coffee shop di sore hari

Financial Planning : Essential Tips for Beginners

Personal

Sebelumnya, saya sudah pernah membahas mengenai bagaimana cara saya mengelola keuangan disini bulan Agustus lalu. Namun tahun ini, saya mulai melakukan beberapa perubahan dalam pengeluaran-pengeluaran saya seiring dengan tujuan keuangan saya yang semakin kompleks. Mungkin akan saya bahas kembali mengenai cara saya mengelola keuangan di postingan berikutnya. Untuk kali ini, saya ingin membahas detail mengenai “kenapa sih ngatur duit itu penting banget dan gimana caranya”?

Sebenarnya, mengatur keuangan tidak hanya untuk mereka yang sudah memiliki penghasilan saja kok, Anda yang belum mempunyai penghasilan dan baru mengandalkan uang bulanan dari orang tua juga sudah seharusnya belajar mengelola keuangan dari sekarang. Sejujurnya, saya pun masih sangat awam dengan masalah financial planning. Dulu niat awal saya hanya ingin mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan dengan bijaksana, karena memang saya tipikal orang yang mudah kalap kalau duit di rekening melebihi dari biasanya. Dari mulai memangkas habis-habisan uang bulanan saya sampai 50% (re : saya masih mahasiswa) sampai akhirnya saya mulai belajar berbagai cara mengatur keuangan dengan baik. Saya lumayan banyak membaca buku dan artikel-artikel mengenai perencanaan keuangan mulai saat itu, salah satu website yang sering saya kunjungi adalah finansialku. Web ini membahas banyak sekali tips mengatur keuangan dari mulai anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga dewasa sekalipun, dari keuangan sederhana sampai kompleks untuk mereka yang sudah berumah tangga dan mempunyai bisnis sendiri.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengatur keuangan yang baik?

Tentukan Jenis-Jenis Pengeluaran Anda Setiap Bulannya.

Bagi Anda yang ingin belajar untuk lebih bijaksana dalam menggunakan uang, sepatutnya Anda mulai dengan terlebih dahulu mengetahui kemana saja pengeluaran Anda selama ini setiap bulannya. Ada baiknya pada bulan pertama, Anda mempunyai buku kas kecil atau catatan pengeluaran-pengeluaran Anda sedetail mungkin dalam bulan tersebut. Nah, pada akhir bulan nantinya, dari berbagai pengeluaran tersebut, kategorikan setiap pengeluaran sejenis ke dalam beberapa kelompok, misalnya biaya transportasi, biaya makan, biaya listrik, dan lain sebagainya. Tentu setiap orang memiliki kategori pengeluaran yang berbeda-beda. Jangan sampai ada jenis pengeluaran tertentu yang Anda skip ya, dulu saya sering skip biaya-biaya kecil dan tidak rutin, seperti ngeprint, beli alat tulis, dll, sehingga pada bulan berikutnya, ketika saya mengeluarkan uang untuk keperluan tersebut saya tidak tau mengambil uang dari budget kategori yang mana. Akhirnya saya membuat kategori baru, yaitu “biaya keperluan kuliah” dan mengalokasikan dana tambahan untuk kategori tersebut.

Pada dasarnya, pengeluaran terbagi menjadi beberapa kategori.

  • Pengeluaran Primer atau pengeluaran pokok seperti membayar listrik, zakat, sedekah, transportasi, makan, dan air.
  • Pengeluaran Sekunder atau pengeluaran untuk bersenang-senang, seperti belanja.
  • Pengeluaran Kewajiban atau bisa dibilang jenis  pengeluaran yang jika Anda tidak membayarnya segera maka akan terakumulasi sebagai hutang, misalnya bayar cicilan kartu kredit dan bayar Asisten Rumah Tangga.
  • Pengeluaran untuk Tabungan dan Investasi.

Setiap kategori pengeluaran tersebut, ada baiknya Anda juga membuat subkategori pengeluaran sesuai yang Anda butuhkan. Contohnya untuk pengeluaran primer, setelah saya melihat daftar pengeluaran saya pada bulan pertama, biaya pokok yang saya butuhkan sehari-hari bisa dibagi menjadi biaya makan, biaya transportasi, dan biaya keperluan kuliah.

Hal ini bertujuan agar setiap pengeluaran Anda memiliki budget masing-masing, jika Anda hanya mengkategorikan dalam kelompok besar, misalnya biaya makan dan transportasi digabung ke dalam satu kategori biaya primer, maka bisa saja pada pertengahan bulan, budget Anda sudah terkuras untuk biaya makan saja, belum transportasi. Ini juga untuk menghindari pemakaian uang diluar budget yang telah ditentukan di awal.

Ketahui Urutan Pengeluaran yang Harus Anda Bayar Terlebih Dahulu

Di awal bulan atau ketika Anda baru saja menerima penghasilan Anda, segera atur budget pengeluaran bulanan. Jangan sampai menunda kalau Anda tidak ingin kalap di awal, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah membayar pengeluran kewajiban, seperti membayar hutang kartu kredit, membayar gaji ART, membayar cicilan mobil, zakat, bahkan sedekah sekalipun seharusnya menjadi prioritas kita, jangan sampai kita tidak menargetkan hasil kerja keras kita untuk bekal di akhirat nanti. Kedua, setelah kewajiban telah terbayar lunas, segera sisihkan uang untuk menabung dan berinvestasi.

Kalau ditanya, berapa persen dana yang harus ditabung setiap bulan?

Menurut saya, akan lebih baik jika Anda menentukan tujuan keuangan Anda kedepan terlebih dahulu untuk mengetahui berapa jumlah dana yang harus Anda tabung mulai dari sekarang. Sistem persenan juga tidak akan cocok bagi mereka yang memiliki pekerjaan sebagai freelancer yang tidak memiliki jumlah penghasilan tetap setiap bulan.

Tujuan keuangan bisa berupa biaya pendidikan anak, biaya naik haji, dan biaya membeli mobil. Lantas setelah Anda mengetahui jumlah dana yang Anda butuhkan dalam beberapa waktu kedepan, Anda pun dapat mencicil menabung setiap bulan dari penghasilan Anda untuk kebutuhan tersebut. Saya lebih menyarankan menggunakan sistem autodebet, sehingga mau tidak mau, Anda dipaksa menabung setiap bulannya tanpa pikir panjang lagi. Saya pernah mencoba sistem autodebet dari Tahapan Berjangka BCA dan saya sudah tidak menggunakannya lagi karena mulai beralih ke bank syariah. Memang waktu itu saya berkeinginan untuk membeli kamera oktober tahun ini. Jadi saya mencicil sebanyak 500.000 setiap bulan dengan sistem autodebet, sehingga memudahkan saya untuk menabung dan tidak perlu takut uang tabungan terpakai untuk hal lain, sehingga tujuan saya membeli kamera baru bisa tercapai di tahun ini. Jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk investasi, misalnya logam mulia dll. Sehingga nilai uang Anda bisa bertumbuh atau jika dana tabungan Anda baru Anda gunakan dalam beberapa tahun kedepan, Anda bisa menggunakan dana tersebut untuk investasi dalam jangka waktu sesuai dengan kapan dana tersebut akan dipakai, misalnya Anda memiliki tabungan khusus untuk membangun rumah untuk 10 tahun kedepan di rekening, Anda bisa menggunakan dana tersebut sekaligus dengan berinvestasi dalam jangka waktu 10 tahun, sehingga dana tersebut bisa bertambah di 10 tahun berikutnya, tidak tergerus inflasi.

Setelah dana untuk tabungan dan investasi sudah dialokasikan, Anda bisa menggunakan dana sisanya untuk kebutuhan primer, lalu sekunder, sesuai dengan budget yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Jangan lupa untuk membuat kategori pengeluaran untuk hiburan, karena walau bagaimanapun hidup ini harus seimbang, jangan terlalu banyak berkerja sehingga lupa untuk menghibur diri dan jangan terlalu banyak hiburan sehingga melupakan kewajiban dan tanggung jawab.

Siapkan Rekening Khusus jika Memang Diperlukan

Akan lebih baik jika Anda memiliki tabungan khusus sesuai kategori pengeluaran Anda, misalnya rekening untuk pengeluaran primer dan rekening pengeluaran sekunder. Sehingga uang Anda tidak bercampur, tentu ini juga disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Itulah beberapa tips dari saya bagi Anda yang ingin mulai belajar mengelola kekuangan dengan lebih bijaksana. Saya memang belum expert di bidang financial planning. Saya hanya ingin berbagi ilmu yang saya miliki setelah membaca beberapa buku dan artikel mengenai literasi keuangan. Memang sangat sulit untuk mengubah pola konsumsi secara drastis, saya pun di awal dulu merasa kesulitan, dan itu wajar, mengubah kebiasaan itu perlu waktu, tapi semakin saya melatih berkomitmen untuk belajar mendisiplinkan diri saya, setelah beberapa bulan dari Agustus lalu dan merombak jumlah budget setiap kategori hingga beberapa kali hingga serealistis mungkin, akhirnya saya pun sudah bisa disiplin dengan budgeting yang sudah saya buat, walaupun terkadang ada beberapa pengeluaran yang diluar budget, namun bisa dibilang jumlahnya sangat sedikit, dan bisa dimaklumi untuk kategori orang baru seperti saya. Pelan-pelan saja, namun juga jangan sampai meremehkan, jangan menunda, belajar dari sekarang, mau Anda mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai, atau pengusaha sekalipun, ilmu ini sangat penting untuk dipelajari, sekaya apapun Anda namun tanpa kontrol diri sama saja uang akan ludes, juga seketat apapun Anda meringkas pengeluaran Anda hingga terkesan pelit pada diri sendiri, namun percayalah Anda tidak akan bisa tenang dan bahagia karena tidak menikmati hasil kerja keras Anda sendiri.

Memang kesannya agak ribet, tapi ini hanya di awal kok, setelah Anda sudah mempunyai daftar kategori pengeluaran rutin Anda, Anda hanya perlu membiasakan diri untuk disiplin dengan budget yang sudah dibuat. Selamat belajar dan Selamat mencoba 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *