rentang_kisah_gitasav-1024x576

Rentang Kisah by Gita Savitri Devi, Finding Meaning in Life

Books to Read Journal

Saya kayaknya uda telah banget yah ngereview buku ini..

Tapi gak papa, saya tetep bakal review, mungkin di luar sana masih ada yang belum tau atau belum berniat membeli buku ini. Maka semoga dengan tulisan ini, bisa semakin membulatkan tekad apakah buku ini pantas di beli atau tidak.

Sekaligus apresiasi untuk gitasav yang sudah menulis buku ini ditengah ke-hectic-an hidupnya, yang insya Allah bernilai positif.

Sebenarnya saya uda pernah baca buku ini sampai habis waktu di gramedia, waktu itu saya emang rampungin langsung selama dua jam sambil duduk di kursi yang disediain di gramed.

Gaya bahasanya ringan sih, cuma saya agak gimana ya dengan sudut pandang yang gita pake di bukunya, yaitu aku kamu, sedangkan saya yang sering banget selama ini nonton video di youtube atau baca blognya uda terbiasa banget dengan gaya bahasanya yang loe gue. Agak rancu sih pas bacanya, mungkin kedepannya saya harap gita bisa jadi apa adanya dia dalam mengutarakan isi kepalanya dalam buku dengan gaya bahasanya sendiri, karena menurut saya itu yang lebih ngena sih, hehe, tapi ini dari perspektif saya aja, mungkin pembaca yang lain oke-oke aja sih.

Lanjut.

Buku ini emang ukurannya lebih kecil dari A5 ya, besaran hurufnya juga enak dibaca, gak terlalu kecil, makanya saya baca aja bisa langsung rampung dalam dua jam, selain itu juga gaya bahasa gita disini mudah dipahami, jadi gak perlu mikir banyak pas baca bukunya.

Nah, lucunya, setelah saya baca buku gita di gramed langsung tanpa beli saat itu, suatu hari saya pengen banget baca ulang lagi, eh rupanya temen saya punya, jadi saya rampungin lagi bacanya untuk kedua kalinya. Dan rasanya masih sama, energi positif saya semakin bangkit lagi.

Saya uda pernah bahas tentang gita di postingan saya yang Mau Jadi Apa Kamu?

Dari awal saya nonton videonya gita, saya langsung klik banget sama dia, karena cara berpikirnya hampir sama dengan saya pribadi, kadang terlalu kritis, otak kayak gak pernah berhenti mikir, kenapa ini begini, kenapa itu begitu.

Rupanya karena banyak pikir inilah yang ujung-ujungnya rupanya membawa hidayah kepada gita, sama seperti saya. Dan itu semua gita jelasin di bukunya, awal mulai ia mengenal islam, hijrah, dan berusaha terus untuk memperbaiki diri.

Di buku ini, gita cerita banyak bagaimana proses ia bisa merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Entah bagaimana semua ini bisa terjadi, semua yang dulu kupikir nggak masuk akal, sekarang tiba-tiba jelas. Sekarang, aku mengerti kenapa orang yang dekat dengan Tuhan adalah orang yang paling beruntung, orang yang paling tenang hidupnya.

Hatiku yang dulu penuh rasa iri, ingin menang, ingin lebih dari orang-orang, dan gampang mengeluh jika ada yang tidak berjalan sesuai rencana, sekarang cuma bisa merasakan nikmat ketika hidup diberi cobaan.

Karena gita menceritakan sedemikian rupa proses ia bertransformasi dalam hal berpikir dan bersikap, dan disitulah ia mulai mendapatkan ilham untuk memperdalam pemahamannya terhadap agama, lantas berhijab.

Gita mengatakan bahwa umur 20 tahun itu rasanya hidup mulai aneh, banyak peristiwa di luar ekspektasi harus kita hadapi dan rupanya jika kita merespon dengan baik, maka hikmahnya akan mudah sekali kita ambil dalam bentuk penguatan karakter diri yang lebih baik.

Terkadang bukan tugas manusia untuk merencanakan hidup terlalu jauh, terlalu banyak berekspektasi terkadang tidak baik, itu yang gita katakan ketika awal mula ia harus melalui realita yang berlawanan dengan rencana yang ia buat di kepalanya sendiri. Tugas manusia hanya berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah Swt.

Hidup merantau jauh dari orang tua dengan ekonomi pas-pasan membuat mental gita semakin terasah. Pilihan-pilihan hidup yang ia ambil rupanya memberikan banyak pembalajaran hidup bagi dirinya, salah satunya karena mengubah lingkungan pertemanan.

Di buku ini juga gita menjelaskan bagaimana ia menjadi perantara Paul dalam menjemput hidayahnya, yang sesungguhnya tidak mudah bagi mereka berdua.

Semakin kesini gita mengatakan bahwa ambisi duniawinya semakin berkurang, ia hanya ingin menebar manfaat di dunia ini, entah karir apa yang ia jalani suatu saat nanti, tapi ia tetap berkeinginan besar untuk memberi dampak positif bagi orang lain.

Harga buku ini kalau gak salah 75.000 dan bisa dibeli di gramedia.

Kesimpulan saya, untuk kamu yang punya sifat keras kepala, pemikir keras, egois, achievement-oriented tapi di satu sisi pemalas, banyak bingung, banyak galau, terlalu mengandalkan akal dan logika, namun tetap punya keinginan dalam benak diri untuk berubah, maka buku ini cocok banget untuk kamu. ๐Ÿ™‚

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.