Better Me, Personal, Thought

Jodoh dan Fenomena Nikah Muda

Saya yakin, topik tentang jodoh ini merupakan topik yang paling sering diperbincangkan oleh anak muda umur 20 tahunan sekarang.

Fenomena nikah muda sekarang memang lagi trending topic banget ya.

Saya gak heran sih, seiring banyak public figure yang mulai mencoba nikah muda dan pengaruh sosial media yang tanpa batas sehingga setiap orang bisa dengan bebas mengumbar hal-hal pribadi, salah satunya kehidupan rumah tangga, tidak heran pada akhirnya banyak anak muda yang baper dan menginginkan hal yang sama terjadi pada kisah percintaan mereka.

Fenomena baperan ini memang gak bisa dibilang baru dikalangan anak muda.

Saya pribadi pernah di posisi ini dan mungkin sekarang masih.

Pernah sampai beberapa kali saya membayangkan kehidupan berumah tangga dan kebahagiaan bersama pasangan tanpa batasan haram lagi.

Hingga suatu waktu saya mencurahkan isi hati saya kepada ibu saya.

Beliau sedikit terheran, mengingat saya merupakan salah satu orang yang sangat berambisi dengan berbagai pencapaian prestasi, pada akhirnya berani mulai curhat-curhatan mengenai jodoh.

Pada akhirnya ibu saya mengatakan, membina rumah tangga jangan hanya memikirkan kesenangan semata, ada tanggung jawab, peran, dan kewajiban yang menjadi ibadah yang harus dilakukan oleh setiap pasangan, akan banyak muncul rintangan dan masalah.

Lalu, saya berpikir lagi, memang benar, saya tidak boleh hanya berpikir sesederhana itu dengan mengumpamakan kehidupan berumah tangga sama dengan pacaran, dimana saat pacaran, setiap orang masih bersembunyi dan menampilkan yang baik, indah, dan menyenangkan saja, ada banyak hal baru yang mungkin terkuak, ada banyak permasalahan yang mungkin datang.

Lantas saya mengingat lagi, bahwa jodoh setiap orang sudah ada ketetapannya. Tinggal kita berusaha memantaskan diri dan menantinya datang.

Mencemasi sesuatu yang tidak bisa kita kontrol adalah hal yang percuma. Mau cemas pun tak akan mengubah jodoh kita siapa. Lebih baik, selagi ada waktu, kita sama-sama belajar, menuntut ilmu, agar kelak rumah tangga yang kita bina bisa diberkahi dan diridhai Allah. Sembari terus mengikhlaskan dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah bahwa kelak kita akan menerima pasangan kita dalam bentuk, situasi, atau kondisi bagaimanapun, karena memang manusia tidak ada yang sempurna, kita harus mencari kebahagiaan itu di tengah kekurangan rumah tangga yang kita miliki.

Jika memang jodoh itu terlambat datang, berhusnudzanlah, mungkin saja amanah itu belum bisa dipercayakan kepada kita, mungkin kita harus belajar banyak lagi cara mendidik anak, cara menghargai suami, jika dipaksakan malah rumah tangga itu hancur, tentu itu bukan hal yang kita semua inginkan. Jangan sampai kita bertemu dengan yang salah dulu baru dipertemukan dengan jodoh kita sebenarnya, karena menyesal itu memang tidak pernah menyenangkan, berprasangka baik dengan kuasa Allah, doakan mereka yang sudah terlebih dahulu melangkah ke arah sana sembari itu menjadi doa yang baik pula bagi kita sendiri.

Fokuslah kepada sesuatu yang bisa kita kontrol, kurangilah mencemasi hal yang di luar kuasa manusia yang terbatas ini.

Jadilah diri sendiri, perbanyaklah ilmu. Biarkan alam yang menyeleksinya, jodoh kita akan datang pada waktu dan kondisi yang tepat, berdoalah agar saat kita berumah tangga nanti, kedua pihak telah dalam keadaan siap lahir batin membentuk sebuah rumah tangga yang diberkahi Allah.

 

Ini adalah sebuah pengingat bagi saya dan kita semua. Semoga kita selalu diberikan ketenangan hati dan pikiran di tengah fenomena baperan yang semakin merajalela ini. Amin ya rabb.

Leave a Reply

Required fields are marked*