menampik diri bahwa di satu sisi beberapa orang juga sedang berusaha mengubah karakternya yang buruk, dan wajar sekali jika mereka melakukan kesalahan-kesalahan sampai beberapa kali, karena berubah itu sangat sulit.

Tapi, semakin kesini, mental saya semakin terbentuk. Jika dulu saat dihadapkan pada kondisi sulit, saya akan mudah marah secara langsung tanpa pikir dua kali. Namun sekarang, saya bisa sedikit menjernihkan pikiran saya terlebih dahulu dengan memikirkan efek yang didapat dengan saya emosi kepada diri saya, teman, atau lingkungan saya. Memang tidak selalu berhasil, kadang saat pikiran saya sedang kalut, saya akan dengan sangat mudah mendiamkan orang lain yang tidak bersalah dan memasang wajah tak bersahabat yang membuat orang lain tidak nyaman. Dan pada akhirnya saya akan menyesal karena melakukannya. Tapi di satu sisi saya juga sadar, peningkatan karakter saya yang sekarang sedikit banyak membuat saya bersyukur karena setidaknya tidak ada persamaan persis antara saya yang dulu dan sekarang, karena mengubah karakter itu sangat sulit. Mengubah karakter yang sudah ada selama dua puluh tahun dan diubah hanya dalam kurun waktu dua tahun bukan hal yang mudah.

Saya dengan sangat jujur mengatakan bahwa saya ingin menjadi orang yang baik dan pastinya semua orang juga berkeinginan yang sama. Maka terkadang saya juga menghargai mereka yang ingin berubah, terkadang mereka berbuat salah sadar atau tidak sadar, dan saya bisa menduga bahwa setelah itu ia akan menyesal melakukannya, karena saya juga di posisi yang sama, merubah karakter bukan hal yang bisa dilakukan satu atau dua tahun. Maka pada saat itu saya berusaha tidak mengambil hati jika ia berbuat salah, itu salah bentuk doa saya agar setiap orang juga melakukan hal yang sama terhadap saya ketika saya melakukan kesalahan, tidak langsung menghakimi saya, karena saya juga sedang dalam proses merubah diri, terkadang apa yang kita lakukan terhadap orang lain merupakan cerminan apa yang akan orang lain lakukan terhadap kita. Itu yang selalu saya tanamkan dalam pikiran saya.

Saya berusaha berubah juga bukan tanpa alasan yang kuat. Salah satu alasannya adalah karena saya adalah calon ibu. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, karakter tidak bisa diubah hanya dalam waktu singkat, butuh waktu merenungi kesalahan, memahami apa yang salah, dan berusaha terus menerus untuk memperbaiki apa yang salah. Sebagai calon seorang ibu, saya tidak mungkin berharap kelak anak saya akan memiliki sifat buruk yang sama dengan saya. Karena itu saya harus berubah dari sekarang, saya ingin anak saya menjadi anak yang penyayang, memiliki hati yang lembut, dan mental yang kuat. Semua itu seharusnya berawal dari orang tuanya. Saya sadar, kehidupan itu tidak akan lama lagi, umur saya sudah 22 tahun, saya tidak mau melihat cerminan masa lalu saya kepada anak saya nantinya.

Semoga sharing kali ini bermanfaat. Selamat merubah diri teman-teman ๐Ÿ™‚

1 thought on “Untuk Kita Semua yang Sedang Berproses Untuk Merubah Diri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.