After Deleting Instagram

3 Months After Deleting My Old Instagram Account

Personal

Hai..sudah lama saya gak update, banyak cerita yang ingin dibagikan, semoga seiring dengan masa kuliah dan tugas akhir saya yang sudah selesai, saya semakin punya banyak waktu mengurus blog ini.

Apa kabar?

Masih ingat cerita saya di postingan Writing With Passion and Purpose; Story Behind My New Instagram Account yang ini?

Saya pengen cerita banyak tentang ini.

Saya merasa jauuuuhhh lebih positif dibandingkan dulu. Terkesan lebay, tapi itu yang benar-benar saya rasakan.

Sebagai seseorang yang teramat overthinking dan worrying about every little things in life, saya gak bisa anggap remeh tentang pengaruh media sosial ini bagi hidup saya.

Tiga bulan sudah semenjak saya menghapus akun lama dan pindah ke akun baru. Niat awal untuk tidak terdeteksi oleh siapapun yang saya kenal, pada akhirnya harus bubar jalan. Mungkin juga karena username saya masih sangat menggambarkan nama saya sekali, sehingga satu per satu teman lama melihat dan mengikuti akun baru saya ini.

Tapi tidak ada dari mereka yang saya follow back, kecuali memang yang terdekat, dalam artian benar-benar dekat, teman yang tau saya luar dalam, hanya dua orang seingat saya, semoga tidak ada yang sakit hati ya. Selain itu, saya berusaha menguatkan hati untuk tetap pada prinsip ini ketika beberapa dari mereka ada yang bertanya kenapa saya tidak mem-follow balik mereka.

Sederhana banget ya, tapi para overthinker saya rasa pernah merasakannya.

Saya sangat berharap yang membaca tulisan ini adalah mereka yang berpikiran terbuka, yang tidak langsung menghakimi saya bahwa saya terlalu berlebihan. Tapi percayalah, dengan background sikap saya ini, yang hanya sedikit dari mereka yang tau, sangat sulit untuk berpikir benar di saat saya “tidak baik-baik saja” dengan berbagai postingan-postingan lama para following saya dulu. Tidak semua, jangan salah, tapi beberapa, tapi lantas itu tidak mampu untuk sekedar menyurutkan niat saya untuk menghapus secara permanen akun lama.

Following saya saat ini tidak sampai seratus, mereka yang saya follow benar-benar orang-orang yang saya anggap bisa mempengaruhi hidup saya dengan cara baik, yang berbagi nilai dan inspirasi dengan cara yang benar.

Dulu, jarang sekali saya bisa melihat keseluruhan instagram story teman-teman saya sampai tuntas, apalagi postingan-postingan di beranda. Tapi sekarang, 5 menit pun rasanya saya sudah bisa menuntaskan semua instagram story dan melihat seluruh postingan di beranda akun saya.

Tapi lebih dari itu, bukan itu yang ingin saya ceritakan intinya. Tapi perasaan yang saya dapatkan setelah itu.

Rasanya lega sekali, otak saya benar-benar positif, saya terinspirasi, saya teredukasi, saya dibuat tertawa, tersenyum, terharu, bahagia, saya benar-benar punya waktu untuk membaca keseluruhan informasi yang dibagikan para  following saya dengan tuntas.

Sempat dulu saya mengelak bahwa sosial media tidak semenyeramkan itu, bahkan sempat saya menghakimi salah satu teman saya saat itu, yang saya sesali sampai sekarang, tapi kenyataannya, saya salah satu orang yang terkena dampaknya.

Bukan hanya tentang buruknya saya yang dulu teramat sering membanding-bandingi hidup saya dengan orang lain, tapi seringkali saya suudzan bahkan berpikir negatif tentang apa yang orang-orang perlihatkan disana. Maaf sekali, saya benar-benar minta maaf, hati saya belum sebaik itu, saya sedang mencoba berubah, mungkin pada masanya nanti, ketika saya benar-benar telah mengenal dan menerima diri saya dengan sebenar-benarnya, akan lebih mudah untuk saya tetap tenang dan mindful.

Terasa sekali saat sedang menyusun skripsi saat itu, walaupun tekanannya memang sudah pasti berat, tapi saya tidak lagi memiliki momen dimana saya merasa tertekan melihat progress teman-teman saya, saya hanya fokus pada diri saya sendiri, dan setelah melewati fase itu semua, saya berpikir “tanpa kamu harus membanding-bandingi dengan mereka, kamu juga akhirnya selesai, bahkan bonusnya, kamu lebih bahagia”. Dan perasaan itu rasanya melegakan sekali.

Saya sudah teramat jujur menceritakan sisi buruk saya yang ini melalui tulisan ini, sekali lagi, hati saya belum baik, saya masih memiliki banyak cacat hati dan pikiran, tapi menghapus akun lama sudah membuat hati saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya menjadi jauh menerima diri saya berikut kekurangan dan kelebihan saya. Pada akhirnya saya mulai ada di satu titik dimana saya tidak terlalu membandingkan diri saya dengan orang lain lagi, melainkan fokus melihat progress hidup saya sebelumnya dan sekarang, dan mengingat itu semua, saya merasa bahagia, bahwa saya tidak seburuk itu, bawa saya sudah begitu banyak melewati ujian-ujian yang membentuk karakter saya sekarang. Saya semakin sering bersyukur dan merasa “baik” dengan hidup saya, walaupun belum sepenuhnya selalu positif, tapi saya anggap itu wajar, dan saya masih “baik-baik saja” menerima itu.

Saya semakin sering menyalurkan hobi saya menulis disana dalam satu kalimat sederhana atau berbagi informasi yang benar-benar saya minati. Rasanya senang sekali ketika beberapa dari followers disana men-DM saya megatakan bahwa mereka terbantu dengan apa yang saya bagikan di akun itu.

Tapi saya tidak bisa mengelak, dengan teman-teman yang saya kenal mulai tau akun baru saya ini, saya sedikit merasa insecure terhadap pandangan mereka terhadap saya, entah apa pendapat mereka nanti, saya mencoba untuk tetap pada jalan ini, mendalami minat saya di bidang menulis, berbagi cerita, berbagi values, lantas semoga ini bisa sedikit menjadi manfaat bagi orang lain yang melihatnya.

Selain itu, keinginan untuk setiap jam membuka instagram sudah jauh berkurang, karena sering kali ketika saya membuka instagram lagi dalam jangka waktu dekat setelahnya, tidak banyak update terbaru disana, karena kenyataannya tidak banyak yang saya follow dan saya yakin orang-orang saya follow sudah terlalu sibuk dengan hidup mereka sendiri, saya simpulkan bahwa media sosial ini tidak terlalu mendistraksi saya lagi.

Saya tau, ini bukan salah media sosial, tapi pemakainya, saya salah satunya, dengan saya menghapus akun itu saya paham ada yang salah dari diri saya, dan saya sedang berusaha merubahnya, bukan salah teman-teman atau following saya dulu, mereka berhak memposting apapun yang mereka inginkan, karena saya sadar pemikiran atau niat yang ingin disampaikan pemilik akun terkadang dipahami berbeda oleh yang melihatnya, percayalah ini adalah bagian dari proses saya menerima diri. Saya belum terlalu bijaksana dalam mempergunakannya dengan baik, maka dari itu, saya mohon maaf jika memang ada diantara yang melihat apapun yang saya bagikan disana mungkin terkadang merasa tidak nyaman. Tapi semoga lebih banyak aura positif yang muncul disana, ya.

Saya hanya ingin mengatakan, bahwa bahagia itu kita yang membentuknya sendiri, tinggalkan apapun yang memberatkan pikiran dan hatimu, jika akun saya salah satunya, silahkan unfollow. Akun itu benar-benar media saya bercerita, berbagi, dan berguna, tapi jika ketiga itu tidak sampai kepada hati kecilmu, atau kamu merasakan apa yang saya rasakan sebelumnya, tinggalkan itu, dan doakan saya semoga bisa menjadi lebih baik lagi, ya.

Tujuan dari tulisan ini juga ingin menggambarkan bahwa ada orang-orang seperti saya di dunia ini, bahwa saya memilih jalan ini untuk kebaikan hidup saya, dan kita semua punya cara masing-masing untuk bersikap benar dengan masalah masing-masing. Jadilah “tetap baik” untuk siapapun.#selfreminder

Biarkan teman-teman yang saya kenal, kita saling berinteraksi di dunia nyata saja, selebihnya, biarkan saya mendapatkan inspirasi sebanyak-banyaknya dari platform ini. Kalau saya boleh sekali lagi berpikir buruk, mungkin tidak semua menerima dengan baik tulisan ini berikut dengan penulisnya, tapi semoga saya tetap baik-baik saja. Amin.

Terima kasih sudah mengikuti blog dan media sosial saya sejauh ini. Saya selalu senang membaca komentar kalian, saya merasa diapresiasi, semoga hati kalian selalu baik, kita terus berusaha, ya!

Salam hangat,

Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.