value hidup gaya hidup sehat

#3 Live with Your Values – Sticking with a Healthy Lifestyle

HEALTH Personal

Dari awal blog ini dibuat, komit saya saat itu ingin sekali menjadikan blog ini sebagai jurnal pribadi dalam merekam keberjalanan saya dalam memperbaiki hidup saya secara menyeluruh, dulu topik awal yang sangat gencar saya pelajari adalah tentang gaya hidup sehat, saya sudah menulis lumayan banyak tulisan tentang gaya hidup sehat sebelum blog ini akhirnya merambah ke kategori lain, seperti beauty dan home & living, seiring dengan ketertarikan saya dengan ilmu-ilmu basic hidup seperti itu yang semakin bertambah.

Namun, sampai kapanpun topik kesehatan ini selalu menarik diri saya untuk mencari tau lebih dalam dan terjun kedalamnya langsung dalam bentuk praktek nyata.

Selama ini saya cukup berusaha untuk menjalani gaya hidup sehat ini, tak urung juga terkadang plan saya bubar jalan, karena nafsu untuk makan yang tidak terkontrol. Saya sudah sering mengatakan tentang pentingnya lingkungan yang memiliki visi yang sama dengan kita untuk me-maintain semangat diri, namun sampai sekarang saya belum menemukannya, semangat saya hanya berasal dari buku yang saya baca, tulisan blog inspiratif dari pakar kesehatan atau video youtube menarik akan topik terkait, namun prakteknya sangaaaaat susah.

Teman-teman saya jarang yang memiliki visi yang sama, saya kadang merasa tidak punya teman untuk disemangati untuk stick pada gaya hidup ini, tak ada teman yang bisa saya ajak sharing tentang gaya hidup sehat, banyak dari mereka yang tau saya menulis tentang gaya hidup sehat di blog, namun saat ketauan saya makan makanan yang cenderung tidak sehat, komentar pedas, tatapan mata, dan pemikiran mereka terkadang semakin menjatuhkan semangat saya. Terkadang saya ingin mengatakan kepada mereka, “saya juga jenuh untuk berjuang sendiri, ada kalanya saya sangat butuh lingkungan yang kondusif”, tapi kenyataannya lingkungan saya sangat jauh dari itu.

Ada yang katanya hidup sehat, namun visinya beda dengan saya, jadi sama saja konten pembicaraannya tetap saja berbeda, mereka berbicara tentang cara mengurangi berat badan dengan hidup sehat (yang menurut saya menyiksa diri, bukan lagi sehat), sedangkan saya pribadi memang niat awal ingin merubah basic hidup saya secara menyeluruh, benar-benar mendalami gaya hidup sehat agar hidup saya menjadi “sehat”, bukan semata untuk menurunkan berat badan. Salah kaprah tentang makna hidup sehat inilah yang membuat saya menelan bulat-bulat pemikiran saya pribadi, karena memang arahnya tidak sama.

Saya tau sekali ini akan sulit bagi saya sampai kapanpun selama saya ada di lingkungan ini terus menerus, namun saya benar-benar tidak punya kuasa untuk mengubah lingkungan, kadang saya mikir “ini aku pengen hidup sehat, tapi otak mikir terus, stress gini, gimana bisa sehat coba,” saya sarar betul kalau sehat bukan cuma tentang apa yang kita makan, tapi juga apa yang kita pikirkan dan rasakan, semua satu kesatuan.

Saya benar-benar jenuh dan butuh disemangati pada masa-masa tertentu, dan mungkin kedepannya juga bakal seperti itu, tapi yang saya benar-benar pelajari selama ini adalah saya terlalu keras pada diri saya yang akhirnya membuat saya cepat bosan dan jenuh.

Sempat beberapa kali saat pulang kuliah dengan perut sangaaaaattt lapar, saya kekeuh gak mau beli makanan jadi yang dijual di warung atau manapun, mikirnya “aku pasti kuat masak, pasti!”, padahal saat itu saya benar-benar dalam keadaan lelah ditambah lagi perut keroncongan. Akhirnya apa? sampai rumah saya sampai habis tenaga, gak bisa bangun dari tempat tidur sangking lemas sekali, pikirannya saat itu “duh kenapa maksa diri banget sih, kenapa gak beli aja tadi.”Β  Mau keluar buat beli makan lagi, lemesnya minta ampun, akhirnya tahan lapar sampai ketiduran, miris banget gak sih? Kejadian seperti ini bahkan terjadi sampai beberapa kali.

Saat-saat seperti ini semangat saya semakin down, saya mulai banyak menyalahkan, kenapa temen saya gak ada yang supportif, kenapa lingkungan aku gini, kenapa susah banget buat stick sama hal positif, dan bla bla bla.

Yang saya sering lupa adalah 20 tahun hidup saya selama ini sudah terlalu merasa nyaman dengan makanan biasa yang tidak terkontrol kadar nutrisinya, maka mengubah itu dalam sekejap mata itu magic, gak akan pernah bisa.

gaya-hidup-sehat-2-683x1024

Maka belakangan ini saya benar-benar “berbuat baik” kepada diri sendiri, kalau terlanjur makan makanan yang kurang sehat, saya menahan diri untuk tidak down duluan, mencoba memaafkan diri sendiri, terkadang sampai bermonolog pada diri sendiri dengan kata-kata “yaudah put gak papa, kita coba dikit-dikit ya”, sambil mengelus lengan tangan sendiri, mencoba memberikan rasa positif yang tidak bisa diberikan oleh orang lain kepada saya. Ini kedengerannya miris banget yah, tapi memang kenyataannya seperti itu, dengan lingkungan seperti ini, saya cuma bisa mengandalkan diri sendiri, menguatkan hati, mengontrol pikiran saya agar tidak negatif duluan, dan itu masya Allah beratnyaaaaa. :’)

Saya coba menyemangati diri bahwa inilah adalah journey, butuh waktu yang lama untuk mengubah sesuatu yang sudah melekat erat pada diri, dan kalau saya lihat lagi keberjalanan saya selama dua tahun ini. Saya mulai merasa progress-nya, kalau dulu saya kalap beli ini itu yang berlabel natural atau organik (skin care, hair care, atau makanan sekalipun), belakangan ini saya merasa jauuuuuuhhh bisa menahan diri semenjak mengenal gaya hidup minimalis. Walaupun mungkin terlihatnya sederhana, namun terkadang kalau mengingat ini, ada ketenangan secara pribadi di tengah down yang saya rasakan, saya mengenggam tangan saya sendiri, mengelusnya pelan, lalu mengatakan pada diri sendiri “kamu sudah cukup jauh dibandingkan kamu yang dulu, tetap semangat!”

Saya terus mencoba untuk hidup dengan penuh kesadaran akan apa yang sedang saya rasakan, pikirkan, dan lakukan. Kadang belok sana, belok sini, saya menguatkan hati mengatakan pada diri bahwa itu hal yang wajar, yang namanya jalan kebaikan itu memang tidak akan pernah mulus, omongan, tatapan, perilaku, dan pemikiran yang tak diharapkan akan selalu mengiringi proses ini. Saya terus bertanya pada diri, “untuk siapa sebenarnya kamu usaha mati-matian seperti ini, put?” Oke, “Maka hanya dengan mengingat-Mu lah aku merasa cukup”.

Dan pada akhirnya ini adalah tulisan terakhir saya dalam topik live with your values. Saya sudah menjelaskan semua nilai hidup yang saya percayai dan on progress ke arah sana, harapannya ada pengingat selalu ketika masa-masa krisis kepercayaan diri itu datang dengan membaca kembali konten ini. Semangat bagi semua yang sedang berjuang berpegang teguh pada prinsipnya selama ini, saya doakan dari sini. πŸ™‚

2 thoughts on “#3 Live with Your Values – Sticking with a Healthy Lifestyle”

  1. Nemu blog ini saya berasa punya teman 😁. Sering sedih soalnya kalo merasa cuma sendiri berjuang untuk hidup sehat dan zerowaste dikalangan teman-teman di kampus. Samangat ya, jangan mudah menyerah, selalu optimis, dan percaya bahwa apa yang kita usahakan hari ini pasti akab terlihat hasilnya dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.