seimbang hati pikiran

The Rule of Balance – Logical Mind vs. Emotional Heart

Personal

Don’t Believe Everything You Think

Ini sebenarnya reminder untuk saya.

Saya memang seseorang yang sangat overthinking. Terlalu memandang negative berbagai hal yang menimpa saya.

Saat saya migraine sedikit, saya langsung berpikir buruk, apakah saya menderita kanker otak?

Saat tubuh saya bentol-bentol kecil yang tidak tau penyebabnya apa, saya langsung menduga apakah saya sedang menderita penyakit kulit?

Saat saya tiba-tiba mimisan, saya langsung menduga apakah ada masalah dengan otak saya?

Saat saya tiba-tiba sesak napas dan berdebar-debar, saya langsung menduga apa saya akan mati sekarang?

Dan banyak hal lainnya.

Karena overthingking tersebut, saya menjadi seseorang yang mudah sekali stress, alhasil mood saya tidak stabil, kadang bersemangat, kadang loyo.

Padahal stress tersebutlah yang bisa membuat saya sakit. Padahal jika saya bisa berpikir secara benar, saya bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut

Migraine yang saya derita bisa saja karena stress yang saya alami,atau karena beberapa hari lalu saya di guyur hujan saat pulang kuliah malam-malam, atau karena kondisi fisik saya yang melemah setelah mengikuti community project di desa.

Tubuh saya bentol-bentol kecil mungkin karena belakangan saya tidak mengontrol apa yang saya makan, sehingga punggung saya tumbuh jerawat-jerawat kecil.

Mimisan yang saya derita mungkin karena saya terlalu banyak bersin-bersin dan memaksakan mengeluarkan ingus saya setiap saat saat alergi debu dan dingin saya kambuh.

Sesak napas yang saya derita mungkin karena sebelumnya saya mengonsumsi caffeine, makan santan, atau makan pedas yang memang tidak bisa ditolerir oleh penderita maag atau asam lambung seperti saya, atau bisa saja karena saya stress? Dua hal yang seharusnya saya jauhi sebagai penderita maag, stress dan pantangan makanan.

Sebenarnya jika saya bisa mengikuti kata hati saya, perasaan, tubuh, jiwa, dan pikiran saya akan lebih tenang. Namun, memang watak saya sedari kecil tersebut memang sangat sulit diubah. Pemikir keras, terlalu berhati-hati, dan tidak mau menerima kenyataan.

Saya berusaha terus untuk belajar mengontrol diri saya sendiri, bukan dikontrol oleh pemikiran, nafsu, dan perasaan.

Seimbangkanlah.

Ada saatnya kita mengikuti kata hati, ada saatnya kita harus melibatkan logika dan pemikiran kita, jangan terlalu over, istirahat, renungkan, dan bangkit kembali.

Semoga kita semakin dilimpahi ketenangan lahir dan batin dari yang Maha Pembolak-balik Hati. Bismillah. Selamat berikhtiar dan bertawakkal teman-teman. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.