gaya hidup minimalis

Menuju Gaya Hidup Minimalist

Personal

Pernah dengar konsep minimalis? sekarang konsep ini sedang booming di berbagai negara, termasuk di Indonesia dari beberapa tahun yang lalu. Saya pribadi sangat tertarik dengan konsep ini dan sedang dalam tahap mempraktekkannya dalam kehidupan saya. Minimalis sendiri tidak hanya melulu ditujukan terhadap konsep desain arsitektur yang simple namun elegan. Namun minimalis sendiri merupakan sebuah konsep dalam mensederhanakan hidup menjadi lebih efisien, optimal, dan produktif.

Orang yang menganut minimalist lifestyle cenderung mengurangi berbagai hal yang tidak diperlukan dalam hidup mereka. Konsep ini mungkin akan berbeda jika diterapkan pada masing-masing orang. Memiliki banyak make up mungkin menjadi sesuatu yang berlebihan ketika dimiliki oleh satu orang, namun akan berbeda ketika seorang Make Up Artist memiliki banyak varian make up, karena itu memang tuntutan pekerjaannya, intinya adalah bagaimana cara kita menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dan memaksimalkan fungsi yang kita punya.

Maka dari itu, kuantitas atau kualitas menjadi pertimbangan besar bagi mereka yang menganut lifestyle ini. Banyak orang yang memilih menginvestasikan banyak uang untuk membeli sebuah gaun yang belum tentu sering ia pakai sedangkan untuk berbagai pakaian basic yang sering digunakan sehari-hari mereka memilih membeli baju dengan kualitas rendah dan kurang nyaman karena pertimbangan harga. Ujung-ujungnya permasalahan utamanya adalah bagaimana konsep minimalis ini tidak melibatkan perasaan akan bagaimana anggapan orang terhadap penampilan mereka, namun tetap mempertimbangkan kenyamanan tanpa mengurangi rasa percaya diri dengan apa yang mereka kenakan. Seharusnya setiap orang menginvestasikan lebih banyak uang untuk membeli basic clothing yang sering ia pakai sehari-hari sehingga pakaian-pakaian tersebut bisa bertahan lama dan sisa uang bisa diinvestasikan ke hal lain yang lebih berguna, mendalami passion atau minat misalnya bahkan sedekah.

Dengan konsep minimal ini, setiap orang bisa belajar mengurangi sifat konsumtif mereka, sama halnya dengan saya, ketika ingin membeli sesuatu, saya selalu mempertanyakan apakah barang ini betul-betul saya perlukan? apakah saya akan sering menggunakannya? Apakah fungsi barang ini bisa digantikan dengan barang yang sudah saya miliki sebelumnya? Apakah saya benar-benar suka dan percaya diri ketika menggunakannya?

Mungkin ada beberapa orang yang berpikir bahwa menerapkan gaya hidup ini cenderung terkesan pelit terhadap diri sendiri. Saya rasa tidak, saya masih bisa membeli baju yang menurut saya menarik lalu saya akan melihat lemari saya dan memilih baju mana yang sudah tidak menarik lagi untuk saya pakai lantas saya sumbangkan atau berikan kepada orang lain, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, meminimalkan barang yang tidak perlu dan memaksimalkan fungsi barang yang sudah ada. Setiap orang pasti ada masa bosannya, saya pun begitu, konsep minimalis ini menghindari seseorang untuk berlaku konsumtif terhadap diri mereka yang sering berbelanja barang-barang yang tidak perlu dalam frekuensi rutin.

Ketika Anda membeli berbagai barang yang betul-betul menarik bagi Anda, Anda akan senang memakainya, ketika masa bosan datang Anda dapat mengganti koleksi Anda dengan beberapa baju baru lalu mendonasikan atau menjual barang sebelumya yang sudah tidak sering Anda pakai. Tentu ini akan menekan nafsu Anda dalam berbelanja dan menjadi selektif saat akan membeli sebuah barang. Maka dari itu, investasikan lebih banyak untuk membeli barang-barang yang sering Anda gunakan sehari-hari dengan kualitas yang bagus dan menarik untuk Anda pakai, ketika Anda membeli pakaian seadanya tanpa mementingkan kualitas dan taste Anda, maka percayalah Anda akan mudah bosan lantas menggantikannya dengan yang baru dalam waktu dekat, lama kelamaan lemari Anda akan penuh dengan barang-barang yang tidak betul-betul Anda perlukan.

Saya pribadi merasa lebih bisa menekan nafsu berbelanja dan bisa memaksimalkan barang yang saya punya. Jika dulu saya sering membeli dan mengoleksi lisptik, padahal ujung-ujungnya warna lisptik yang saya beli cenderung sama, maka sekarang sebelum lipstik saya habis, saya tidak akan membeli baru. Jika dulu saya sering mencoba-coba banyak skin care yang berujung dengan banyaknya koleksi skin care saya yang bahkan beberapa tidak pernah saya sentuh. Sekarang saya akan lebih cermat ketika akan membeli sebuah skin care, saya akan teliti membaca kandungannya, skin type, dan kualitasnya dengan membaca banyak review dari orang-orang sebelum membelinya, sehingga saat saya sudah membelinya maka bisa dijamin saya akan menggunakannya sampai produk tersebut habis. Bisa dipastikan saat ini saya hanya punya satu cleanser, satu toner, satu day cream, satu night cream, satu serum wajah, dan satu masker wajah, semua saya gunakan secara rutin tidak ada yang teronggok tidak terpakai sampai masa expirednya datang.

Be More With Less

Ya benar, saya merasa lebih produktif sekarang, ketika kamar saya terlihat lebih rapi tanpa banyak barang, mood saya menjadi lebih baik, saya tidak terlalu risau lagi dengan pengeluaran bulanan saya yang tidak terkontrol, karena saya sudah membudgetkan pengeluaran saya ke berbagai kategori, saya tidak pernah merasa “gak enakan” lagi ketika ada produk skin care yang sudah saya beli mahal-mahal malah ujung-ujungnya expired karena tidak terpakai oleh saya. Banyak hal yang berubah, memang saya tidak merubah semuanya secara berbarengan, dimulai dari mendeclutter skin care, baju, peralatan kuliah, hingga sekarang saya sedang belajar untuk mengatur waktu saya dengan seefisien mungkin, tanpa membuang-buang waktu melakukan hal yang percuma dan sia-sia.

Semoga sharing kali ini bermanfaat untuk pembaca ya, Happy Monday 🙂

 

2 thoughts on “Menuju Gaya Hidup Minimalist”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.