kopi

How I Keep Myself Motivated When I’m Not Feeling It

Personal

Apa yang akan kamu lakukan ketika tiba-tiba kamu merasa tidak bersemangat mengerjakan berbagai tugas, seperti tugas kuliah, tugas kantor, membersihkan rumah, atau bahkan untuk sekedar bangun dari tempat tidur di pagi hari?

Entah itu sama atau tidak, saya pribadi lebih sering membiarkannya dan melupakan berbagai tugas-tugas tersebut dan bergelut di atas kasur saya.

Manusia tetaplah manusia yang memiliki sifat tidak bisa diprediksi, tiba-tiba kita bisa sangat bersemangat tapi bisa saja menit berikutnya kita akan merasa down lagi karena satu dan lain hal, tentu banyak hal yang tidak bisa kita sangka datang tiba-tiba yang dapat merubah mood kita.

Saya sering seperti ini, saya salah satu tipe orang yang suka labil dan cenderung mudah sekali berubah mood.

Saya sempat berpikir, apakah cuma saya yang bisa sangat semangat ingin mengerjakan sesuatu lalu tiba-tiba bisa down dengan mudah hanya karena pulpen kesayangan saya hilang, buku saya berantakan, atau berbagai hal sederhana lainnya.

Saya berusaha sekali untuk menjaga semangat saya selama ini, karena kalau tidak saya bisa semakin stress karena tugas kuliah saya sudah dekat deadline tapi belum dikerjakan, blog saya terbengkalai, dan bisnis saya stagnan.

Hal-hal inilah yang saya lakukan ketika saya sedang down.

Find Some Inspirational Contents

Saya mencoba untuk membaca buku-buku inspiratif atau sekedar browsing di google tentang berbagai hal yang menarik minat saya hingga saya menemukan inspirasi baru, saya bisa melakukannya di atas tempat tidur saat saya merasa tidak bersemangat untuk menjalani hari. Saya pribadi lebih sering mencari berbagai inspirasi melalui pinterest, blog orang, atau menonton video-video youtube yang menarik minat saya, seperti topik tentang healthy lifestyle, inspirational, dan self development, karena ketika kita melihat orang lain yang penuh energi positif terkadang akan menular pula kepada kita, karena kita ingin sama produktifnya seperti mereka.

Be Grateful

sunday-feelingSaya sering merasa bersalah ketika saya cuma leyeh-leyeh di atas kasur atau scrolling sosial media sampai lupa waktu, tapi tetap saja rasa malas itu terkadang melebihi tekad bulat saya untuk memulai sesuatu. Kalau sudah seperti ini, biasanya saya akan menyeduh secangkir teh, duduk di atas karpet bulu favorit saya, mengambil buku dengan topik kesukaan saya yang mengalirkan aura positif pada diri saya. Saya gak bohong, cara seperti ini sangat ampuh untuk mendongkrang semangat saya kembali. Kalau saya sedang down, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah bangkit dari kasur dan segera membuat secangkir teh hangat dalam cangkir favorit saya. Saya mencoba untuk menerapkan konsep mindful terhadap diri saya, menenangkan diri, mentralkan diri dari berbagai perasaan dan pikiran yang sedang mengerogoti diri saya dan mencoba membangkitkan aura positif kembali dari diri saya dari tulisan yang saya baca, kehangatan dari tegukan teh, dan ketenangan sekitar saya. Dengan begitu, saya semakin bersyukur dengan apapun yang saya punya selama ini, termasuk waktu yang saya miliki saat ini.

Clean Your Space

Saya percaya bahwa lingkungan dan sekitar kita sangat mempengaruhi aura dari dalam diri kita sendiri. Kalau kamar saya berantakan bahkan kalau tas saya sendiri berantakan, rasanya saya semakin malas untuk beraktivitas. Saya seringkali harus berbenah terlebih dahulu sebelum memulai sesuatu. Ketika saya ingin belajar di kamar, saya akan memulainya dengan cara merapikan benda-benda yang berserakan di atas meja, merapikan laci meja, mengisi air di dalam tumbler dan menaruhnya di samping laptop saya untuk saya minum saat sedang belajar, dan barulah saat itu saya akan tenang beraktivitas tanpa distraksi karena debu yang menempel di atas meja atau kertas-kertas yang berserakan disana-sini.

Take a Break

Saya pribadi bukan tipikal orang yang mempunyai batas waktu tertentu untuk belajar atau melakukan sesuatu, terkadang beberapa orang memiliki rules tertentu untuk mendisiplinkan diri mereka, seperti mengatur waktu dengan cara 50 menit pertama digunakan untuk fokus kepada pekerjaan, dan 10 menit berikutnya digunakan untuk beristirahat.

Saya bukan tipikal yang sepeti itu.

Saya hanya coba memahami tubuh saya, kalau tubuh saya masih sanggup untuk bekerja bahkan hingga dua jam kedepan, saya akan tetap lanjut, tapi kalau tubuh saya sudah mengeluarkan sinyal warning seperti sulit berkonsentrasi, lapar, jenuh, pusing, kaku, atau penat, saya akan jeda, dan melakukan aktivitas lain sampai tubuh saya optimal kembali. Kalau sudah seperti ini memang saya harus mengenali diri saya sebaik mungkin, harus tau mana sinyal malas dan mana sinyal lelah.

Saya butuh jujur dengan diri sendiri, itu yang selalu saya praktekkan, tidak menzalimi tubuh saya dan juga tidak menzalimi waktu dan kesempatan yang sedang saya miliki.

Itulah cara saya untuk mengendalikan diri saat mood saya cenderung turun. Saya selalu mensugesti pikiran saya dengan cara mempercayai bahwa saat kita mulai mendalami sebuah aktivitas yang sedang kita lakukan, kita akan mulai terbiasa dan menikmati pekerjaan tersebut hingga akhirnya kita pun merasa bahagia karena berbagai tugas sudah terselesaikan dan berhasil untuk melawan rasa malas kita.

Saya selalu bahagia ketika bisa tidur nyenyak saat berbagai to-do list atau hari yang saya lalui berjalan dengan sangat baik.

Jadi lakukanlah sekarang, paksakan, jangan tunggu nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.