potongan buah

The Best Times To Eat – My Healthy Eating Schedule

HEALTH

Dari kecil memang kita diajarkan untuk selalu makan tiga kali sehari, sarapan, makan siang, dan makan malam. Kalau orang tua saya bilang kalau gak makan teratur nanti bisa timbul maag.

Belakangan setelah saya banyak membaca dan mendengar dari beberapa sumber, akhirnya saya tidak begitu menganut lagi aturan tersebut.

Kenapa?

Mungkin Anda bisa membaca artikel ini terlebih dahulu mengenai asal usul terbentuknya sistem atau aturan makan tiga kali sehari tersebut. Singkat cerita, aturan ini dibentuk pada zaman revolusi industri dahulu untuk menteraturkan jadwal makan pekerja-pekerja agar tidak membuang karena terlalu sering jeda untuk makan dan juga menghindari menurunnya produktivitas karena kurang asupan makanan. Pagi hari di rasa waktu yang tepat untuk memulai asupan makanan untuk menyimpan cadangan energi untuk bekerja setelahnya, di siang hari saat tubuh mulai lelah, disitulah waktu yang tepat untuk mengisi lagi tenaga yang terkuras di pagi hari, sedangkan malam hari saat pekerja tersebut selesai beraktivitas, makan malam menjadi sebuah reward atau asupan makanan terakhir untuk mengganjal perut yang keroncongan sekaligus waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga untuk santap malam setelah mereka beraktivitas seharian.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, aktivitas manusia pun semakin berbeda-beda, ada yang pekerjaannya dominan fisik dan ada pula yang dominan otak, atau kedua-duanya.

Sehingga kebutuhan tenaga setiap orang berbeda-beda.

Saya pribadi lebih menganut sistem dimana makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Saat perut sudah mulai keroncongan, itu menandakan kebutuhan tenaga tubuh sudah mulai habis, inilah waktu yang tepat untuk mengisi kembali tenaga melalui asupan makan. Sedangkan berhenti sebelum kenyang berfungsi untuk menjaga produktivitas kita setelahnya, makan berlebihan tentu akan membuat kita mudah mengantuk, makan yang terlalu sedikit juga membuat tubuh tidak mempunyai cukup tenaga untuk melanjutkan aktivitas.

Namun karena memang sejak dahulu kita sudah terbiasa dengan aturan tersebut, tubuh pun mulai menyesuaikan dengan ritme yang sama, namun saya tidak berpatokan bahwa jam tertentu saya harus makan. Makan di pagi hari saya anggap sebagai hal yang wajib untuk menampung energi kembali setelah tidur seharian dan menjalankan aktivitas setelahnya.

Jika memang saat jam 9, 10, 11 pagi atau jam berapapun saya lapar kembali, saya juga akan makan lagi. Nah disinilah balance eating diperlukan, makanlah real food atau makanan sebenarnya yang minim proses dan berusahalah untuk menyeimbangkan nutrisi di dalam tubuh, tidak perlu terlalu strict dengan menghitung kalori, Anda bisa menduga-duga, jika sebelumnya Anda sudah mengonsumsi makanan tinggi kalori seperti roti, nasi, dll. Setelahnya Anda bisa mengisi dengan makananĀ real food, seperti buah, jus, atau cemilan sehat lainnya.

Jika memang jam 12, jam 1, atau jam 2 siang, saya belum terasa lapar, saya tidak akan makan siang, saya akan memilih makan jam 3 jika memang tubuh saya mengeluarkan sinyal lapar jam segitu. Karena berarti selama jam 12, 1, atau 2, kebutuhan makanan di tubuh saya masih cukup.

Tentu ini disesuaikan dengan aktivitas kita, saat aktivitas saya memang sangat menguras tenaga, saya mungkin bisa makan 5-6 kali sehari, namun jika aktivitas saya tidak terlalu padat, saya biasa makan hanya tiga kali sehari. Makanlah yang benar, makanlah dengan insting, feed your body with real food.

Kalau memang jadwal lapar Anda memang sesuai dengan aturan biasanya, pagi, siang, dan malam. Maka silahkan ikuti aturan tersebut.

Yang terpenting adalah makanlah dengan cara Intuitive Eating, rasakanlah kebutuhan tubuh Anda, jangan terlalu bernafsu, be balance, sederhanalah, bacalah sinyal tubuh Anda dan jangan terlalu over memaksakan mengurangi atau melebihkan.

Jadi disini ada beberapa hal yang saya highlight, makan saat lapar, berhenti sebelum kenyang, makan real food atau makanan minim proses olahan yang bernutrisi, dan kenali insting tubuh serta keseimbangan asupan yang Anda konsumsi.

Belajarlah memahami prinsip-prinsip tentang rasa lapar, kenyang, serta perasaan diri akan makanan dan tubuh.
Percayalah Anda tidak akan menjadi gendut jika makan banyak asalkan apa yang Anda makan benar-benar real food. Jika setiap Anda lapar Anda mengonsumsi makanan yang padat kalori minim nutrisi selalu (over process food), seperti soto ayam, nasi goreng, gorengan, cake, maka dipastikan inilah yang memicu Anda gendut. Makanlah makanan kaya serat untuk membuat Anda kenyang, seperti sayur dan buah.

Disclaimer :

Aturan ini saya dapat dari membaca dari beberapa sumber terpercaya, akan beda aturannya ketika Anda memiliki kondisi tubuh yang berbeda atau sedang mengidap sebuah penyakit, seperti diabetes atau obesitas. Konsultasikan ke dokter untuk menyesuaikan dengan aturan tubuh Anda. Aturan yang ada di tulisan ini murni berdasarkan pengalaman pribadi dan membaca berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *