Agar Tetap Baik Hati, Be Good to People for No Reason

Personal

Berbuat baiklah kepada orang lain kapanpun dan dimana pun tanpa perlu mempunyai alasan terlebih dahulu untuk melakukannya. Seringkali ketika kita dihadapkan pada orang-orang yang secara langsung ataupun tidak langsung menyakiti hati kita, lantas kita menutup diri dan menjauh dari mereka. Saya pun cukup sering merasakan hal yang sama. Cukup sulit untuk melihat seseorang hanya dari sisi positifnya saja.

Namun, satu hal yang sering berhasil membuat saya tetap mau membantu orang lain atau bersikap wajar terhadap orang lain walaupun saya pernah disakiti adalah ketika saya mengingat hal-hal baik yang pernah orang lain lakukan kepada saya. Cukup sulit, tapi memang harus dilatih dan dibiasakan untuk selalu berpikir positif. Tidak selamanya saya akan dengan mudahnya menerima kenyataan tersebut, seringkali saya harus menarik diri terlebih dahulu untuk sekedar melakukan hal-hal yang saya senangi sembari saya bisa berpikir rasional.

Kenyataannya saya seringkali merasa tersakiti oleh berbagai perkataan-perkataan orang lain yang mudah sekali menghakimi saya tanpa mau mengerti saya. Kalau pikiran saya sedang kalut dan tidak stabil, saya akan balik menghakimi dan menjauh dari mereka, alasannya sederhana, saya ingin mereka tau apa yang saya rasakan.

Tapi bukan itu pointnya, setiap peristiwa yang datang pada diri kita, setiap orang yang kita temui, baik atau buruk, tidak pernah terjadi dan datang secara kebetulan. Pasti ada alasan dibalik itu semua. Setiap peristiwa yang terjadi pasti mengandung sebuah hikmah atau pembelajaran, setiap orang yang kita temui pasti mengandung pembelajaran bagi salah satu pihak ataupun kedua pihak.

Saya meyakini sebuah pernyataan bahwa apa yang kamu tuai, itulah yang akan kamu petik. Ketika orang lain berbuat kesalahan kepada saya, sengaja atau tidak sengaja, saya mempercayai bahwa mungkin saja saya pernah menyakiti orang lain, sadar atau tidak sadar. Sehingga ini selalu menjadi pengingat bagi saya, kalau saya mau orang menghargai, menyayangi, dan menerima saya, maka saya harus melakukan hal yang sama kepada orang lain terlebih dahulu, siapapun itu.

Itu semua adalah pilihan bagaimana kita menanggapi segala hal yang terjadi pada diri kita, marah atau menanggapinya dengan berpikir positif, itu pilihan. Namun tentu ada sisi baiknya ketika kita lebih memilih untuk berpikir positif dibandingkan melakukan keburukan yang sama. Jangan biarkan orang lain atau keadaan mengontrol kita sehingga membuat kita menyesal suatu saat nanti, tapi ubahlah itu menjadi hal positif, bahwa setiap orang di dunia ini pasti akan menyakiti satu sama lain, sadar atau tidak sadar, karena memang tidak ada manusia yang betul-betul baik sekalipun. Dengan begitu, kita dapat menjalani aktivitas kita dengan lebih ringan, jauh dari beban. Dibandingkan ketika kita memilih untuk marah, mengacaukan mood dan aktivitas yang kita lakukan.

Kita tidak sempurna, seberapa baik pun kita, rasa sakit, tidak nyaman, atau berbagai cobaan dalam bentuk apapun, tetap akan datang menguras perasaan dan pikiran kita. Kita tidak bisa membahagiakan semua orang, bukan itu tujuan kita hidup, tugas kita hanya berbuat baik, itu saja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.