Better Me, Personal

A Happy Life – Berbahagia dengan Masalah – Kunci Kedamaian Hidup

Apa perbedaan kesenangan dan kebahagiaan?

Sedikit dalam tapi bisa mengubah cara pandang kita dalam berbagai hal.

Beberapa waktu ini saya banyak merenung, satu per satu ujian datang menimpa saya dan keluarga saya, permasalahan lama yang belum terselesaikan dan muncul permasalahan-permasalahan baru yang semakin membuka mata saya. Kalau saya tidak bisa mengontrol diri sedikit saja, mungkin saya akan terus meratapi dan tidak mau bangkit.

Menulis tulisan ini saja, saya harus melawan rasa tidak nyaman yang sedang saya rasakan, agar waktu itu tidak terbuang percuma demi meratapi nasib.

Saat mengalami masalah, kita cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandang negatif. Menyalahkan orang lain dan diri sendiri, menyudutkan dan menarik diri dari lingkungan, terus memikirkan masalah itu berlarut-larut hingga hati dan pikiran gelisah, tidak tenang, was-was, dan khawatir, akhirnya muncul masalah baru, perlahan dada menjadi berdebar-debar, nafas menjadi sesak, kepala pusing, dan tidak lega, terus berpikir dan berpikir hingga tubuh pun mulai menuntut hak untuk diperhatikan agar tidak drop.

Dan saat itulah, waktunya untuk berhenti sejenak, merenung, melihat, dan membongkar memori lama. Tidak, bukan untuk meratapi, tapi melihat satu titik kembali saat ujian paling berat saat itu datang dan kita bisa melewatinya. Dan bawa itu kembali ke masa kini dimana sekarang kita sedang di posisi yang sama, keresahan yang sama akan masalah yang sama, lebih kecil, atau lebih kompleks.

Saat masalah sama kembali datang, berarti kita yang dari masa itu sampai sekarang belum juga naik level, ketika masalah itu lebih kecil dari dulu, saatnya untuk merenung bahwa mungkin level kita mungkin sedang menurun, dan saat masalah yang lebih besar itu datang, maka berbahagialah karena kita satu diantara banyak orang yang disayang Allah yang sedang diuji untuk mencapai level berikutnya.

Sejujurnya tidak mudah untuk saya atau mungkin Anda memahami dan memaknai hal ini, saya pun merasakan yang sama, saat kondisi pelik seperti ini, sulit untu berpikir dengan benar, terkadang pikiran kita mendominasi, sehingga kita terlalu banyak berpikir.

Sometimes the worst place that you can be is in your own head

Maka dari itu, mari kita kembali ke topik awal, apa perbedaan kesenangan dan kebahagiaan?

Makanan yang lezat, kasur tidur yang empuk, teman yang suportif, adalah bentuk kesenangan yang patut kita syukuri. Sedangkan kedamaian, kepuasaan, kelegaan, rasa positif, rasa menerima, dan ketenangan adalah bentuk dari kebahagiaan itu tersendiri. Rasa senang dipengaruhi oleh faktor luar sedangkan kebahagiaan, kitalah yang membentuknya sendiri.

Mari kita ingat kembali bentuk doa yang kita panjatkan kepada Allah yang Maha Esa selama ini, apakah ada tersisipkan salah satu diantara permintaan yang kita mohonkan agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari hari ke hari, dibukakan pintu hati, dan bentuk doa sejenis lainnya?

Yang saya coba yakini saat ini, bentuk ujian itu adalah bentuk jawaban yang diberikan Allah ketika kita meminta pada-Nya untuk menjadi lebih baik, karena kepribadian yang baik itu tidak muncul secara tiba-tiba, ada proses didalamnya, dan ujian itu adalah salah satu bentuk metode yang Allah berikan untuk menjadikan kita orang yang siap menjadi orang lebih baik, dengan melihat lebih banyak, mendengar lebih sering, merenungi lebih dalam, dan mengurangi membandingkan dengan orang lain, bahwa titik sekarang terjadi karena suatu alasan. Bukan selamanya ujian itu datang karena bentuk kesalahan kita di waktu lalu, tapi mungkin ada suatu sifat baik yang ingin Allah kembangkan dalam kita yang selama ini tidak mampu kita lakukan, walaupun buku motivasi sudah banyak kita baca dan berbagai teori sudah kita hapal di luar kepala. Yang dahulunya pemarah dan sulit menahan atau meredam diri, dengan ujian kegagalan contohnya, bisa membuat kita mengenal dan belajar makna menerima, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.

Mari belajar memunculkan kebahagiaan itu sendiri saat kita senang, sulit, atau sedih sekalipun. Berdoalah pada Allah agar kita bisa menjadi pribadi yang bisa berbahagia di tengah ujian apapun yang sedang Allah berikan kepada kita, jangan lupa sisipkan doa untuk saya agar kita bisa sama-sama melewati ujian ini, karena nikmat bahagia itu tiada duanya, menentramkan, mendamaikan, dan melegakan sekali. Orang bahagia akan selalu mengusahakan mengambil hikmah dan berpikir positif atas segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita, begitupun dalam bentuk ujian hidup, sehingga hati menjadi lebih tenang dan tidak dipusingkan oleh masalah baru yang diciptakan dari pikiran yang tak terkendali.

Jangan sampai kita hanya terus mengejar kesenangan yang tidak akan ada habisnya yang membuat kita ketagihan dan malah tidak meresapi ujian yang datang diantaranya, karena senang itu hanya sebentar tapi bahagia adalah selamanya. Mengelola kesenangan dan menumbuhkan kebahagiaa dalam berbagai situasi adalah kunci kedamaian dan penerimaan hidup yang sebenarnya.

Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan untuk kita semua, semoga bermanfaat, dan mari belajar menerima. 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*