Life Changing Things I Do Every Day Before 9 A.M

Unsplash

Setahun kebelakang rasanya saya sudah terlalu banyak membahas hal-hal personal dibandingkan dengan topik-topik lain yang juga saya senangi di blog ini. Alasannya sebagian besar karena beberapa hal lebih praktis saya tuliskan di instagram saya.

Tapi kali ini saya berniat untuk menulis secara proper beberapa aspek lain dari hidup saya yang sedang saya benahi pelan-pelan.

Dari dulu saya sedikit, bahkan banyak, terobesesi dengan waktu, time management adalah salah satu topik yang saya senangi untuk dibaca atau didengarkan, entah itu dari buku, podcast, atau sekedar mendengar dari orang lain tentang cara mereka mengatur waktu sehari-hari.

Efeknya, saya sering sekali gegabah atau terburu-buru dalam mengikuti cara A, B, C yang saya dengar atau baca sebelumnya, sehingga saya tidak benar-benar memastikan bagaimana ritme sesungguhnya yang terbaik bagi saya, entah itu dari tubuh, pikiran, atau rutinitas yang saya miliki, yang akan sangat pasti berbeda dari orang lain.

Namun, akhirnya setelah dilalui, dari jaman kuliah dulu hingga bekerja saat ini, beberapa hal yang akan saya sebutkan setelah ini, tanpa saya sadari sudah mulai menjadi rutinitas saya sehari-hari, bedanya mungkin kalau di masa kuliah dulu, saya menyesuaikan ritme saya dengan jadwal kuliah, kalau saat bekerja, saya pikir waktu saya (seharusnya) lebih ter-organized karena jam kantor saya tidak berubah-ubah.

Karena jam pergi dan pulang yang sudah pasti, saya sedikit diuntungkan dikarenakan saya mampu menata kegiatan sebelum dan sesudah ngantor dengan lebih rapi.

Biasanya saya berangkat kantor di jam 9 dan sampai di kantor jam 10, dan sampai di rumah diantara jam 6 sampai jam 8 malam, kurang lebih, bisa lebih dari itu, kalau memang sedang masa reporting ke client.

Kali ini, saya akan menjelaskan rutinitas saya di pagi hari, dan mungkin untuk rutinitas malamnya bisa saya jelaskan di postingan lainnya.

~04.00/ 30 minutes before Subuh – Wake Up

Sebenarnya ini masih struggling untuk saya lakukan, biasanya bisa bablas dari 15 menit sampai sejam setelahnya, sangat tergantung dengan kualitas tidur saya sebelumnya.

Tapi rutinitas ini sedang dan akan terus saya upayakan karena saya merasa banyak manfaat baik dengan bangun lebih pagi, saya bisa beribadah sunnah lebih lama (tahajjud), ber-zikir, baca Al quran dan berdoa sampai waktu subuh tiba.

Masa-masa dimana saya berhasil bangun lebih cepat seperti ini, saya merasa jauh lebih baik sebagai manusia, apalagi rasanya hubungan saya dengan Allah bisa sangat intim sekali, bahkan jika kondisi saya terlampau resah dan kacau sebelumnya, di waktu-waktu senyap ini saya bisa menghadirkan kelembutan hati dan kesenyapan pikiran saya dari hal-hal yang tidak signifikan dalam hidup saya sebelumnya, sangat mungkin juga karena bantuan Allah tentu saja.

Saya paham 30 menit sebelum subuh ini benar-benar menjadi waktu yang tepat untuk saya berbicara dengan diri sendiri tentang apa yang sebenar-benarnya membuat saya bahagia dengan hidup ini, terlepas dari apa yang saya kerjakan untuk mencari nafkah, terlepas dari konflik eksternal dan internal yang sedang menguras pikiran saya, terlepas dari ambisi-ambisi duniawi yang menyesakkan dada ketika harus dicapai satu per satu.

Reading

Kalau jam bangun saya bisa cepat, saya bisa memulai aktivitas yang lain setelah solat subuh tentunya jauh lebih cepat. Keuntungan yang lain adalah saya memiliki lebih banyak waktu mengerjakan rutinitas saya yang lain dengan lebih santai.

Salah satu rutinitas yang saya tidak enggan untuk berlama-lama adalah kegiatan membaca buku di pagi hari. Nikmat sekali. Saat-saat dimana teman-teman kos belum banyak yang bangun, saat udara pagi dari jendela yang terbuka masih begitu sejuk, dan saat riuh pikuk jalanan tak bising sama sekali seperti jam-jam sibuk.

Biasanya di pagi hari saya suka membaca buku-buku self-improvement, umumnya berbahasa inggris, karena saya sedang belajar menambah kosa kata saya.

Tak hanya buku, kadang saya juga senang membaca artikel-artikel menarik yang juga berbahasa inggris sebagai referensi saya dan media saya belajar. Yang sedang sangat rutin saya baca adalah The Financial Diet, bagus sekali untuk saya membiasakan diri dengan referensi bahasa asing dan juga sekaligus membekali saya tentang cara mengatur keuangan pribadi.

Singkatnya, setidaknya sejam sampai dua jam waktu membaca di pagi hari ini saya dedikasikan untuk menambah wawasan bahasa asing saya dan juga untuk menambah wisdom dalam diri, yang saya sadari sangat membantu saya untuk memulai dan menghadapi hari setelahnya.

Cooking

Biasanya saya luangkan waktu sekitar 30 menit-1 jam untuk memasak sarapan sekaligus membuat bekal makan siang ke kantor. Kebiasaan memasak ini semakin membaik semenjak saya harus total work from home dari 3 bulan yang lalu. Saya juga merasa kualitas dan rasa masakan saya jauh lebih beragam dan satisfying di mulut saya.

Dengan rutinitas memasak ini, saya bisa makan jauh lebih sehat dan bisa terkontrol dari segi keuangan. Habit ini sudah saya tanamkan sejak masa-masa kuliah dulu dan saya sudah mulai benar-benar enjoy melakukannya, bukan hanya karena tuntutan harus makan, tapi juga karena itu adalah ajang me-time saya mengerjakan apa yang senangi.

Doing Laundry

Kegiatan mencuci baju saya lakukan biasanya sekitar 4-6 hari sekali, tergantung kuantitas baju kotor yang ada. Biasanya yang membuat waktu baca saya berkurang dikarenakan saya harus mencuci baju di hari tersebut. Dikarenakan saya mencuci dengan tangan, maka otomatis waktu untuk melakukannya jauh lebih lama dibandingkan memakai jasa laundry kiloan. Namun, karena faktor penghematan yang sangat jauh memangkas budget bulanan dan juga faktor kebersihannya, saya mengupayakan untuk mencuci baju sendiri dan tidak sungkan meluangkan waktu beberapa jam seminggu untuk melakukannya.

Yang saya pahami, asalkan waktu-waktu saya sebelumnya benar-benar terpakai dengan semestinya, bangun lebih cepat dan bisa membaca buku dengan fokus penuh, kegiatan-kegiatan seperti mencuci baju yang terlihat tidak signifikan bisa dinikmati tanpa harus merasa waktu saya terampas banyak karena melakukannya.

Dhuha

Setelah baca buku, masak, sarapan, dan menyiapkan kebutuhan kantor, saya biasanya mandi dan melaksakan dhuha setelahnya. Solat dhuha jadi waktu saya untuk memohon bantuan Allah dalam melewati hari tersebut, entah itu akan menjadi hari bahagia atau hari yang penuh rintangan, saya meminta Allah untuk menemani saya dan menuntun saya untuk melaluinya dengan baik dan tentu saja juga mindful.

Dengan kondisi wabah seperti sekarang, saya juga menyelipkan doa tambahan untuk melindungi saya dan keluarga dari penyakit ini ketika sedang berada di luar sana.

Walaupun masih bolong-bolong, namun karena sudah dibiasakan dari jaman kuliah dulu. Rutinitas dhuha ini sudah cukup melekat dalam kebiasaan saya sebelum keluar rumah di pagi hari untuk menyiapkan batin dan pikiran saya untuk sadar apa yang akan ‘sedang’ saya jalani nantinya.

Setelah solat dhuha, biasanya waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9, saya biasanya lanjut berpakaian lengkap, memakai pelindung sunscreen di wajah dan sedikit lipstik, dan berangkat ke kantor.

Dua mingguan ini saya mulai terbiasa berjalan kaki ke kantor yang berjarak sekitar 4 km. Kalau dihitung pulang pergi, saya bisa mendapatkan sekitar 12.000 langkah dalam sehari, yang rupanya bikin saya lebih cepat mengantuk di malam hari dan bisa bangun lebih cepat di pagi harinya.

Setelah benar-benar dijalani, kelancaran hari-hari saya setelahnya kalau dipikir-pikir bisa ditentukan dengan bagaimana kualitas pagi saya sebelumnya. Jika saya bangun lebih cepat dan memiliki waktu lebih banyak dengan Allah, serta bisa khusyuk dalam memberi asupan pikiran dengan membaca, belum lagi ketika tubuh saya diisi dengan nutrisi baik dari makanan yang saya konsumsi. Saya jadi tidak mudah ngantuk, sehat pikiran dan perasaan serta bisa lebih produktif di kantor.

Jadi, itu dulu cerita saya hari ini. Jika teman-teman merasa tulisan saya ini bermanfaat dan senang jika saya menulis hal-hal sepeti ini seterusnya, boleh tinggalkan komentar di bawah. Jika memang saya mampu dan sesuai dengan apa yang saya yakini, bisa saya pertimbangkan untuk tulis lagi. Terima kasih ya!

Related Post

3 Replies to “Life Changing Things I Do Every Day Before 9 A.M”

  1. Hai, Putri! Entah kenapa saya selalu merasa ‘related’ dengan tulisan kamu. Beberapa waktu yang lalu, saya buat time table untuk diri saya sendiri, karena jujur saja saya masih ‘struggling’ dengan time management, walaupun saya sudah menginjak kepala 3. Ups. Hehe
    Padahal kuncinya satu, “sleep early wake up early” tapi dalam praktiknya kok tidak semudah itu yaa. Huhu
    Semoga kita tetap konsisten dan mindful dalam setiap langkah dan aktivitas. Aamiin

    1. Betull, saya juga merasakan hal yang sama, kalau kualitas tidur baik, besok nya rasanya keseluruhan tubuh, pikiran, dan perasaan bahkan jauh lebih baik. Kadang yang sulit adalah membiasakan untuk tidur lebih awal ya, banyak sekali godaannya, terutama digital.

  2. Betul sekali, perangkat digital alias HP adalah distraksi paling utama yang seringkali membuat terlambat tidur. Jangan mau kalah sama HP. Semangat semangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.