Laptop, girl, desk

What Carreer is Right For Me?

Personal

Saya pernah beberapa kali mendengar kata-kata seseorang yang memuji dan mendambakan sebuah pekerjaan yang orang lain lakukan.

“Enak ya kerja kantoran, gaji aman”

“Enak ya jadi pengusaha, mau travelling kapan aja gak masalah”

Di saat seperti ini, saya langsung bisa menduga bahwa seseorang tersebut mungkin sedang berada dalam fase dimana ia tidak enjoy dengan hidupnya. Kenapa saya bilang seperti itu?

Ada banyak orang di luar sana yang memiliki mimpi untuk menjadi “seseorang”, namun pada akhirnya hanya berakhir sebatas mimpi, mereka tidak berusaha mengalahkan kenyamanan dan hanya stay di tempat, pada akhirnya impian mereka tidak terwujud. Saat menemukan seseorang yang merupakan duplikat dari sosok yang ia impikan, ia mulai memuji atau bahkan membandingi dirinya dengan orang tersebut.

Dan pada akhirnya mereka tidak memiliki pilihan lain, mereka bekerja karena memang “hanya itu” pekerjaan yang memungkinkan yang bisa mereka lakukan.

Sesungguhnya saya percaya bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih baik di dunia ini, asalkan masih sesuai dengan kaidah agama, walaupun seorang pengusaha bisa bebas memanfaatkan waktu mereka tanpa terikat rutinitas, walaupun seorang karyawan hampir dipastikan bisa mencapai level ternyaman dalam hidup mereka dengan gaji tetap yang ia miliki, namun tidak akan berarti jika ia tidak mencintai apa yang ia lakukan.

Berjuanglah untuk sesuatu yang Anda impikan. Sungguh disayangkan mereka yang ingin menjadi seorang engineer berakhir menjadi seorang guru yang bertolak belakang dengan mimpi mereka. Saya tidak berarti menjatuhkan profesi guru, namun yang saya tekankan disini adalah sungguh disayangkan pada saat Anda menjadi guru nantinya, Anda malah tidak menikmatinya dan mengerjakan pekerjaan Anda setengah hati, bukan hanya Anda yang merugi disini, anak didik Anda yang selayaknya menerima pendidikan terbaik malah mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Tentu Anda tau bukan saat kita tidak menjiwai apa yang kita kerjakan maka cukup sulit untuk mendalami bidang yang sedang kita geluti tersebut. Pikirkanlah impact dari keputusan Anda tidak hanya untuk Anda pribadi tapi mereka yang akan berhubungan dengan Anda suatu hari nanti.

Maka dari itu, berjuanglah untuk menciptakan pilihan-pilihan sehingga Anda bisa memilih ingin menjadi apa suatu hari nanti. Sekali lagi, tidak ada pekerjaan yang lebih baik, asalkan Anda menjiwai dan totalitas dengan apa yang Anda geluti. Silahkan menjadi seorang seniman, silahkan menjadi seorang desainer, silahkan menjadi seorang penulis, dsb. Satu lagi, jangan sampai ketika kita menggeluti bidang yang kita impikan malah kita melupakan tanggung jawab dan peran kita di hal lain. Seorang perempuan yang ingin memiliki keamanan finansial dengan menjadi karyawan sejatinya jangan sampai mengenyampingkan peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, disinilah konsekuensi bermain peran, belajarlah mengatur waktu di sela aktivitas padat Anda untuk memiliki waktu dengan keluarga. Seorang yang berkeinginan menjadi pengusaha jangan sampai melewatkan peran dimana ia adalah seorang ayah, anak, atau lainnya, jadi jangan sampai kelewat batas mengejar namun kita tertinggal jauh dari peran penting kita yang lain. 🙂

Maka dari itu, jangan menghakimi pilihan orang lain. Pengusaha, karyawan, dokter, mungkin bukan pekerjaan terbaik bagi semua orang. Kalau semua orang menjadi pengusaha, siapa yang akan menjadi karyawanmu yang membantumu untuk menjalankan bisnis?

Saat kendaraanmu rusak di tengah jalan, siapa yang akan membantu memperbaiki kendaraanmu selain tukang bengkel yang ada di pinggir jalan? Saat kamu sibuk dengan pekerjaanmu dikantor dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjaga anak, siapa yang kamu cari untuk mengganti pekerjaanmu tersebut? Baby sitter bukan? Tentu semua orang akan kewalahan jika tidak ada mereka yang sejatinya sering diremehkan orang lain. Dukung dan hargailah setiap pilihan hidup yang orang lain ambil, kita bukan yang terbaik dan mereka pun bukan yang terbaik. 🙂

#NotetoSelf

2 thoughts on “What Carreer is Right For Me?”

  1. Tulisannya sangat inspiratif dan semua itu dalam hidup masalah pilihan. Bisa jadi apa yang kita angan-angankan tak cukup baik dibandingkan yang sedang dijalani kini. Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *