Financial Habit : Hidup Sederhana

Product Reviews

Tadi sore, saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan di kampus saya mengenai kecerdasan finansial dengan hashtag #IndonesiaCerdasFinansial.

Ada beberapa hal penting yang saya ambil pelajaran dari narasumber yang mengisi seminar tersebut, salah satu narasumber favorit saya adalah Bapak Eko P. Pratomo selaku praktisi finansial terkenal dan juga Bapak Subiakto Soekarno yang merupakan dosen SBM ITB.

Saat itu, di akhir seminar, ada seseorang yang bertanya kepada narasumber mengenai financial habit apa sajakah yang mereka praktekkan di awal memulai belajar finansial dulu yang bisa mengubah kehidupan mereka saat ini.

Saat itu Bapak Subiakto menjawab hidup sederhana, beliau mengatakan ketika kita mampu mengontrol antara kebutuhan dan keinginan, maka semua tujuan keuangan kita akan tercapai insya Allah. Bisa jadi tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda, ada yang ingin ibadah haji, membeli rumah, membeli mobil, dan lain sebagainya. Tapi intinya adalah berusahalah mengendalikan diri. Tidak mudah memang, namun kita harus melatihnya jika ingin mencapai kesejahteraan.

Lalu Bapak Eko menimpali bahwa untuk menjadi sejahtera tidak harus kaya, dan orang yang berkemampuan menengah ke atas atau ke bawah pun bisa menjadi sejahtera. Banyak yang kaya, namun tidak bisa mengelola uang dengan baik malah terlibat hutang, sebaliknya, ada orang yang pendapatannya biasa-biasa saja, tapi beberapa tahun kedepan kita bisa melihat mereka bisa naik haji, tidak pernah terlibat hutang, anak mereka bisa sekolah di sekolah terbaik, atau bisa membeli rumah tanpa kredit.

Pengendalian diri disini memang diutamakan, jangan sampai besar pasak daripada tiang, jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, jangan memaksa mengikuti lifestyle jika memang kita tidak mampu. Berpikirlah bahwa hidup bukan cuma untuk hari ini saja, akan ada hari esok, sudah pasti akan ada masalah di kemudian hari yang harus kita persiapkan di masa sekarang.

Biasanya ketika saya ingin membeli sesuatu, saya akan melakukan hal ini.

Saya pegang atau lihat barang yang ingin saya beli, saya tanyakan pada hati saya, saya memang butuh ini atau cuma ingin saja? Jangan membohongi diri, ikuti saja kata hati. Kalau kita benar-benar niat ingin berubah, maka dengan terus berlatih dan mengubah cara berpikir kita tentang tujuan kebahagiaan yang ingin kita cari, maka kita tentu tau bahwa berlaku konsumtif hanya akan memberi kebahagiaan sementara bagi kita semua. Akan lebih baik, kita membuat tujuan keuangan kita sekarang untuk beberapa waktu kedepan, sehingga termotivasi untuk mendisiplinkan diri untuk bijak menggunakan uang.

Saya ingin naik haji 10 tahun lagi.

Saya ingin memiliki rumah pribadi tanpa cicilan 15 tahun lagi.

dsb.

Saat kita mulai goyah, pikirkan lagi tujuan keuangan kita.

“Tahun depan aku harus beli laptop baru, aku belum boleh beli ini”, sembari Anda menaruh kembali barang tersebut di toko atau menutup webstore yang Anda sedang buka dan berbahagialah karena Anda sudah melewati satu ujian pendisiplinan diri.

Itu saja ilmu yang saya sharing dari seminar yang saya ikuti tadi sore. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya. ๐Ÿ™‚

2 thoughts on “Financial Habit : Hidup Sederhana”

  1. Tulisannya menginspirasi, yupps.. Khususnya dalam mendahulukan kebutuhan di atas keinginan. Jangan sampai gara-gara keinginan buat segala kebutuhan kita tak terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.