coconut sugar dan madu

Natural Sweetener and Sugar Alternative for Your Better Health

HEALTH

Sudah beberapa bulan saya tidak menyetok gula putih di kosan. Saya memang sedang niat mengurangi konsumsi gula putih berlebih sejauh ini. Salah satunya dengan mensubsitusi gula putih dengan alternatif pemanis lain yang lebih alami.

Keluarga di pihak ayah saya memang memiliki penyakit diabetes turunan dan sayangnya ayah saya sudah menderita penyakit tersebut sejak saya SMA. Saya selalu diwanti-wanti oleh ayah saya untuk mengurangi konsumsi makanan yang terlalu manis sejak dulu. Untuk itu, saya berusaha tidak jajan sembarangan dan mengolah makanan sendiri di kos ketika bepergian keluar. Sesekali memang saya akan makan di luar atau jajan makanan karena memang terkadang saya tidak memiliki waktu yang cukup untuk sekedar menyiapkan makanan sederhana. Namun, saya tetap mengontrol makanan yang saya beli adalah bersih dan setidaknya memiliki porsi sayuran didalamnya.

Ketika mengolah makanan, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, saya akan memilih untuk menggunakan pemanis alami agar makanan tidak terasa hambar dan sebagai salah satu bumubu penyedap pengganti penyedap buatan. Saya biasanya menggunakan madu atau coconut sugar (gula kelapa) untuk pemanis minuman dan makanan.

Madu

Madu yang saya konsumsi memang bukan yang jenis raw honey. Kandungan raw honey memang lebih kaya akan nutrisi dibandingkan dengan madu yang sudah diproses sedemikian rupa seperti madu nusantara ini. Harganya pun relatif lebih mahal. Saya sejujurnya tidak sanggup menyetok raw honey setiap saat, karena berat di harga. Hampir setiap pagi madu ini saya gunakan untuk campuran oatmeal saya agar tidak hambar, karena penggunaannya sering, saya tidak sanggup membeli raw honey yang harganya diatas 350 ribu setiap kali madu saya habis. Kalau madu nusantara ini berkisar 110 ribuan. Saya beli di Setiabudhi Supermarket, di Indomaret juga dijual.

Coconut Sugar

Nah, saya biasanya menggunakan coconut sugar untuk campuran kopi, kadang-kadang saat memasak bubur kacang hijau atau membuat agar-agar, saya juga menggunakan gula ini sebagai pemanis. Rasanya tidak jauh beda dengan gula pasir, cuma indeks glikemiknya lebih rendah, gula kelapa mengandung serat yang dikenal sebagai inulin yang berfungsi memperlambat penyerapan gula dalam tubuh, karena itu gula kelapa mengandung indeks glikemik yang rendah.

Namun, walaupun termasuk dalam gula alami, coconut sugar juga termasuk gula yang seharusnya tidak terlalu banyak dikonsumsi setiap hari, walaupun mengandung gizi tambahan, namun itu hanya dalam sejumlah kecil. Anda harus memakan sebanyak mungkin gula kelapa, baru gizi tersebut akan terpenuhi. Ini tidak dianjurkan, karena ketika Anda meningkatkan konsumsi gula kelapa, maka kadar gula dalam tubuh juga akan ikut naik disamping kebutuhan gizi sampingan yang dikandung gula kelapa tersebut terpenuhi.

Gula kelapa sedikit lebih baik daripada gula putih, tidak masalah jika ingin mengonsumsinya, namun juga harus dibatasi. Saya beli produk ini di Supermarket Setiabudhi Bandung dengan harga 42.000 per 454 gram dan produk ini juga berlabel organic, gluten free, vegan, free artificial preservative, dan minimal process.

Itu saja sharing singkat saya kali ini, semoga bermanfaat, Be wise! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *