memulai hidup sehat

How to Get Healthy : My Fresh-Start Checklist

HEALTH

Mengawali hidup sehat memang susah-susah gampang, apalagi kalau orang-orang sekitar tidak menganut pola hidup yang sama dengan kita, cukup sulit untuk keep on track dengan pola hidup ini. Bukan berarti saya merupakan seseorang yang sangat menjaga kesehatan dan disiplin dengan pola hidup sehat. Tidak, ketahuilah bahwa cukup sulit untuk menjaga pola makan sehat ditengah segudang aktivitas yang menuntut kepraktisan setiap saat. Kalau sedang lelah atau tidak mood, saya juga pernah sampai beberapa kali harus makan di luar dan seringkali makanan yang saya makan tersebut tidak bisa dikategorikan sehat sama sekali. Lidah yang sudah sangat terbiasa dengan masakan kaya bumbu membuat saya cukup sulit untuk mantain gaya hidup sehat ini.

Namun, tetap saja saya meyakini diri saya bahwa tubuh, pikiran, dan jiwa yang sehat merupakan investasi jangka panjang. Maka dari itu, sebisa mungkin saya selalu mengusahakan untuk mengontrol makanan yang saya makan agar sesehat mungkin. Berikut beberapa tips dan cara saya dalam mendisiplinkan diri untuk menjalani gaya hidup sehat.

Detoksifikasi

Pagi hari, saat baru bangun tidur saya selalu mengusahakan meminum sebotol air yang dicampur dengan perasan jeruk, jeruk nipis, atau lemon + parutan jahe. Saya sudah pernah menjelaskannya di post yang ini. Ini adalah langkah awal saya untuk memulai sesuatu yang sehat di pagi hari. Setelah itu, saya biasanya meminum segelas smoothie pisang yang dicampur dengan bayam atau selada, saya juga sudah pernah menjelaskannya disini. Dua minuman ini selalu menjadi teman saya dalam mengawali hari dengan “sesuatu yang sehat”, sehingga pikiran saya lebih positif dan semakin bersemangat untuk mengonsumsi makanan sehat pada hari tersebut.

Sarapan Pagi

Untuk sarapan pagi, saya sering mengonsumsi oatmeal, bubur kacang hijau, atau bubur ketan hitam tanpa santan yang diolah sendiri. Saya biasanya sarapan sekitar jam 9-10 pagi , berhubung sebelumnya saya sudah meminum segelas smoothie yang cukup dapat mengganjal perut saya. Nah, biasanya saya membawa bekal sarapan ini ke kampus agar bisa saya makan saat jeda kelas. Ini cukup memberikan rasa kenyang bagi saya sampai siang hari.

Makan Siang

Biasanya menu makan sianglah yang paling variatif. Di pagi hari, kalau memang saya sempat, saya terkadang memasak menu sederhana yang praktis, mudah, dan cepat, biasanya sejenis tumisan sayur. Lalu saya membawa bekal saya ke kampus untuk saya makan nantinya, sehingga saya tidak perlu jajan atau membeli makanan lagi. Tapi kalau saya tidak sempat masak, saya biasanya juga membeli makan siang di kantin, untungnya kantin jurusan saya cukup bersih dan selalu tersedia sayuran dan nasi merah. Jadi saya biasanya membeli alternatif yang paling sehat. Kalau memang saya sedang jenuh dengan masakan saya sendiri, saya juga tidak akan membawa bekal dan memilih membeli alternatif paling sehat di kampus saya. Alternatif lain kalau sedang ingin hemat-hematnya, saya membawa dua lembar roti gandum yang diolesi No Added Sugar – Peanut Butter diatasnya.

Makan Malam

Nah, untuk dinner sendiri, kalau memang makanan yang saya masak di pagi hari masih sisa cukup banyak, biasanya saya akan menghabiskan sisa tersebut. Tapi jika tidak ada makanan lain, saya biasanya memasak makanan sederhana, memakan buah, membuat smoothie, atau memakan roti, sebisa mungkin tidak membeli di luar jika memang dalam hari tersebut saya sudah membeli makan siang di luar juga, saya usahakan tidak jajan di luar lebih dari sekali dalam sehari. Maka dari itu, saya selalu menyetok buah, oatmeal, atau cemilan yang agak sehat di kos saya.

Minum Air Putih

Saya biasanya minum air putih sekitar 2-3 liter per hari. Biasanya saya mematoknya dari botol minum yang saya punya yang ukurannya 800 ml, biasanya saya meminum 3 botol ukuran tersebut, jadi memudahkan saya untuk menge-track sebanyak apa saya minum di hari tersebut.

Jalan Kaki

Karena saya belum bisa mendisiplinkan diri untuk olah raga rutin, maka saya memilih alternatif yang lebih mudah direalisasi yaitu dengan berjalan kaki ke kampus dan ketika pulang. Ini sudah mulai menjadi habit saya selama ini. Jarak kampus dan kos saya bisa ditempuh selama kurang lebih 30 menit jika berjalan kaki. Cukup untuk membuat tubuh saya bergerak aktif setiap harinya.

Memang, hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas tidak selalu berjalan mulus. Saya berusaha sekali untuk disiplin dan memikirkan hasil jangka panjangnya. Biasanya kalau teman saya mengajak saya makan di luar saya jarang menolak dan bisa dipastikan bahwa makanan tersebut kurang sehat. Saya sejujurnya tidak ingin terlalu strict di depan teman-teman saya, jika hanya sesekali saya pikir tidak apa-apa. Namun saya mengakalinya dengan detoksifikasi lagi setelahnya, biasanya saya langsung minum smoothie untuk memperlancar pencernaan saya. Initnya adalah pilih racunmu sendiri, saya mengusahakan untuk memilih alternatif yang paling sehat jika memungkinkan lalu mendetoks dengan makanan kaya serat. Pasti ada beberapa kali saya harus cheating dengan pola hidup sehat ini. Namun saya tetap sadar diri jika sudah kelewat batas, saya akan menstop dan memulai makan makanan sehat lagi.

Menjalani gaya hidup sehat saat awal memang cukup sulit. Untuk itu, saya tidak ingin terlalu memaksakan diri yang pada akhirnya gaya hidup sehat tersebut hanya bertahan sebulan saja. Saya tetap makan makanan yang sesuai dengan lidah saya namun di modifikasi dengan bahan yang lebih sehat, misalnya ketika membuat tumis-tumisan, saya memilihh menggunakan minyak kelapa dan sayuran organik. Saya sendiri sampai sekarang sangat sulit memakan makanan mentah seperti salad karena belum sesuai dengan lidah saya. Maka dari itu untuk membuat saya nyaman, saya tetap mengonsumsi jenis masakan yang dari dulu saya makan namun dengan diolah dengan cara yang lebih sehat sembari sesekali saya belajar mengonsumsi raw food dengan belajar makan salad mentah.

Tak hanya itu, pikiran dan jiwa yang sehat merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Banyak orang yang mudah stress terjangkit banyak penyakit, seperti maag yang bisa berkembang menjadi penyakit lain, saya merupakan salah satunya. Kalau sudah stress, keseringannya asam lambung saya naik. Untuk itu, be kind to your body, your mind, and your soul, dont force yourself that much, be happy with your life, do what you want and what you love. 🙂

2 thoughts on “How to Get Healthy : My Fresh-Start Checklist”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *