kopi dan laptop

How I Change My Life for Better Health

HEALTH

Di beberapa post sebelumnya, saya sempat membahas beberapa alasan saya ketika akhirnya memberanikan diri untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. “Memberanikan”, kesannya seperti sangat menakutkan ketika saya memilih kata-kata tersebut. Tapi itulah yang saya percayai dulu, menurut saya mengubah gaya hidup lebih sehat membutuhkan biaya yang mahal, ribet, monoton, dan tidak bisa menikmati makanan yang dikonsumsi seperti biasanya.

Lantas bagaimana sekarang? Apakah saya sudah 100% berhasil menjalaninya? Sejujurnya, ada beberapa keterbatasan yang saya miliki sehingga menyebabkan saya sedikit sulit untuk menjalani gaya hidup sehat secara menyeluruh. Saat ini, saya sedang dalam fase proses untuk mengubah pola hidup saya secara perlahan, karena sesungguhnya tidak mudah untuk saya bertransformasi secara gila-gilaan di saat saya masih minim ilmu, minim finansial, dan lainnya. Namun, dibalik hambatan-hambatan yang saya miliki, saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk berkomitmen mengubah hidup saya menjadi lebih baik, dari segi kesehatan fisik, mental, kepribadian, relationship, dan lainnya. Karena ketika saya belajar untuk menikmati pola hidup saya yang baru, saya menjadi lebih positif dan merasa berguna untuk diri saya dan sekitar saya. Tidak hanya memberikan dampak baik bagi diri sendiri, namun sedikit banyak ada beberapa dari orang-orang di sekitar saya mengikuti jejak saya untuk hidup lebih baik.

Change Daily Meal

buku panduan hidup sehat

Saya pribadi bukan seseorang yang ahli dalam mengolah makanan, saya hanya seorang penikmat berbagai makanan, terutama makanan manis, seperti ice cream, cake, dan lainnya. Tentunya cukup sulit bagi saya untuk menghilangkan kegemaran saya tersebut. Maka dari itu, saya mencoba secara perlahan mengurangi intensitas  saya mengonsumsi makanan yang tinggi gula. Saya mulai mengolah makanan sendiri dan mencari alternatif resep yang simple, praktis, dan sehat melalui google, youtube, dan pinterest.

Dengan status saya sebagai mahasiswa rantauan, tentu saya harus mengandalkan diri saya sendiri untuk mengolah makanan, karena saya jarang menemukan tempat makan yang menyediakan makanan sehat di sekitar saya. Saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak jajan dengan membawa bekal hingga snack sendiri dari kos, sehingga minim kemungkinan saya membeli makanan dari luar. Untuk mengurangi kerepotan saya memasak makanan, biasanya saat hari minggu, saya akan menyusun meal plan, menu-menu apa saja yang akan saya konsumsi dalam satu minggu kedepan, dimulai dari sarapan, makan siang, makan malam, dan snack selingan. Saya akan menyusun bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat makanan tersebut, lalu saya akan belanja di pasar dan supermarket langganan saya. Setelah itu, saya akan melakukan meal preparation dimana saya memotong-motong ataupun mencincang bahan mentah sesuai kebutuhan, sehingga di hari-H saya hanya perlu memasaknya saja, tanpa perlu menyiapkan bahan mentah lagi. Saya sedikit dimudahkan dengan pola hidup seperti ini, saya tidak akan terlalu repot di hari-hari sibuk, karena saya sudah menyusun makanan apa saja yang akan saya makan dalam satu minggu tersebut.

Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memilih bahan makanan dan bumbu masakan yang organik. Saya biasanya belanja bahan makanan organik di Supermarket Setiabudi karena saya berdomisili di Bandung. Namun tetap saja saya masih cukup kesulitan menemukan bahan-bahan organik disana atau tempat manapun di Bandung, apalagi di pasar tradisional. Sulit sekali menemukan buah-buahan dan bumbu masakan organik di sekitar saya. Alhasil saya harus tetap mengonsumsi bahan-bahan makanan yang mengandung pestisida. Namun alternatifnya saya akan mencucinya dengan bersih sebelum mengolahnya.

Selain itu, satu hal yang sering orang-orang lupakan, saya berusaha untuk menaruh, menyimpan, dan mengolah makanan saya dengan menggunakan wadah atau wajan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Contohnya dengan menggunakan wadah plastik seperti BPA free. Karena makanan kualitas tinggi namun bila disimpan ataupun diolah dengan wadah yang mengandung kandungan kimia, tentu kualitasnya akan menurun bahkan membahayakan tubuh. Mungkin pengaruhnya tidak begitu terlihat pada makanan tersebut dan dampaknya tidak terasa secara langsung, namun saya pernah membaca bahwa kandungan zat kimia yang ada pada wadah plastik yang mengandung senyawa kimia berbahaya seperti BPA akan terlepas dan bercampur dengan bahan makanan secara langsung, pelepasannya akan semakin tinggi ketika suhu wadah meningkat/panas.

Skin and Body care

minyak kelapa untuk kecantikan

Tak hanya asupan dalam tubuh, perawatan kulit wajah dan tubuh pun saya memilih menggunakan produk organik dan natural. Saya berpatokan dengan aplikasi EWG’s Healthy living sebagai panduan saya dalam memilih produk-produk kecantikan, saya sudah pernah membahasnya di artikel di bawah ini.

Panduan Saya Memilih Produk Kecantikan yang Aman untuk Kesehatan, Natural & Organic Based-Product

Karena sulit untuk menemukan produk lokal yang organik, saya memilih membeli produk-produk luar negeri yang saya beli melalui online shop, saya biasanya membeli di benscrub, namaste-organic, dan toko online lain.

Salah satu usaha saya untuk merawat tubuh saya dan menghindari menggunakan produk-produk berbahaya adalah dengan menggunakan organic coconut oil sebagai pelembab kulit wajah dan tubuh saya. Saya enggan menggunakan produk-produk yang dijual di pasaran yang didominasi dengan berbagai bahan kimia berbahaya dalam kandungannya. Saya akan teliti dalam melihat ingredients setiap produk dan menghindari bahan-bahan tertentu, saya sudah pernah membahasnya dalam artikel ini dalam penggunaan produk shampoo. Saya juga beralih menggunakan pembalut yang terbuat dari cotton asli, bukan pembalut biasa yang kebanyakan terbuat dari kertas daur ulang, tentu sangat berbahaya bagi organ vital perempuan yang bisa saja menyebabkan kemandulan di kemudian hari.

Environment

pencuci pakaian bahan organik dan natural

Semenjak menjalani gaya hidup sehat, saya mulai memperhatikan kebersihan dan kerapihan sekitar saya, salah satunya kamar kos, saya mulai menata, merapikan, dan membersihkan kamar saya secara rutin. Karena kerapihan dan kebersihan kamar sangat mempengaruhi mood saya. Saya biasanya akan menjadi lebih produktif, bisa berpikir jernih, dan menghasilkan ide-ide ketika lingkungan saya jauh dari kata berantakan. Tentu ini sangat berkaitan dengan kesehatan mental bukan? Jauh dari stress dan bisa lebih positif serta bersemangat dalam menjalani aktivitas.

Selain itu, saya berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik untuk mengurangi sampah di lingkungan. Saya pernah membahasnya disini. Saya juga mulai beralih menggunakan produk-produk pembersih, seperti detergent, yang ramah lingkungan. Saya tidak tahu pasti alasan saya memilih untuk memakai produk-produk yang tidak merusak lingkungan, saya hanya berpikir, jika itu untuk sebuah kebaikan, kenapa harus berpikir dua kali. Lagian itu merupakan wujud rasa syukur saya kepada Tuhan dengan merawat lingkungan sekitar saya.

Mental and Emotional Health

Tentu saya juga pernah merasa malas, lelah, dan tidak bersemangat di saat-saat tertentu ketika harus memasak makanan sendiri, berolahraga, atau sekedar merapikan kamar saya, ditambah lagi sangat sedikit orang-orang sekitar saya yang peduli dengan kesehatan mereka, sehingga saya harus bertahan dengan cara saya sendiri. Maka dari itu solusinya adalah dengan mencari inspirasi-inspirasi dari berbagai konten media, seperti pinterest, youtube, atau membaca blog orang lain. Biasanya hal-hal positif yang saya dapatkan dari konten-konten tersebut mampu memotivasi saya kembali untuk konsisten menjadi lebih baik. Saya juga akan memaksakan diri untuk berjogging di pagi hari di lapangan sembari melihat semangat orang-orang untuk menjalani hidup sehat di tengah keterbatasan waktu yang mereka miliki. Berteman dan bergabung dengan orang-orang positif tentu akan menularkan hal positif juga kepada kita, asal kita mau untuk bangkit dan tidak menuruti rasa malas tersebut.

Namun dengan status saya yang masih mahasiswa yang hanya mengandalkan kiriman bulanan dari orang tua, tentu cukup sulit untuk 100% beralih menggunakan dan mengonsumsi produk-produk natural dan organik. Namun, di satu sisi, keuntungannya adalah saya mulai belajar budgeting dengan baik dimana saya berusaha membagi uang kiriman bulanan saya ke dalam beberapa kategori, seperti uang untuk belanja bahan makanan mingguan, skin care, transportasi, dan lain-lain. Sehingga saya bisa belajar disiplin secara bersamaan.

Saya percaya ketika kita memulai menjalani gaya hidup sehat dapat berimbas kepada banyak hal, banyak hal positif yang semakin berkembang dari hari ke hari, tidak hanya dalam kesehatan tubuh, saya bisa menjadi lebih positif dan produktif sehingga saya bisa memaksimalkan diri menjalani aktivitas saya sehari-hari, kuliah, dan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.