A Balanced Lifestyle by Lisa Namuri

HEALTH Personal

Untuk yang belum tau siapa Lisa Namuri, mungkin Anda bisa menonton terlebih dahulu video youtube yang sudah saya share di atas.

Lisa Namuri adalah seorang instruktur privat kebugaran yang khusus mendedikasi hidupnya untuk mengajarkan yoga dan pilates. Sedikit cerita tentang latar belakang Lisa, Lisa sebenarnya adalah lulusan Meteorologi ITB, namun ia lebih memilih untuk mengikuti passion yang dimilikinya dengan mendalami ilmu kebugaran, salah satunya melanjutkan pendidikan di Fitness Institute of Australia.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Lisa kembali ke tanah air, namun sayangnya tidak ada studio yang mau menerima Lisa karena alasan ia berhijab. Akhirnya ia mengubah strategi dan memperkuat link yang ia miliki, hingga sekarang ia menjadi seorang private instructor dengan bayaran yang tinggi.

Sebenarnya bukan itu yang ingin saya jelaskan secara detail disini.

Beberapa waktu lalu saya sedang dalam mood yang sangat tidak bagus, saya sedang di titik dimana saya butuh rehat atau travelling sejenak, namun sayangnya saya sedang menghadapi Ujian Akhir Semester di kampus yang tidak bisa saya tinggalkan, saat itu saya benar-benar stress berat, mungkin juga karena sudah lama saya tidak menghibur diri seperti travelling, setidaknya keluar dari Bandung dan kos saya. Saya di posisi dimana saya ingin travelling tapi terhambat dengan UAS, mau belajar UAS tapi otak tidak bisa diajak pikir dengan tenang, dan lain sebagainya.

Akhirnya, waktu itu saya mencoba mencari inspirasi saya kembali dengan menonton Youtube dan menemukan video Lisa Namuri ini.

Sehat itu, ketika kita nyaman dengan tubuh kita, menjalankan semua peran dengan baik, tanpa ada drama, tanpa keluh kesah, dan happy.

Statement lisa tersebut memang sangat mengena di hati saya.

We may take so much attention focusing on external things, like study, work, social, relationships, and so on, and then we pay very little attention to what is going on inside our heart and mind. On the other hand, you may find that you spend so much time to achieve things that you sometimes miss out on the experience of living.

Lisa meyakini bahwa gaya hidup sehat itu adalah ketika kita bisa lebih memperhatikan kebutuhan tubuh, bukan hanya kebutuhan fisik dengan asupan makanan bernutrisi, namun juga mind and soul, ketika setiap orang seharusnya juga memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh pikiran dan jiwa, yaitu ketenangan.

Untuk itu, ia selalu menekankan bahwa hidup itu harus balance.

Kamu tidak harus makan raw food atau makanan bernutrisi lainnya setiap saat jika kamu belum terbiasa dengan itu. Silahkan nikmati apa yang kamu makan, namun tetap pilih racunmu sendiri, setelah itu upayakan dengan detoksifikasi, keluarkan kembali racun tersebut dari tubuh, itulah fungsi liver dan hati dalam tubuh kita. Memang jika melihat pengalaman pribadi, awal-awal menjalani hidup sehat, saya terlalu strict dengan apa yang saya makan, saya tidak mau makan soto karena mengandung lemak yang tinggi, saya tidak mau makan nasi goreng karena kalorinya tinggi, hingga sebulan setelahnya saya jenuh, dan malah berakhir saya mengonsumsi setiap makanan tanpa filter, karena saya sudah di titik bosan dengan apa yang saya makan, tidak ada variasi.

Dari video lisa ini, saya diingatkan kembali tentang konsep hidup yang seimbang dengan mengenal kebutuhan tubuh lebih baik. Silahkan konsumsi apa yang kita suka namun tetap seimbangkan dengan asupan sayuran buah-buahan dan makanan padat nutrisi setelahnya, silahkan bekerja untuk mencapai mimpi-mimpimu, namun tetap ingat ketika tubuh mulai menampakkan sinyal untuk rehat sejenak, maka beri hak tubuhmu untuk istirahat dan jeda sejenak dengan bermain game, explore nature, travelling dan lainnya, ketika kamu dilanda stress karena permasalahan hidupmu, tarik dirimu dari dunia luar, berdiam diri dengan meresapi dan memahami apa yang salah serta apa solusinya, berikan ketenangan dalam pikiranmu untuk menjernihkan pikiran.

Begitulah seharusnya kita memperlalukan tubuh kita, love your body, love your mind, love your soul. Jangan paksakan tubuh dan pikiranmu untuk bekerja terlalu banyak jika pada akhirnya ketika kamu sudah mencapai apa yang kamu inginkan malah kamu berakhir dengan tidak bahagia, karena kekuatan tubuhmu semakin menurun, pikiran sudah terlalu jenuh, emosi sudah tidak stabil, relasi sosial semakin menjauh, dan lebih parah ketika pada akhirnya kamu tau bahwa apa yang kamu kejar tidak lagi menimbulkan ketenangan dalam hati dan pikiran, itu bukan lagi wujud impian yang kamu inginkan sejak awal. Sekali lagi, be balance.

Nikmati hidup, nikmati prosesnya, bekerjalah untuk mengejar kebahagiaan, live with your passion, berhenti mengejar sesuatu karena alasan orang lain, bekerjalah karena kamu mau, bekerjalah karena kamu ingin, bekerjalah dengan hati. Sehingga kamu tau bagaimana menyikapi sinyal-sinyal yang diberikan tubuhmu dengan lebih baik.

Saya memang masih di titik jenuh dengan aktivitas saya sekarang, namun setidaknya pikiran dan perasaan saya sudah lebih tenang, dan saya sudah bisa belajar lagi untuk mempersiapkan ujian saya, memang tidak seefektif biasanya, saya memang lebih banyak jeda dibandingkan sebelumnya, saat buku yang saya baca tidak bisa dicerna lagi oleh otak, saya memutuskan untuk jeda sejenak, istirahat, mendengar lagu, membaca buku inspiratif, dan lain lain. Saya belajar untuk tidak memaksakan, karena toh sesungguhnya saya juga sedang dalam proses berbenah niat, bahwa saya kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai UAS yang tinggi, namun untuk mengejar ilmu yang diajarkan, bullshit memang, tapi saya sedang berusaha berubah, dengan begitu, pikiran saya bisa lebih tenang, dan ilmu pun bisa lebih saya serap pemahaman dan aplikasinya, tidak hanya teoretikal saja. Setelah ujian ini selesai, saya sudah ada planning untuk mengunjungi kerabat saya di luar kota, bermain dengan keponakan, berkumpul dengan keluarga, melupakan pekerjaan dan kuliah saya sejenak. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *