islam eating habits

How Does Islam Change My Eating Habits?

HEALTH Personal

Saya pernah bertanya-tanya kepada diri saya sendiri, apakah keputusan saya untuk menjalani hidup sehat itu benar atau tidak. Pertimbangannya adalah karena menurut saya hidup sehat cenderung menguras budget yang lebih besar, karena saya memilih untuk sebisa mungkin mengonsumsi makanan organik dan memakai produk-produk skincare dari bahan natural hingga organik, chemical free. Kalau boleh jujur, saya sedikit kerepotan dengan pola hidup saya sekarang karena status saya yang masih mahasiswa, belum memiliki penghasilan sendiri, sedangkan uang kiriman bulanan dari orang tua cukup terbatas, saya tidak mungkin membebani mereka dengan pola hidup saya sekarang.

Namun, sebisanya saya mencoba mengatur keuangan saya dengan baik, salah satunya dengan membuat challenge terhadap diri saya mengenai cara mengatur keuangan saya setiap bulan.

Challenge Mengatur dan Mengontrol Keuangan

Review Challenge Mengontrol dan Mengatur Keuangan

Tips Mengelola Keuangan untuk Pemula

Selain itu, salah satu alasan lain yang membuat saya tetap bertahan mengubah pola makan saya menjadi lebih baik di tengah keterbatasan finansial dan ilmu yang saya miliki adalah karena salah satu ayat dari Surat Al-Baqarah yang berbunyi:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu”

Dalam Al-quran sendiri menganjurkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik. Saya percaya setiap yang telah diatur oleh Allah adalah pilihan terbaik yang sudah sepatutnya diikuti oleh manusia.

Saya sempat beberapa kali merasa resah setiap melihat nota belanjaan bahan makanan saya setiap minggunya atau setiap membeli produk perawatan kulit berbasis natural dan organik yang kebanyakan harganya sampai ratusan ribu, saya sering ragu apakah saya wajar mengeluarkan budget segini untuk makan? Apakah saya tidak terlalu boros dengan mengeluarkan uang sebanyak ini padahal saya masih berstatus mahasiswa yang mengandalkan uang bulanan orang tua? Hingga saya sempat terpikir untuk menyerah menjalani gaya hidup sehat dan menunda sampai saya memiliki pekerjaan tetap suatu hari nanti.

Namun dibalik keraguan itu semua, saya tidak tau apakah ini merupakan bentuk jawaban dari Allah atas keresahan saya selama ini, tiba-tiba ayat surat tersebut terlintas di pikiran saya. Makanlah yang halal lagi baik. Saya ingat pernah membaca beberapa buku mengenai gaya hidup Rasulullah yang bisa dibilang sangat sehat di zamannya, kurma, buah-buahan, madu, salad, merupakan makanan sehari-hari Rasulullah dan beliau cenderung menghindari makan berlebih-lebihan.

Karena itu, saya mulai sedikit lega. Dalam ayat itu, Allah tidak hanya menekankan kata “halal” saja, namun juga “lagi baik”, makanlah makanan yang halal dan juga baik. Tentu kita sudah tau makanan apa saja yang halal dan haram di agama islam, namun kebanyakan orang hanya menekankan pada makanan yang halal saja, tapi tidak menghiraukan kata baik yang mengikuti ayat tersebut. Saya coba memberi contoh, apakah salah satu makanan junk food seperti pizza, kentucky, dan lainnya itu halal? Apakah makanan seperti gorengan atau makanan ringan bungkusan yang banyak mengandung MSG itu halal? Jawabannya tentu iya, dari bahan makanan tersebut semua yang terkandung berasal dari bahan makanan yang halal. Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah makanan-makanan tersebut “baik”?

Saya tidak yakin untuk menjawab iya, tentu Allah memaksudkan kata baik itu adalah baik untuk kesehatan setiap manusia. Anda pasti tau sendiri risiko yang diakibatkan apabila mengonsumsi makanan-makanan tersebut secara berlebihan. Saya berani bilang bahwa makanan-makanan tersebut tidak baik, dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin dengan memilih makanan yang sudah jelas “halal” dan “baiknya”, seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan-makanan yang minim proses masak.

Sejak saat itu, saya menjadi lebih positif dan tidak merasa bersalah ketika harus mengeluarkan budget lebih besar untuk membeli bahan makanan atau produk organik lainnya, asalkan masih dalam batas wajar untuk memenuhi kebutuhan saya, tidak berfoya-foya, salah satunya dengan mengatur keuangan sebaik mungkin.

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu” Tentu yang dimaksud disini adalah sikap makan yang berlebihan, mengandung mudharat (bahaya untuk kesehatan), dan menghindari mengonsumsi makanan dari hasil jerih payah yang tidak halal, seperti mencuri.

Semoga maksud yang ingin saya sampaikan dalam postingan ini tersampaikan dengan jelas kepada pembaca. Makanlah yang “halal lagi baik”, ini juga salah satu bentuk rasa syukur dan menghargai pemberian Allah kepada kita dengan menjaga tubuh yang ia dititipkan dan memanfaatkan rezeki yang diberikan oleh-Nya dengan jalan yang yang halal lagi baik.

3 thoughts on “How Does Islam Change My Eating Habits?”

  1. Assalamualikum warahmatullah wabarakatuh Putri,, sy Lies dr BD Group makkah bdg, Alhamdulillah seneng skali bisa baca blog nya Putri, so inspiringgggg… Masya Allah!
    Insya Allah jg sdg beralih k makanan yg lbh sehat d organik walaupun actually memulainya sdh sangat terlambat, already 36 years old, ga tau kontrak di bumi bisa ampe kapan lagi, hehe
    Tapi ga ada kt trlambay kan u kebaikan, dan makin yakin stlh bc tulisan putri ini, Halalan Toyyiban, iy itu kuncinya..
    Apa putri jd vegetarian skrg? Kalo sy memilih bhn organik saja tp tetep masih makan bhn2 hewani, ehh ntr sy japri aj deh ya.. jd kepanjangan komen disini..
    Share2 lagi ttg organik food yiahh…
    Wassalam..

    1. Wa’alaikumsalam mba liez, masya Allah, sampai di blog saya juga akhirnya ya mba. 🙂
      Gak papa mba, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bahkan banyak yg belum sadar kesehatan juga, setidaknya mbak sudah ada nilai plus. 🙂
      Saya gak vegetarian mba, masih konsumsi produk hewani, cuma memang terbatas,
      Insya Allah mba hehe, makasih uda mampir ya mba liez 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.