How I Manage My Money

Personal

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai bagaimana cara mengatur keuangan di postingan Tips Mengelola Keuangan untuk Pemula, kali ini saya ingin membahas mengenai cara saya mempraktikkannya dalam keuangan pribadi saya. Sebelumnya memang saya sudah pernah membuat budgeting program di postingan Challenge Mengatur dan Mengontrol Keuangan. Ada baiknya Anda membaca postingan tersebut dahulu supaya Anda tau perubahan apa saja yang terjadi sekarang dibandingkan sebelumnya, karena memang pengeluaran saya semakin bervariasi dan ada beberapa pengeluaran yang saya adjust sesuai dengan kenyataan pengeluaran rutin saya selama ini, sehingga saya pun harus realistis dengan kemampuan saya.

Budgeting atau pos-pos pengeluaran terbaru yang saya buat diantaranya:

Pos Pengeluaran untuk Makan

Sebenarnya pos pengeluaran ini saya gabungkan antara pos pengeluaran mingguan dan pos pengeluaran untuk jajan di budgeting sebelumnya. Kali ini saya menggabungkannya karena beberapa bulan terakhir pengeluaran untuk jajan saya bertambah karena saya tidak sempat untuk menyiapkan bekal dari rumah setiap hari. Sehingga saat itu pengeluaran saya tidak terkontrol karena sering membeli makanan di luar setiap makan siang. Akhirnya saya memutuskan untuk menggabungkannya dan membudget sebesar 540.000 per bulan. Jumlahnya tetap tidak terlalu banyak agar saya tetap mengusahakan menyiapkan makanan sendiri ketimbang membeli di luar. Dan pada saat-saat tertentu dimana saya sedang hectic, saya bisa membeli di luar tanpa harus menyiapkan sendiri, namun tetap dalam kontrol.

Transportasi

Biaya transportasi tetap saya budgetkan sebesar 100.000. Sampai saat ini, saya memang lebih sering berjalan kaki ke kampus atau ketika pulang kampus sekalipun. Selain itu, saya bisa menggunakan fasilitas Go-pay dari Go-jek untuk bepergian kemanapun sehingga tarifnya menjadi lebih murah.

Biaya Asrama

Pengeluaran untuk biaya asrama masih 210.000 per bulan, sehingga tidak ada perubahan sama sekali.

Keperluan Kampus & Lain-Lain

Nah, ini adalah salah satu pos pengeluaran baru yang sebelumnya tidak saya buat dan perkirakan, karena memang pengeluarannya tidak rutin. Sehingga sebelumnya ketika muncul pengeluaran tersebut, saya tidak tau harus mengambil dana dari kategori pos pengeluaran yang mana. Akhirnya setiap bulan saya membudgetkan dana sebesar 50.000 untuk pengeluaran ini, seperti membeli alat tulis, ngeprint, dll.

Belanja Bulanan

Tidak ada perubahan untuk dana belanja bulanan saya sejauh ini, karena keperluan bulanan saya masih sama setiap bulannya dan alhamdulillah dengan jumlah 100.000 cukup untuk menutupi semua kebutuhan bulanan tersebut.

Entertainment

Ini juga salah satu pos pengeluaran baru yang saya buat, jika sebelumnya saya mengandalkan sisa bulanan dari setiap pos pengeluaran setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hiburan saya, maka kali ini saya memutuskan untuk membuat pos tersendiri untuk kategori ini. Hal ini dikarenakan budget yang sudah saya kelompokkan pada setiap pos sudah sangat ketat dan saya pikir menghibur diri disela aktivitas yang sangat padat merupakan sebuah kebutuhan, bukan hanya untuk hura-hura. Saya tidak ingin terlalu strict menekan diri sehingga terkesan pelit kepada diri sendiri. Akhirnya saya membudgetkan dana 100.000 setiap bulan untuk keperluan entertainment, seperti nonton bioskop, belanja, dll. Jika memang ada beberapa barang yang saya ingin beli dan harganya diatas budget bulanan saya, maka saya akan menabung sampai jumlah tersebut tercapai. Misalnya saya ingin membeli baju seharga 300.000, maka saya akan menunggu sampai tiga bulan hingga uang saya cukup. Hal ini juga berguna supaya saya tau apakah keinginan saya untuk membeli suatu barang hanya karena keinginan sementara atau memang betul-betul saya butuhkan dan inginkan. Karena terkadang ketika saya sudah membeli sebuah barang, sering kali saya menyesal karena ternyata barang tersebut tidak sesuai dengan yang saya inginkan atau malah saya menyesal duluan karena ada model lain yang lebih bagus dengan harga yang sama.

Dana Darurat

Saya baru sadar belakangan ini kalau dana darurat itu sangat dibutuhkan untuk berjaga-jaga saat ada keperluan mendadak. Misalnya, saya harus pulang ke kampung halaman mendadak tanpa planning sebelumnya. Dengan adanya dana darurat, saya bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti uang di rekening tidak cukup untuk membayar tiket atau orang tua tidak bisa mentransfer uang secara langsung pada saat itu. Jadi saya menaikkan budgetnya menjadi 50.000 setiap bulan. Uang ini tidak akan saya pakai kalau memang tidak ada keperluan mendadak di saat itu dan akan terakumulasi terus setiap bulannya.

Kelola Website

Karena biaya sewa hosting dan domain saya masih sama, jadi saya tetap menabung 20.000 perbulan dan terakumulasi langsung di rekening. Biasanya pengeluaran untuk kelola website ini saya lakukan per tahun, untuk jumlah 240.000 per tahun sudah cukup mengcover kebutuhan maintainance blog saya ini.

Travelling

Jumlahnya masih sama seperti sebelumnya, 200.000 per bulan, dan Alhamdulillah karena saya sudah menabung dari jauh-jauh hari, saya bisa merencanakan berlibur ke Singapura tahun ini dengan teman-teman saya setelah akhir semester, tepatnya bulan Mei ini. Akhirnya saya bisa merasakan manfaat dari belajar mengelola uang, sehingga lebih semangat untuk patuh dengan program budgeting yang sudah saya buat.

Skin & Body Care

Alhamdulillah jumlahnya masih sama dari sebelumnya, 200.000 per bulan. Saya pun menjadi sangat terbantu dengan adanya dana ini. Setiap bulan, ketika kebutuhan skin care saya habis, saya sudah mempunyai dana simpanan di rekening untuk pengeluaran tersebut dan bisa membelinya langsung ketika habis.

Tiket Pesawat Mudik

Ini juga merupakan pos terbaru yang saya budgetkan perbulannya. Setelah dihitung-hitung, setiap tahun saya harus mengeluarkan sekitar 4500.000 untuk pulang ke kampung halaman di Aceh, saat petengahan tahun dan akhir tahun. Jadi saya pun menabung setiap bulan dari uang kiriman bulanan saya untuk dana mudik ini dari jauh-jauh hari. Hal ini saya lakukan agar tidak terlalu memberatkan orang tua saat saya pulang nantinya, karena bisa dibilang harga tiket pesawat lumayan mahal. Jadi orang tua saya hanya perlu mengirimkan uang bulanan saja setiap bulan dan sudah mengcover seluruh kebutuhan saya. Jadi setiap bulan saya membudgetkan menabung sebanyak 380.000, dana ini tidak saya pakai untuk kebutuhan lain.

Sedekah

Saya tetap berusaha untuk menyisihkan uang untuk disedekahkan kepada orang yang membutuhkan supaya rezeki saya dan orang tua semakin dilancarkan oleh Allah, Amin. Jumlahnya masih sama seperti sebelumnya.

Itulah cara saya mengatur keuangan saya sejauh ini. Dengan kiriman uang bulanan sebesar 2000.000 per bulan, saya mencoba mengaturnya sebaik mungkin supaya setiap kebutuhan saya tercover semua. Saya juga tidak ingin memberatkan orang tua jika harus selalu mengirimkan uang ketika saya butuhkan. Mungkin orang tua sudah mempunyai budget tersendiri untuk keperluan rumah tangga dan anak-anak mereka. Apabila saya selalu meminta uang tambahan setiap bulannya, tentu orang tua juga akan kewalahan karena tidak tau harus mengambil dana tambahan dari mana.

Jadi, semoga informasi dan simulasi singkat contoh budgeting keuangan pribadi ini bermanfaat untuk pembaca sekalian dan bisa mulai belajar mengelola uang dengan lebih bijak lagi. Manfaat yang didapatkan sangat banyak, diantaranya kita lebih bersyukur atas berapapun rezeki yang kita dapatkan dan tau seberapa bernilai uang tersebut ketika kita sudah mengusahakan untuk mendapatkannya. Selamat Mencoba! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.