Being Introvert in Extrovert’s World

Personal

I am an introvert.

Kalau tes MBTI, personality saya adalah INFP.

Saya sudah sejak lama ingin menulis tentang ini. Tapi belum kesampaian, sampai beberapa hari ini saya menghadapi sebuah situasi dimana saya akhirnya mulai berpikir lagi tentang ini.

Sebagai introvert, saya jelas-jelas sangat menghindari keramaian, karena rasanya menjadi bagian dari keramaian itu menghabiskan energi saya. Saya lebih senang di rumah, baca buku, nonton film, atau sekedar selonjoran di atas kasur daripada berpergian keluar rumah.

Tapi apakah selalu seperti itu? nggak kok, ada masanya juga saya butuh keluar, jalan-jalan, ngobrol dengan teman-teman terdekat, atau getting socialized.

But the point is too many people stated that introverts seem to be the boring personal type, mereka sukanya menyendiri, menghayati hidup, menjadi pendiam, mengurung diri di kamar, hingga embel-embel menyedihkan lainnya. Dan terlalu sering perkataan ini berasal dari mereka yang ber-personality extrovert, tidak semua memang.

Realitanya we really enjoy to be content with less noise, less distraction, berdiam diri di rumah bukan berarti para introverts merasa menyedihkan, mereka senang dengan hal itu, tapi kenapa rasanya seorang introvert seperti dianggap remeh? seakan-akan di dunia ini hanya ada extrovert. Saya seringkali melihat mereka yang berkepribadian extrovert terlalu dominan, merasa diri “lebih” daripada teman-temannya yang pendiam, I experienced it all by myself, so many times.

That is become a reason for me to change this paradigm by creating something different in my next product in @planme.id, my own business.

I really hate the way people think that introvert seems to be meaningless or people who just dared to stay silent in a corner, etc. It describes how people appreciate talking so much. I mean it is not wrong at all, but we talk for a purpose, talking too much sucking our energy. And also extroverts think that when there’s something wrong with us then it can be fixed by simply throwing ourself out there.

God, you dont know how happy I am to have a quality time for my own self without a need to connect each other for just a “chit chat” talk. I do that, of course, in different way, with my bestfriends. It seems like an introvert should talk more if he/she wants to be more interesting. The fact is people can be interesting with their own way, despite being “introverted or extroverted at their core”.

Please be respectful, we are humans, our personality type is not a weakness or strength, God creates us with unique features for reasons. We are here in the world to complement each other, I dont feel worst like you said despite standing apart from people.

“Orang introvert itu suka banget menghayati arti hidup, mikir hidup ini harus gimana, ribet, ah“. Guys, seriously? Do you really never think about the purpose of your life in this world? Dont make excuse, it is a must for all of us I think.

We are only asking you to understand and accept us, we get socialized, but with different type of socializing.

Seharusnya jika kita tau bahwa orang-orang di bumi ini unik, maka semakin banyak kreasi-kreasi baik yang kita ciptakan menurut apa yang Allah berikan kepada kita. Saya yang menyadari sejak awal bahwa saya seorang introvert lebih memilih untuk membuat blog ini untuk menuangkan ide-ide yang mungkin dianggap buang-buang waktu bagi sebagian orang, then you choose, begitu juga dengan siapapun, berkaryalah sesuai apa lebih dan kurangmu.

Saya semakin tidak sabar untuk launching produk terbaru Planme bulan depan nanti, terlalu banyak cerita yang saya ingin sampaikan melalui produk itu. Semoga semakin membuat sadar bahwa banyak introvert itu #diamdiamberkaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.