This Year Theme – Being 24

Personal

Selamat siang, selamat senin!

Saya lagi di kantor, skip makan siang, karena keduluan minum kopi satu cangkir, jadi dengan rasa lapar yang masih bisa dikontrol, saya dedikasikan setengah jam sisa waktu jam istirahat saya untuk menulis.

Semoga berkah. Amin.

Sekitar dua minggu lalu, usia saya genap mencapai angka ke 24.

Rasanya bagaimana? campur aduk.

Saya gak nyangka sudah mencapai fase usia dewasa, tak pernah terpikir bagaimana rasanya menjadi orang dewasa, dan sedikit demi sedikit mulai memahami satu dua hal, yang kadang bikin kaget, seneng, sedih, dan lain-lain.

Tapi saya bersyukur sekali, dalam 24 tahun hidup saya sebelumnya, saya mulai berbenah diri, mulai mengenal diri, mulai paham untuk terus meningkatkan level hidup menjadi manusia yang lebih baik.
Rasa-rasanya semua semakin menarik untuk dijalani, fase naik dan turun hidup yang menimpa saya mulai saya rasakan sisi menariknya.
Kalau dulu, ujian-ujian kehidupan yang harus saya terima lebih banyak saya anggap benar-benar “ujian”, kali ini saya mulai lebih banyak menikmatinya dan bersikap “yaudah lah, emang lagi waktunya.”

Tahun ini saya dedikasikan waktu, pikiran, dan hati saya untuk mulai memusatkan diri pada “belajar dan merawat diri”. Belajar apapun dan merawat apapun yang saya miliki, tentunya yang bisa saya kontrol.

Lebih banyak membaca buku, mengembangkan ketertarikan saya pada beberapa hal, belajar mengelola ego, belajar mengontrol diri dengan lebih bijaksana, serta merawat tubuh, merawat pikiran, merawat hati, merawat hubungan saya dengan diri saya sendiri, orang lain, dan tentunya Allah SWT. Syukur-syukur pada prosesnya nanti, semoga tenang selalu menjadi obat saya dalam menetralkan gembira yang terlalu melonjak, sedih yang terlalu dalam, atau takut beserta amarah yang terlampu mudah dikuasai orang atau kondisi.

Saya sudah skip banyak hal selama ini, skip dalam menyayangi diri sendiri, terlalu menekan tubuh dan pikiran, terlalu perasa, dan terlalu mengejar kata sempurna untuk setiap hal, rasa-rasanya semua harus teratur, rasa-rasanya semua harus terus menerus berjalan sesuai apa yang saya rencanakan, tidak boleh tidak.

Saya memang se-perfectionist itu.

Dan rupanya, semua memang harus diawali dengan mengenal diri, belajar memahami emosi, tingkah lalu, kebiasaan, pola hidup tanpa menuntut sempurna, bahkan kurang dan lebihnya, dan tentu saja, tanpa harus memaksakan semua harus dimengerti saat ini, pelan-pelan saja, namun dengan penuh kesadaran bahwa kekurangan yang saya miliki tak akan bisa terus menuntut diubah hanya dalam waktu sesingkat satu hari bahkan satu bulan pun.

Bagi banyak orang yang mengikuti blog ini sejak lama, mungkin akan banyak paham tentang karakter saya. Dan saya mulai banyak mendapat respon akan tulisan-tulisan saya disini, memang awal dulu blog ini saya dedikasikan untuk menulis tentang masa perkuliahan saya di SBM ITB, dan memang nyatanya kalau dilihat dari rating, tulisan saya tentang topik tersebut masih menjadi topik teratas yang diminati di blog saya.

Makanya saat mula meniatkan diri untuk menulis dengan lebih personal disini, saya tak berharap respon banyak, saya bahkan sangat tidak fokus kepada SEO untuk menaikkan konten-konten personal ini, namun saya tak menyangka mulai mendapatkan pesan-pesan baik dari teman-teman yang membaca tulisan-tulisan mendalam saya ini, dan bagi saya, itu lebih membuat saya sadar diri dan merasa tidak sendiri dalam proses berbenah banyak hal dari diri saya, dan tentu saja untuk semakin melejitkan keinginan saya untuk berbagi, untuk belajar mengurai dan merangkai kata, dan untuk melegakan pikiran yang terkungkung asumsi buruk dan pikiran negatif.

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah menjadi bagian dari perjalanan saya menghadirkan pengertian bagi diri sendiri. Terima kasih sudah membuka pikiran saya bahwa tindak kecil berarti banyak bagi sebagian orang.

Saya senang telah memiliki blog ini dan semoga akan terus seperti itu. Terima kasih ya, terima kasihhhhh sudah mau mengakui segala kurang dan lebih dirimu kepada saya yang membuat saya semakin belajar lebih banyak lagi.

Selamat berbenah!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.