Beauty, HEALTH, Info & Tips, Product Reviews, Product Reviews

Memilih Pasta Gigi yang Aman untuk Kesehatan, Bebas Fluoride dan Triclosan

Banyak orang yang sering menyepelekan pemilihan produk perawatan pribadi mereka karena beberapa alasan, bisa karena faktor harga atau bahkan belum mengetahui tentang efek bahaya yang ditimbulkan oleh beberapa produk personal care yang dijual di pasaran, salah satunya adalah pasta gigi.

Salah-salah memilih pasta gigi malah bisa membuat gigi menjadi rapuh dan mudah patah atau berlubang. Saya pribadi semenjak setahun ini mulai beralih ke produk-produk yang berbahan natural bebas dari bahan kimia berbahaya, salah satunya adalah produk pasta gigi.

Malah memang dianjurkan pemilihan produk pasta gigi berbahan natural ini sudah dilakukan semenjak anak-anak, pertumbuhan gigi anak juga disupport oleh penggunaan produk yang dapat memperkuat gigi sehingga saat dewasa gigi mereka tidak mudah rapuh. Sekarang sudah banyak beredar di pasaran pasta gigi anak-anak yang berbahan natural, mungkin bisa dicari di toko obat terdekat atau mengunjungi webstore yang menjual produk-produk organik dan natural seperti namaste-organic.

Untuk yang berbahan natural, saya biasanya menggunakan natural toothpaste dari brand Nature’s Gate varian whitening gel. Produk ini diclaim :

  • Fluoride Free
  • Paraben Free
  • Sulfate Free
  • No Sodium Lauryl/Laureth Sulfate (SLS)
  • No Artificial Flavors or Sweetener
  • No Animal By-Products or Testing
  • Crueltry-Free and Vegan

Konon, fluoride yang sering dikatakan sebagai salah satu kandungan wajib yang harus ada di pasta gigi ini dapat membantu memperkuat email gigi dan mencegah gigi berlubang, tapi banyak juga yang mengatakan bahwa fluoride ini berbahaya apabila tertelan manusia karena dapat menyebabkan kanker tulang pada pria dan gangguan fungsi otak. Memang infonya masih simpang siur, nampun dari artikel-artikel yang telah saya baca akan sangat lebih baik jika anak umur 3 tahun ke bawah menggunakan pasta gigi yang bebas fluoride karena berbahaya jika tertelan anak-anak.  Pada situs ewg.org sendiri, memang untuk orang dewasa tidak ada pelarangan menggunakan fluoride dalam pasta gigi secara langsung, namun untuk anak-anak sangat dianjurkan untuk menggunakan pasta gigi bebas fluoride sampai mereka bisa terampil dalam membilas atau meludah sisa pasta gigi setelah menyikat gigi. Namun memang tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dengan memilih alternatif seaman mungkin.

Nah, kalau paraben sendiri memang sudah banyak yang mengenalnya. Sama dengan fluoride, penggunaan paraben dalam produk skin care dan personal care memang masih belum menemukan titik kejelasan yang pasti tentang efek bahayanya terhadap tubuh. Paraben konon dapat menyebabkan terganggunya sistem endokrin, gangguan reproduksi dan perkembangan/pertumbuhan. Kandungan ini biasanya digunakan sebagai produk pengawet agar produk bisa bertahan lama. Kalau dilihat dari situs ewg.org, paraben merupakan salah satu kandungan yang sebaiknya dihindari pemakaiannya.

Kalau sulfate dan SLS sendiri diyakini tergolong highly toxic yang dapat mengiritasi kulit khususnya mereka yang memiliki kulit sensitif. Biasanya SLS ini digunakan untuk membuat tekstur pasta gigi menjadi foamy. Saat menggunakan produk ini memang busa yang dihasilkan sedikit sekali namun juga tidak membuat kegiatan menyikat gigi menjadi kurang bersih. Malah saat saya menggunakan produk ber-SLS, kulit sekitar bibir saya sering kali menjadi terlalu kering, terkelupas, dan sakit.

Satu lagi bahan berbahaya yang mutlak harus dijauhi dalam pasta gigi adalah triclosan atau triclocarban. Triclosan sendiri biasanya digunakan pada liquid soap sedangkan triclocarban pada soap bar. Senyawa ini dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid dan gangguan hormon reproduksi yang dapat mengubah material genetik, menurunkan kesuburan dan fungsi seksualitas, serta cacat pada janin. Penggunaan berlebihan juga dapat menyebabkan resistensi bakteri bukan menghilangkan bakteri di mulut.

Kalau dilihat dari kandungannya, memang produk ini alami sekali, tidak menggunakan pewarna sintetis tambahan, warnanya bening, tidak ada tambahan rasa atau pemanis, dan tidak diujicobakan pada hewan (vegan). Harga produk ini adalah 145.000, saya beli di toko organic bandung dengan berat 141 gram, bisa dipakai sekitar dua sampai tiga bulan. Penggunaannya pun hanya perlu sedikit saja, tidak perlu menutupi semua permukaan sikat gigi.

Namun yang ingin saya tekankan disini adalah penggunaan produk natural bukan hanya bermanfaat untuk tubuh, namun juga untuk lingkungan. Nature’s Gate ini memang salah satu perusahaan yang sangat bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak mengupayakan tindakan produksi yang harmful terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Ini terbukti dari segi packagingnya menggunakan 100% bahan recycled dan 50% berasal dari waste paper (tidak mengeskplorasi pohon berlebihan), selain itu kegiatan produksinya juga dapat meringkas pemakaian air dan energi sehingga ramah lingkungan.

Sudah sewajarnya apabila kita mencintai produk alami untuk kesehatan tubuh kita, juga kita harus menjaga kelestarian lingkungan. Karena walau bagaimanapun produk alami juga berasal dari alam yang masih terjaga kelestariannya. Produk yang sehat dan alam yang sehat merupakan investasi jangka panjang untuk kita dan juga untuk generasi kedepannya.

Nature’s Gate ingredient philosophy is that we formulate with natural plant and fruit extracts, essential oils, and sustainably harvested herbs to deliver clean, natural and safe products from hair to toes.

Namun, jika memang saya lagi bokek, saya biasanya menggunakan alternatif produk yang lebih murah namun lebih aman dari produk di pasaran, yaitu dari Enzym Toothpaste. Pasta gigi ini bebas detergen atau SLS namun masih mengandung fluoride. Harganya sekitar 27.000. Busa yang dihasilkan pun sangatlah sedikit, bahkan cenderung tidak ada. Anda bisa mencoba alternatif produk enzym ini untuk memulai.

Itu saja sharing saya kali ini, semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca semua ya. 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*