badger sunscreen

Review Sunscreen Natural dan Organik : Badger Unscented Broad Spectrum SPF 30

Beauty

Sekitar dua bulan yang lalu, saya mencari tau merk sunscreen apa saja yang tidak membahayakan kulit. Namun sulit sekali menemukannya di pasaran ketika saya meneliti setiap bahan-bahan yang terkandung didalamnya. Karena seperti yang kita tau, beberapa sunscreen yang dijual di pasaran kerap mengunakan kandungan kimia berbahaya yang kelihatannya “aman”, seperti nano-zinc oxide. Untuk selengkapnya mengenai seluk beluk kandungan berbahaya di dalam sunscreen bisa dibaca dalam post ini.

Akhirnya waktu itu saya menanyakan beberapa merk sunscreen yang bagus kepada owner salah satu online shop langganan saya, yaitu charisse. Charisse memang memfokuskan penjualan produk berbahan natural dan organik saja. Akhirnya beliau menyarankan beberapa merk, seperti kiss my face, badger, coola, dan alba botanica. Akhirnya saya langsung mencari tau tingkat keamanan masing-masing produk melalui aplikasi EWG’s Healthy Living, as always.

Saya akhirnya memutuskan untuk membeli merk Badger karena memang memiliki tingkat keamanan paling tinggi dari segi bahan yang dikandung dibandingkan merk yang lain. Rupanya sunscreen dari varian Badger termasuk dalam 10 kategori sunscreen terbaik versi EWG. Akhirnya setelah yakin dengan pilihan saya, saya pun akhirnya memesan produk ini di online shop charisse, walaupun harus PO dulu, akhirnya barangnya pun sampai sekitar dua bulan yang lalu. Saya akan mencoba mereviewnya dari sisi pro dan cons produk ini setelah pemakaian selama dua bulan.

Pro

Safe Ingredients

Seperti yang saya sebutkan di atas, ketika saya mencari tau tingkat keamanannya melalui aplikasi EWG’s Healthy Living, hasilnya menunjukkan bahwa overall this product scores well and is a top choice for sun protection. Dari sisi risiko munculnya masalah kesehatan, produk ini memiliki score yang paling rendah, yaitu bernilai 1, namun bernilai excellent dalam hal proteksi dari sinar UV terhadap kulit. Bahan-bahan yang dikandungnya pun 100% tersertifikasi natural dan 98% organik.

badger sunscreen ingredients

Ingredients from label

Active Sunscreen Ingredient: Non-Nano, Uncoated Zinc Oxide 18.75%

Inactive Sunscreen Ingredients: *Helianthus Annus (Organic Sunflower) Oil, *Cera Alba (Organic Beeswax), Tocopherol (Sunflower Vitamin E), and CO2 Extract of *Hippophae Rhamnoides (Organic Seabuckthorn).* = Certified Organic

Sumber : www.ewg.org

Kalau dilihat dari kandungan bahan-bahannya memang tidak ada yang mencurigakan bukan? Bahkan hanya menggunakan 5 bahan saja. Itulah salah satu alasan saya memilih produk ini. Selain itu, bahan aktif utama yang digunakan untuk perlindungan dari sinar matahari pun menggunakan mineral yang aman, yaitu Zinc Oxide.

Water Resistant

Saya pribadi belum pernah berenang belakangan ini, sehingga tidak tahu bagaimana ketahanan produk ini dalam air. Namun badger meyakinkan konsumen bahwa produk ini water and sweat resistant selama 40 menit ketika bersentuhan dengan air, selebihnya harus dioleskan kembali setiap 40 menit. Namun, kalau ketahanan terhadap keringat atau ketahanan air ketika saya membasuh muka saat berwudhu, saya merasa produknya masih menempel di kulit karena saya masih melihat lapisan putih seperti saat saya mengoleskannya pertama kali, walaupun sedikit memudar. Namun ketahanannya bisa dibilang cukup lama dibandingkan merk lain yang pernah saya gunakan.

BPA & phthalate-free tube

Kalau dilihat dari segi packaging, tube yang digunakan bebas dari BPA dan phthalate. BPA sendiri sering digunakan agar plastik tidak mudah retak atau pecah dan terlihat transparan, sedangkan phthalate digunakan agar wadah plastik bisa bersifat lentur. Namun sayangnya, kedua bahan ini dapat bereaksi ketika suhu meningkat dan akan bercampur dengan isi produk, sehingga apabila dikonsumsi manusia (baik itu dimakan ataupun bersentuhan dengan kulit) maka akan menimbukan kekacauan hormon di dalam tubuh. Pada kenyataanya memang kualitas suatu produk tidak hanya ditentukan oleh isi produk saja, namun juga ditentukan oleh bahan pembuat packaging, karena jika isi produk sudah sangat baik namun dikemas dalam wadah kimiawi yang mudah bereaksi dengan isi produk, tentunya malah kualitas produk akan menurun bahkan cenderung membahayakan. Tak hanya itu, tube yang digunakan dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali (recyclable plastic), sehingga lebih ramah lingkungan.

No Animal Testing

Produk ini tidak diujicobakan pada hewan sehingga tidak menyakiti makhluk hidup. Biasanya percobaan dilakukan langsung pada responden dan diuji efek produk tersebut bagi kulit manusia dalam kurun waktu tertentu. Sehingga memang tingkat keamanannya sudah terjamin.

Non-GMO

GMO atau Genetically Modified Organisms adalah bahan pangan yang sudah direkayasa secara genetika, jadi tidak tumbuh secara alami. Orang yang mengonsumsi produk-produk ber-GMO akan menimbulkan reaksi alergi (apalagi jika kulit mereka tergolong sensitif), mengganggu fungsi gen yang dapat memicu penyakit baru, dan menyebabkan masalah dalam jangka panjang.

Non-Comedogenic dan No-Added Scent

Saya sudah memakai produk ini selama dua bulan, namun tidak ada perubahan berarti terhadap komedo di hidung saya, bukan berarti saya menjadi bebas dari komedo, namun sebelum atau semenjak menggunakan produk ini sekalipun komedo saya tetap banyak, jadi saya merasa memang tidak ada efek apa-apa terhadap permasalahan whiteheads saya.

Selain itu, produk ini tidak menggunakan parfum atau fragrance yang seringkali menyebabkan alergi pada kulit. Jika dicium sekalipun tidak menimbulkan bau yang menyengat atau berbau kimiawi, bahkan cenderung tidak berbau.

Cons

Hard to Blend

Saya sedikit tidak nyaman dengan tekstur creamnya yang terlalu pekat sehingga cukup sulit untuk saya membaurkannya ke kulit. Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat produk ini menyatu dan merata ke seluruh kulit jika tidak ingin meninggalkan efek putih berlebihan pada wajah. Walaupun demikian, efek putihnya hanya terlihat di awal pemakaian, ketika sudah diblend secara merata dan ditunggu beberapa lama, maka nantinya produk akan menyesuaikan dengan warna kulit secara otomatis.

Quiet Expensive

Harganya sekitar 340.000 untuk ukuran 87 ml dengan masa pakai selama setahun setelah produk dibuka. Cukup mahal untuk kantong mahasiswa seperti saya. Namun mengingat cukup sulit menemukan produk sunscreen natural dan organik di pasaran (saya sudah mencoba mencari di watson atau guardian sekalipun), akhirnya saya pun memutuskan untuk membelinya juga.

Cara Pemakaian:

Tuangkan sedikit produk di jari tangan, lalu aplikasikan di wajah, blend secara merata hingga tidak meninggalkan efek putih yang kentara, Badger menyarankan agar mengoleskan kembali secara berkala sesuai dengan tingkat SPF yang dipakai, jika SPF 30 lebih baik mengaplikasikan ulang setiap 3 jam sekali, apalagi saat matahari sedang terik-teriknya, jam 10 pagi sampai 3 sore. Selain itu, akan lebih baik memakai sunscreen 15 menit sebelum keluar rumah ketika produk sudah terserap merata ke kulit, sehingga fungsi penggunaanya menjadi lebih efektif.

Conclusion

Overall, saya cukup puas dengan hasil yang diberikan, biasanya ketika terpapar sinar matahari kulit saya akan sangat mudah memerah atau menggelap, namun saya tidak pernah menemukan lagi efek belang di wajah ketika memakai kerudung. Namun, mungkin saya akan mencari tau alternatif produk lain dengan kualitas yang sama namun cukup terjangkau dengan budget saya.

 

5 thoughts on “Review Sunscreen Natural dan Organik : Badger Unscented Broad Spectrum SPF 30”

  1. Hallo kak, sekarang masih pake sunscreen Badger kah ? atau udah nemu produk lain ?
    Tolong infonya dong sekarang pakainya apa hihi aku lagi cari sunscreen yang aman nihh

    Thank you, salam kenal 🙂

    1. halo salam kenal juga ya, sebenarnya belum abis, tapi karna uda lama bgt aku pakainya, jadi aku stop, sekarang aku pakai minyak kelapa dari indoganic atau moisturizer dari frank body aja 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.