College Life, Educational, SBM ITB

Perbedaan Jurusan Teknik Industri dan Jurusan Manajemen

Ada yang uda pernah tau atau dengar kalau teknik industri itu umumnya belajar tentang manajemen?

Yang uda pernah dengar, mungkin beberapa ada yang bingung atau bertanya-tanya, lantas beda teknik industri di jurusan IPA dan manajemen di jurusan IPS itu apa?

Tapi sebelumnya, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu untuk kamu semua yang belum pernah dengar kalau jurusan Teknik Industri kebanyakan belajar manajemen, maka saya akan coba jelaskan secara singkat dulu sebenarnya apa sih yang dipelajari di Teknik Industri dan Manajemen, berhubung memang saya sebelumnya pernah di jurusan Teknik Industri selama dua tahun lalu pindah ke Manajemen SBM ITB karena merasa salah jurusan.

Dulu awalnya saya pilih Teknik Industri karena memang saya ingin belajar manajemen, tapi karena memang saya takut belajar IPS dari awal lagi (Saya di SMA jurusan IPA), maka saya cari tau jurusan Saintek yang masih terkait dengan ilmu Manajemen. Lantas, berakhirlah saya menjadi salah satu mahasiswa Teknik Industri Unsyiah Aceh saat itu.

Namun, setelah dua tahun kuliah, saya merasa ekspektasi saya sebelumnya sangat berbeda jauh dengan realita.

Seorang Teknik Industri adalah seorang Productivity Engineer dimanapun dia berada.” – Prof Dr. Matthias Aroef (Pendiri Teknik Industri ITB)

Seorang teknik industri adalah seorang yang berhadapan dengan sistem. Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi. Seorang teknik industri dapat menemukan cara yang lebih baik dalam hal apapun.

Kata kunci teknik industri adalah produktifitas, efektivitas, dan efisiensi.

Sumber : www.itb.ac.id

Saya sadar, dulu memang saya tidak mencari tau secara mendetail mengenai jurusan Teknik Industri, saya hanya berpatokan bahwa di Teknik Industri saya akan belajar tentang manajemen.

Realitanya? Memang tidak sepenuhnya salah. Dosen saya di manajemen pernah mengatakan bahwa ketika Manajemen diaplikasikan pada sebuah jurusan lain akan menghasilkan jurusan baru. Ketika ilmu manajemen diaplikasikan ke jurusan Mesin maka akan melahirkan jurusan baru, yaitu Teknik Industri. Tidak heran, saat saya belajar di Teknik Industri dulu, saya harus belajar beberapa mata kuliah Teknik Mesin, contohnya saya harus belajar tentang material, teknik permesinan, dll. Dan sejujurnya bukan itu ekspektasi awal saya tentang jurusan TI, saya kira saya akan banyak belajar tentang manajemen bisnis.

Dosen saya di Teknik Industri dulu juga pernah mengatakan bahwa mahasiswa TI harus belajar dasar-dasar mata kuliah Teknik Mesin supaya tidak ditipu oleh bawahan dan bisa memilih pilihan terbaik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan sumber daya, contohnya mengetahui material terbaik yang harus dipakai untuk sebuah produk, pilih menggunakan baja atau besi? mana yang lebih murah? mana yang lebih ringan? mana yang paling tahan korosi? pertimbangan-pertimbangan seperti ini harus dikuasai oleh para lulusan TI, maka dari itu mereka harus tau ilmu tentang material, permesinan, yang memang dipelajari di Teknik Mesin. Oh iya, saya belum mengatakan bahwa salah satu prospek lulusan TI itu sebenarnya adalah menjadi Engineering Manager yang membawahi para engineer di dalam sebuah prusahaan, para engineer inilah yang merupakan lulusan dari teknik lainnya, seperti teknik elektro, mesin, kimia, dll. Pada dasarnya profesi dari lulusan TI adalah menentukan bagaimana caranya sebuah manufaktur bisa menghemat modal dan mengefisiensikan sumber daya yang dimiliki, untuk mengatur semuanya berjalan dengan baik diperlukan imu manajemen (manajemen dalam ilmu engineering). Dan karena itu, jujusan TI harus mempelajari berbagai dasar keilmuan teknik lainnya, tidak hanya dasar manajemen dan dasar teknik mesin, karena di sebuah manufaktur, beberapa ilmu teknik akan saling tumpang tindih dan berkaitan satu sama lain. Seperti kalimat yang saya kutip sebelumnya dari website ITB,  Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi, maka dari itu kamu juga akan belajar mata kuliah teknik elektro untuk mengenal sistem informasi dan sumber daya energi serta aplikasinya, bahkan kamu akan belajar ilmu psikologi karena kamu harus memanajemenkan sumber daya manusia di sebuah manufacturing.

Saat saya masuk ke jurusan Manajemen SBM ITB sekarang, saya akhirnya tau perbedaan antara Teknik Industri dan Manajemen. Keilmuan Teknik Industri cenderung diaplikasikan pada sebuah bisnis yang sudah berdiri dan stabil atau sudah memiliki sistem, biasanya perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki nama. Sedangkan manajemen lebih mengaplikasikan keilmuannya dari tahap nol sampai akhir, dari bisnis start up sampai bisnis besar yang sudah memiliki sistem terintegrasi, dari tahap planning dengan melakukan market research saat bisnis belum ada hingga tahap mengembangkan rencana yang sudah dibuat. Maka tidak heran banyak lulusan Manejemen yang berkarir dengan membangun bisnis sendiri, karena memang mereka belajar membangun start up dari awal, mereka akan belajar Operation, Marketing, Finance, dan Human Resource, keahlian inilah yang tidak dipelajari secara mendalam di Jurusan Teknik Industri.

Namun, memang ada beberapa mata kuliah di TI dulu yang saya temukan dan pelajari kembali di Manajemen, kebanyakan memang yang berhubungan dengan konsentrasi Operation. Karena memang di konsentrasi Operation banyak mempelajari tentang manajemen dalam proses operasi, dari raw material sampai produk jadi, ilmu ini yang kebanyakan dipelajari di jurusan TI. Maka dari itu, banyak mahasiswa manajemen tidak ingin mengambil konsentrasi operation pada saat tingkat akhir karena takut bersaing dengan anak Teknik Industri di lapangan kerja nanti yang lebih banyak mempelajari tentang sistem operasi dengan lebih mendalam.

Mungkin itu saja penjelasan singkat saya mengenai topik kali ini, semoga menjawab rasa penasaran dan kebingungan adik-adik ya 🙂

*konsentrasi : bisang keahlian yang ingin difokuskan dalam sebuah jurusan.

Leave a Reply

Required fields are marked*