Juice or Smoothie : Which One Is Healthier For Us?

HEALTH

Mempunyai rutinitas yang sibuk terkadang membuat seseorang sulit dalam mengontrol makanan yang dikonsumsi dengan tepat, terlebih bagi mereka yang berniat untuk menjalani pola hidup sehat. Hal ini menjadi tantangan sendiri ketika waktu yang ada tidak cukup untuk menyiapkan makanan secara benar, tidak banyak yang akhirnya lari dengan memilih junk food karena mudah didapat dan cepat dalam penyajiannya, kita hanya perlu menelpon layanan servis franchise terdekat, lalu mereka akan mengantarnya segera kepada kita.

Namun tentunya kita tidak ingin terus menerus mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan penyedap bukan? Ada baiknya kita menyiapkan makanan sendiri yang mudah, praktis, dan cepat dalam pembuatannya serta tentunya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Salah satu pilihan orang-orang adalah dengan membuat juice dan smoothie.

Lalu apa perbedaan antara juice dan smoothie?

Juice merupakan cairan murni  yang dihasilkan dari ekstrak buah atau sayuran. Sari-sari buah/sayuran tersebut nantinya akan dipisahkan dari ampas atau seratnya sehingga kita hanya meminum air yang terkandung di dalam buah/sayuran saja, biasanya pemisahan antara sari dan seratnya menggunakan alat yang dinamakan juicer. Sedangkan smoothie masih dalam keadaan utuh antara sari dan seratnya sehingga keseluruhannya bisa diminum semua. Alat yang digunakan biasanya adalah blender, jadi kita hanya perlu memasukkan buah dan sayuran utuh ke dalam blender, mencampurkannya dengan sedikit air, lalu menggilingnya, sedangkan juice tidak menggunakan air sedikitpun, cairan yang dihasilkan murni berasal dari air buah/sayuran.

Yang harus digarisbawahi disini adalah

Smoothie atau juice yang dikonsumsi bukanlah berasal dari pabrikan atau yang sudah dikemas dan dijual di pasaran. Kenapa? Karena itu tidak murni berasal 100% buah-buahan dan sayuran, bahkan sudah ditambahkan gula di dalamnya.

Tentu Anda bisa membedakan bukan mana sari buah asli dan tidak? Pilihlah smoothie atau juice yang homemade buatan sendiri yang lebih alami dan tidak mengalami proses pengawetan hingga bertahan lama dalam kemasan.

Lalu, mana yang lebih baik dikonsumsi? Smoothie atau Juice? Atau apakah keduanya benar-benar bermanfaat bagi kesehatan?

Jawaban singkatnya adalah Ya, seperti yang saya katakan sebelumnya apabila berasal dari buah atau sayuran asli tanpa tambahan apapun.

Tapi Robin Foroutan, seorang jurubicara dari Academy of Nutrition and Dietetics mengemukakan bahwa mengonsumsi buah-buahan atau sayuran utuh  yang dikunyah dengan mulut jauh lebih baik daripada yang sudah diproses dengan blender atau juicer.

Buah atau sayuran utuh memakan waktu yang lebih lama untuk dikonsumsi dan inilah yang menyebabkan kita akan merasakan kenyang lebih lama. Sebuah studi mengatakan bahwa perbandingan orang dewasa yang memakan sebuah apel dan meminum juice apel sesaat sebelum makan berat, mereka yang mengonsumsi apel utuh cenderung memakan lebih sedikit makanan berat dibandingkan mereka yang mengonsumsi juice. Akibatnya mereka yang mengonsumsi apel utuh mengonsumsi kalori lebih rendah dibandingkan mereka yang minum juice.

Lalu, Apakah smoothie memang jauh lebih baik daripada juice?

Juice

Pros

  • Tubuh lebih mudah dalam mencerna nutrisi dari juice karena tidak perlu memisahkan antara serat dan nutrisinya lagi dan tidak perlu mengeluarkan energi yang banyak untuk mencerna serat yang terkandung di dalam buah.
  • Karena tidak memiliki serat lagi, juice sangat cocok untuk dikonsumsi bagi mereka yang sedang bermasalah dengan organ pencernaan, karena kerja organ seperti usus tidak berat lagi untuk memisahkan nutrisi dari seratnya.

Cons

  • Jika Anda hanya menggunakan buah tanpa sayuran dalam jus Anda, hal ini membuat kadar gula di dalam Anda cenderung naik tiba-tiba, karena buah mengandung kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan sayuran, akan lebih baik anda mencampur buah dengan sayuran yang mengandung banyak air untuk menetralkan kadar gula di dalam buah.
  • Karena tidak mengandung serat, juice tidak akan membuat anda merasa kenyang dalam waktu yang lama, bagi Anda yang memiliki rutinitas sibuk dan tidak memiliki waktu yang cukup, saya lebih menyarankan untuk meminum smoothie saja untuk menghindari anda mudah terserang lapar, sedangkan jus cocok untuk dijadikan snack selingan diantara jam makan Anda.
  • Kebanyakan juice memang sudah tidak lagi mengandung ampas atau serat, hal inilah salah satu yang membuat juice menjadi tidak “baik” bagi tubuh, gula dalam buah pada akhirnya akan menjadi “free-sugar” yang tidak terikat oleh serat lagi. Padahal, manfaat dari buah atau sayuran yang utama berasal dari seratnya. Menurut dr. Tan Shot Yen, Tuhan telah menciptakan sedemikian rupa alamnya untuk saling menyeimbangkan fungsi. Buah dan sayuran adalah salah satu bentuk karbohidrat yang mengandung gula cukup tinggi namun juga diimbangi dengan kandungan serat yang juga cukup tinggi. Serat ini membantu dalam memperlambat penyerapan gula karena serat inilah yang mengikat gula sebelum diserap oleh tubuh, sehingga gula di dalam darah tidak naik secara mendadak, karena proses penyerapannya perlahan-lahan.
  • Saran : Pilihlah buah yang mengandung kandungan gula yang lebih rendah atau yang tidak terasa terlalu manis, seperti Apel Hijau dan Pir dan dicampur dengan sayuran yang tinggi kandungan air. Baiknya komposisi sayuran lebih banyak daripada buah-buahan.

Smoothie

Pros

  • Kebalikan dari jus, smoothie mengandung kadar serat tinggi yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
  • Serat yang terkandung dalam sayuran dan buah berfugsi untuk melunakkan feses Anda, sehingga pencernaan menjadi lebih lancar.
  • Ada kalanya untuk memperkaya kandungan nutrisi di dalam smoothie, banyak orang menambahkan bubuk protein, yoghurt, ataupun susu ke dalam smoothie mereka, sehingga smoothie sangat cocok dijadikan menu utama karena tidak hanya mengandung vitamin dan serat, juga mengandung protein, karbohidrat yang cukup, dan nutrisi tambahan lainnya, berbeda dengan juice yang hanya terdiri dari sari buah/sayuran saja.

Cons

  • Beberapa buah dan sayuran yang digiling tidak memiliki rasa yang enak ketika bercampur dengan seratnya, hal ini menyebabkan terkadang orang-orang hanya memilih buah-buah tertentu saja untuk dijadikan smoothie. Terlalu banyak mengonsumsi buah juga tidak baik untuk kesehatan. Rumit? Sebenarnya ini pola yang sederhana. Saya jelaskan lebih detail dibawah.

Saya pribadi dulunya menggunakan Personal Blender dari Oxone untuk membuat smoothie saya, karena rutinitas yang padat dan tidak sempat untuk menyiapkan sarapan, saya lebih memilih untuk membuat smoothie di pagi hari, selain cepat dan praktis, juga memberikan rasa kenyang dan energi untuk saya beraktivitas setelahnya. Saya juga bisa meminumnya di perjalanan jika waktu sudah sangat mepet dengan jam kuliah saya dengan mengisinya ke dalam botol.

Namun setelah mendengar fakta dari dr. Tan Shot Yen langsung, saya mulai mengurangi mengonsumsi smoothie sehari-hari.

Saya sangat sadar, meminum smoothie atau juice tetap saja tidak sama dengan memakan buah atau sayuran utuh. Makanan yang berbentuk cairan lebih cepat diproses dan lebih cepat mengosongkan lambung daripada makanan utuh, yang mana ini yang membuat kita akan mudah lapar setelah meminum smoothie, apalagi juice.

Ini yang menyebabkan Anda akan lebih mudah craving bad foods di tengah hari. Ujung-ujungnya kalori lagi bukan? Anda tentu pernah merasakan saat Anda sedang lapar, maka akan sangat mudah terbayang-bayang menu makanan yang lezat dan cenderung Anda suka yang mungkin “tidak sehat”.

Perbandingannya adalah seperti ini.

Untuk membuat segelas juice atau smoothie, Anda tidak cukup hanya menggunakan satu buah saja bukan? butuh dua atau tiga campuran buah dan sayuran yang bisa memenuhi satu gelas penuh. Sedangkan setiap orang punya batas konsumsi buah (lebih tepatnya “gula) setiap harinya. Selain karena serat yang ada di dalam juice dan smoothie tidak dalam bentuk “sempurna dengan manfaat yang dikandungnya” lagi, kuantitas konsumsi Anda dalam sehari juga sudah di luar batasan. Tentu dalam sehari Anda tidak hanya akan megonsumsi juice atau smoothie saja bukan? akan ada menu makan siang atau makan malam lainnya yang berkontribusi dalam asupan nutrisi harian Anda.

potongan buah
www.unsplash.com

Sederhananya adalah konsumsilah buah atau sayuran utuh sebisa mungkin. Saya rasa waktu yang Anda butuhkan untuk mengambil buah lalu memotongnya untuk dimasukkan ke dalam blender atau juicer jauh lebih banyak dibandingkan Anda hanya memotongnya lalu dimakan secara utuh.

Anda takut tidak mendapatkan asupan sayuran yang cukup? Ya, saya sadar seperti yang kita tau, kita hanya perlu memasukkan buah dan sayuran yang banyak dan diproses hingga berbentuk segelas juice atau smoothie dan bahkan dapat membuat rasa sayur menjadi lebih nikmat.

Namun, Anda bisa mencoba cara sederhana jikapun Anda malas masak atau bukan pencinta sayur, dengan memakan sepiring campuran buah, selada, tomat, atau timun setiap hari bergantian yang bisa Anda konsumsi tanpa proses masak. Ini akan jauh lebih mudah. Ingat, memulai hidup sehat itu adalah proses belajar, Anda hanya perlu memulai kebiasaan baik dengan hal-hal kecil seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Intinya adalah perkirakan keseimbangan kandungan nutrisi dari buah atau sayuran jika ingin mengonsumsi smoothie dan juice Anda agar tidak didominasi oleh salah satu nutrisi (cenderungnya adalah gula). Tetap saja, saya lebih menyarankan sayur atau buah utuh, hehe.

Berdasarkan pengalaman saya, kita memang cenderung akan lapar kembali dalam dua jam kedepan setelah meminum smoohie (saya bukan pecinta juice setelah membaca banyak referensi), maka dari itu, saya harus menyiapkan snack tambahan, seperti potongan buah atau makanan yang lebih berat.

Saya pribadi saat ini sangat jarang mengonsumsi smoothie, karena makanan jika dikunyah, manfaatnya akan jauh lebih baik. Hal ini juga dikarenakan panas dari blender atau juicer saat menghancurkan makanan terkadang dapat  merusak nutrisi. Menurut dr. Tan Shot Yen, air liur yang berisi enzim dalam mulut kita saat mengunyah makanan sangat membantu dalam proses pencernaan makanan dan mempermudah penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Jadi, jika memang memungkinkan, alangkah lebih baik untuk mengunyah langsung makanan daripada diblender atau di juice.

Insya Allah, hasil riset kecil yang saya dapatkan di atas berasal dari sumber terpercaya. Silahkan share jika Anda merasa konten ini bermanafaat. Terima kasih 🙂

Source:

https://www.theglobeandmail.com/life/health-and-fitness/health/are-fruit-smoothies-as-healthy-as-eating-the-same-food-whole/article30120423/
www.well.blogs.nytimes.com/2016/08/05/are-smoothies-better-for-you-than-juice/
https://www.bhf.org.uk/heart-matters-magazine/nutrition/sugar-salt-and-fat/free-sugars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.