sehat dalam islam

Live Healthy Doesn’t Mean You Will Live Longer (Islam Perspective)

HEALTH Personal

Sering gak sih denger pernyataan begini keluar dari mulut seseorang?

“Sayang ya dia telat ketauan sakitnya, coba duluan dibawa ke rumah sakit, mungkin bisa selamat.”

dan berbagai pertanyaan atau pernyataan bentuk serupa lainnya.

Tulisan ini saya buat dalam perspektif islam, karena saya sendiri adalah seorang muslimah.

Saya menduga ada salah kaprah antara “kesehatan dan hidup lebih lama” di dalam pandangan kita.

Menurut saya, sehat dan kematian itu dua hal yang berbeda.

Kematian itu adalah mutlak, semua orang di dunia ini sudah ada ketetapan kapan ia akan mati.

Maka masalah sehat itu bukan berarti kita tidak akan mati atau hidup lebih lama.

Kita hanya sedang berusaha bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, dengan menjaga dan memelihara apa yang sudah dikaruniakan Allah.

Hadits Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Kalau setiap orang sudah ditentukan waktu matinya kapan, maka mau ia dalam keadaan sehat atau sakit pun maka ia akan tetap mati.

Tujuan untuk sehat adalah agar jiwa dan raga terus kuat untuk beribadah kepada Allah, seperti menjalankan aktivitas yang bermanfaat dan beribadah wajib atau sunnah lainnya.

Maka menjalani pola hidup sehat adalah bentuk ikhtiar (usaha) kita untuk menghargai apa yang Allah berikan dan untuk mensupport kita dalam menjalani aktivitas di dunia.

Kalau tubuh ini sehat, tentu kita akan lebih mudah untuk solat, untuk berpuasa, untuk membantu orang lain, dsb.

Saat sakit, pergerakan kita cenderung terbatas, walaupun dalam islam ada ketentuan-ketentuan khusus dalam beribadah ketika seseorang sakit.

Tapi maksud saya adalah ibadah sosial, bukan ibadah personal, seperti solat, berpuasa, dsb. Kalau kita sehat, kita mampu bepergian jauh untuk menuntut ilmu, menyebar manfaat kepada komunitas tertentu atau orang lain, bersilaturrahmi dengan keluarga, atau sekedar membantu orang-orang terkasih untuk meringankan beban mereka, dan menjemput pahala jariyah lainnya.

Maka dari itu, untuk mensupport kegiatan mulia tersebut, kita butuh sehat.

Nantinya, ketika ajal kita memang sudah tiba, walaupun kita dalam kondisi sehat sekalipun, maka tetap saja, kita semua akan menjemput akhir hidup masing-masing.

Jadi tidak ada hubungannya kalau kita hidup lebih sehat maka kita akan menunda kematian kita sendiri.

Kita tidak bisa memilih kapan kita akan mati, tapi kita bisa memilih bagaimana cara kita mati.

Maka apabila kita melihat mereka yang sakit ketika penghujung akhir hidupnya, mungkin saja itu adalah keteledoran ia dalam menjaga kesehatannya di waktu sehat, maka Allah menjadikan perantara sakit untuk menjemput ajalnya.

Sebaliknya, mungkin kita pernah mendengar atau melihat seseorang yang sudah berikhtiar untuk sehat sedemikian rupa tapi tetap saja menderita sakit tertentu, mungkin itu juga bentuk ujian yang Allah berikan kepada kita, seperti untuk menggugurkan dosa-dosanya terdahulu.

Dalam sakit itu, teruslah berikhtiar untuk sehat, karena obat dari segala obat adalah pemberian dari Allah SWT. Seperti yang sudah kita ketahui, Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya ketika kita sudah melakukan dua hal, yaitu ikhtiar (usaha dan doa), dan tawakal (serahkan hasil dari usaha kita kepada Allah SWT.).

Karena inti dari hidup ini adalah hiduplah dengan sebaik-baiknya. Pandai-pandailah melihat apa yang Allah lebihkan kepada kita dan jadikan ia sebagai sarana ibadah kepada Allah. Kita diberi kelebihan dalam kesehatan, maka beraktivitaslah sebaik-baiknya dalam hal positif untuk menjemput ridha Sang Khaliq.

Kita diberi kemudahan dalam mencerna ilmu, maka jadikan ia sebagai sarana untuk menebar manfaat melalui ilmu-ilmu yang kita bagikan kepada orang lain.

Bagi orang yang beriman, maka ia akan melihat bahwa karunia yang Allah berikan kepada kita adalah sebagai peluang untuk beribadah kepada-Nya. Maka dari itu, jangan sia-siakan hidup, teruslah melakukan hal bermanfaat.  Ini juga bentuk self reminder bagi saya pribadi. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.