happiness is not a goal

Life Update

Personal

Sudah tiga bulan saya gak aktif sama sekali disini, sekalipun login di blog aja cuma sekali dua kali dalam beberapa bulan ini.

Alasannya karena saya gak menemukan mood yang benar untuk menulis secara proper lagi, terlebih saya sudah mulai aktif menulis di instagram, jadi otomatis ide-ide kecil langsung tertampung disana, lebih praktis, mudah, dan cepat.

Selain itu, saya masih mengumpulkan banyak alasan kenapa saya harus menulis dan menyebarkan tulisan saya, takut hati selama ini saya berniat pamer, sadar atau tidak itu sangat mempengaruhi gaya saya menulis dan apa yang saya pikirkan pada saat itu.

Ingin sekali bertanya pendapat teman-teman, tapi saya ragu ada yang mau memberi pendapat atau tidak, pertanyaan seperti apakah tulisan saya selama ini bermanfaat untuk teman-teman atau tidak, setidaknya saya bisa mengambil keputusan apakah saya memang harus berhenti di platform online dan beralih menampung ide di media lain, seperti buku tulis atau gadget pribadi, tidak perlu dipublikasikan saja.

Saya gak bohong kalau komentar positif yang teman-teman berikan kepada saya di setiap tulisan yang saya publikasikan sangat menyentuh hati saya, bikin saya semangat nulis, bikin saya punya berbagai alasan untuk menyingkirkan malu dan minder untuk menuangkan pikiran dalam sebuah cerita, bahkan bikin saya benar-benar mempraktekkan apa yang sedang saya tuliskan.

Karena lebih banyak yang saya tulis berupa pengalaman dan cerita pribadi, saya takut terdengar seperti sedang curhat gak jelas, walaupun jelas beberapa ada yang masih saya sortir dan simpan sendiri, karena itu mungkin menyangkut dengan kepentingan atau aib orang lain.

Saya sudah pernah cerita beberapa kali kalau saya bukan orang yang enjoy menyampaikan sesuatu lewat sebuah pembicaraan, saya tidak mengerti harus memulai dari mana, menyortir pokok permasalahannya apa, apalagi memutuskan solusi yang tepat. Dengan menulis, saya menjadikannya sebagai media untuk healing dengan keramaian otak saya yang tak berhenti berpikir.

Dengan menulis, berantakanpun itu, tapi rasanya seperti mengeluarkan satu per satu kalimat dalam pikiran dengan ritme sendiri, saya lebih mudah tenang, rasanya laptop dan buku bisa diumpamakan seorang pendengar yang berada di depan saya yang sedang mendengarkan curahan hati saya.

Selaras dengan menulis, saya pun sangat senang ketika membaca blog pribadi orang lain, kisah atau cerita mereka kadang membuat saya sadar saya gak sendiri, atau pemikiran mereka kadang mampu membuat saya tersentil bahwa selama ini yang saya lakukan salah atau benar. Sampai beberapa kali saya berpikir, mungkin tulisan-tulisan seperti saya ini akan diterima untuk beberapa golongan saja. Orang-orang yang setipe dengan saya, yang dengan mendengar dan membaca cerita orang lain mampu membawa efek menenangkan pada diri sendiri.

Tulisan saya pun bukan berarti obat bagi segala masalah, saya hanya seorang gadis 23 tahun yang sedang belajar menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih bermakna pun Alhamdulillah jika memberi manfaat bagi orang lain.

Seiring dengan semua itu, saya akan terus mencari alasan-alasan kenapa saya harus melanjutkan ini, sampai saat ini saya hanya mengikuti naluri, saya sadar apa yang dilakukan dengan hati akan tersampaikan kepada hati yang lain. Saya terus mencoba menulis menggunakan hati, semoga sedikit banyak mengobati teman-teman yang sedang resah atau memberi pemahaman baru bagi yang belum tau arah, tidak selalu memang, tak sepaham pun bukan masalah, saya pun begitu kepada orang lain, tapi sekali lagi, dari hati ke hati, tak perlu ada kata-kata minim santun yang terucap, karena saya pun punya hati, bukan? saya juga ingin diberi pemahaman yang benar jika sesuatu belum pada tempatnya, saya terbuka untuk itu, karena lebih dari apapun, semua yang saya lakukan ini untuk media saya belajar, saya ingin terus memberi dan menampung.

Kehidupan sudah mulai berat bagi saya. Mungkin juga kamu.

Saya berharap bisa memiliki teman yang merasakan hal yang sama.

Mungkin ritmenya tidak harus sama selalu, tapi bentuk apapun itu, kita sama-sama berjuang di jalur masing-masing, kadang kita bertemu pada simpang yang sama, sepaham dan satu pikiran untuk hal tertentu, berbeda ketika arah yang dituju mulai berubah, normal sekali, semuanya tumpang tindih, berjalan terus, tak bisa berhenti, dan kita butuh satu satu sama lain untuk memberi arti pada satu kehidupan masing-masing, kadang sakit pun adalah obat, kadang juga senang malah menjadi petaka. Semua berniat berbenah, tinggal kita menemukan jalan mana yang harus kita pilih dan bersama apa dan siapa, supaya dukungan selalu ada, dorongan mudah ditemukan kembali ketika bahu sudah mulai turun. Semoga tulisan saya bisa menjadi salah satunya, terima kasih satu diantara seribu yang mendukung saya selama ini. Saya benar-benar tersentuh, membaca komentar kalian adalah kegiatan yang paling menyenangkan ketika energi saya sudah menurun. Terima kasih ya, saya benar-benar bahagia untuk itu. πŸ™‚

Terlalu banyak hal yang belum saya mengerti, dan kadang karena itu wajar jika kita tak sepaham pada satu dua hal, mungkin saat ini kamu yang benar atau pun saya, begitupun sebaliknya, mungkin kita sama-sama sedang belajar menerima bahwa orang lain yang benar dan megakui kita salah selama ini, maka dari itu, tulisan saya jangan diterima mentah-mentah, ada yang lebih patut dipercayai 100%, Allah SWT., saya menulis untuk meruntutkan apa yang ada di pikiran saya, kesimpulan yang saya ambil sangat mungkin salah, jika memang begitu, semoga saya dimaafkan dan dimaklumi, nantinya semoga saya semakin paham, semoga kita juga semakin mengerti kalau hidup terdiri dari yang sama dan yang berbeda, bersinggungan dan berseberangan sangat wajar, tapi yang jelas, diterima dengan hati yang baik membuat lisan tetap benar berucap dan otak tetap tenang berasumsi.

Yang tidak sempurna juga harus diterima bukan? saya dan kita salah satunya.

2 thoughts on “Life Update”

  1. Tulisan yang bagus put! Keep up your words. Aku rasa pasti beda orang, beda juga manfaat yang didapat. Aku sendiri ngelihat tulisanmu jadi memacu buat ikutan nulis juga. Semangat terus put, niat yang baik pasti berbuah baik pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.