tanaman dalam pot minimalis

How I De-Stress and Reduce Anxiety

HEALTH Personal

Hidup di kota besar dengan segudang aktivitas memang sangat rentan dengan stress, begitupun saya, mood yang sering berubah, lingkungan yang tidak suportif, pekerjaan yang menumpuk, menjalani kegiatan yang tidak kita sukai, atau malah terkadang mood buruk itu datang tanpa sebab tertentu atau mungkin kita yang tidak mengetahui penyebabnya apa.

Kalau sudah begini, kerjaan tentu tidak ke-handle dengan benar, karena badan rasanya lemes, mood buruk, dan otak terlalu penuh.

Satu hal yang akan saya lakukan saat dihadapkan pada kondisi ini adalah menarik diri dari aktivitas atau rutinitas saya dan melakukan berbagai hal yang bisa membangkitkan mood saya kembali.

Hal pertama yang saya lakukan saat mood saya buruk adalah menonton video-video youtube atau sekedar membuka akun-akun instagram yang inspiratif untuk membangkitkan rasa positif dalam perasaan dan pikiran saya.

Namun, sayangnya ini jarang mempan, membuka akun sosial media terkadang tidak menjawab rasa gundah saya karena banyak distraksi lain yang mungkin tidak sengaja datang, salah satunya saat melihat akun-akun atau video-video lain yang malah membuat mood semakin buruk, karena tak jarang saat pikiran sedang kalut, pikiran mulai tidak stabil, malah muncul rasa ingin membandingi diri dengan orang lain.

Hal lain yang saya lakukan adalah melihat foto-foto inspiratif di pinterest atau website seperti unsplash.com. Saya biasa mengetikkan keyword workplace, body goals, minimalist, plants untuk membangkitkan mood saya, karena kadang ketika melihat hal yang kreatif, keteraturan, kerapian akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan minim distraksi. Biasanya setelah saya melihat foto-foto tersebut, saya bangkit dari tempat tidur saya dan mulai beres-beres kamar dan mood saya pun menjadi lebih baik.

Ketika badan rasanya sudah lepek atau berkeringat sehabis bersih-bersih kamar, setelah itu saya akan memanjakan diri dengan mandi, karena memang saya tinggal di kos yang tidak memiliki fasilitas mewah untuk sekedar pampering, maka saya memanfaatkan keterbatasan untuk sekedar merelaxkan tubuh, seperti memakai scrub tubuh yang wewangiannya bisa membangkitkan mood, menscrub wajah, atau melakukan perawatan tubuh dengan menggunakan skin care yang jarang bisa saya lakukan di hari-hari biasanya, mencuci rambut, memakai conditioner dan hair mask dan mendiamkannya selama beberapa menit yang hampir tidak pernah bisa saya nikmati di hari biasanya karena keterbatasan waktu, memakai scrub tubuh, scrub wajah, menggosok gigi dengan cara yang benar, tidak asal-asalan. Lalu setelah mandi, saya akan memakai body lotion favorit saya sampai seluruh badan, benar-benar meresapi setiap tahap moisturizer tersebut saya aplikasikan di seluruh tubuh,  lalu saya akan memakai skin care wajah dengan komplit mulai dari toner, moisturizer hingga maskeran, dan meyakini bahwa apa yang saya pakai akan membuat kulit saya menjadi lebih sehat dan baik untuk kulit saya.

Biasanya mood saya jauh lebih baik setelah melakukan ini, jika memang mood saya masih tidak membaik walaupun mendengar lagu kesukaan. Pada titik ini, saya akan menutup, mematikan, dan menjauhkan diri saya dari berbagai gadget, seperti laptop, handphone, dan lain-lain. Yang saya sadari belakangan ini, radiasi dari gadget tersebut malah yang membuat tubuh menjadi semakin lelah, mata capek, dan lain-lain, mendengar lagu sembari tiduran tidak lagi membuat tubuh saya menjadi relax, karena jauh dari hari sebelumnya saya sudah dipenuhi dengan rutinitas yang menuntut saya harus memegang laptop atau menggunakan handphone setiap saat. Maka saya memberikan ketenangan pada diri saya dengan menjauhi teknologi untuk sementara.

Pada tahap tersebut, saya akan memaksakan diri saya untuk membuat segelas smoothie atau makanan sehat lainnya atau jika saya tidak sanggup saya kan menggojek piliham makanan sehat yang ada disekitar saya. Saya bilang “memaksakan” karena bisa Anda bayangkan sendiri, saat mood jelek, tentu Anda tidak akan berpikir untuk menjalani hidup sehat lagi, kita akan dengan mudahnya membeli makan di luar yang jauh dari kata sehat, seperti coklat dan ice cream. Namun saya mengusahakan diri terlebih dahulu untuk memakan makanan sehat, biasanya perasaan menjadi lebih baik saat saya merasa menang karena pada akhirnya bisa mengalahkan nafsu saya untuk craving bad food dan menyadari bahwa apa yang saya makan merupakan sesuatu yang baik untuk tubuh.

Setelah itu, saya akan mengambil buku-buku favorit saya (bukan ebook), membacanya, memahami, mendalami, dan membayangkan setiap kata yang tertulis dalam khayalan saya, membayangkan bagaimana rasanya saya di posisi itu. Buku tersebut bisa berupa novel-novel padat makna, buku kesehatan ringan, dan buku inspiratif lainnya. Sampai saat ini, biasanya hampir bisa dipastikan mood saya menjadi jauh lebih baik.

Untuk melengkapinya, saya biasanya memaksakan diri saya untuk keluar dari kamar, pergi bersama teman atau kalau memang saya sedang mood ingin sendiri, maka saya akan berkelana ke tempat-tempat tertentu sendirian, mengamati, melihat sekitar, bertemu dengan orang-orang, dan melihat rutinitas orang lain. Terkadang ini bisa membuat saya lebih bersyukur, bahwa kejenuhan yang saya rasakan jauh lebih baik dibandingkan orang lain yang mungkin tidak pernah terlintas untuk berpikir memanjakan diri mereka karena harus mencari nafkah untuk sesuap nasi.

Hari itu, saya tutup dengan rasa syukur, mengkhusyukkan solat, dan beristighfar serta mengucapkan hamdalah karena telah diberikan ketenangan hati dan pikiran setelah melewati hari-hari yang melelahkan. Terakhir, yang sangat membantu saya dalam meredakan tekanan dalam pikiran saya adalah dengan tidak berekspektasi, tidak membayang-bayangkan akan seperti apa nantinya saya di kemudian hari, namun berusaha terus untuk memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan, menyerahkan sisanya kepada Allah, dan tetap memberikan hak tubuh untuk tenang saat tubuh sudah mengeluarkan sinyal warning yang berarti tubuh butuh istirahat.

Selamat beraktivitas 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.