marie_kondo_the_life_changing_methode_of_tidy_up

Seni Berbenah : The Life-Changing Magic of Tidying Up oleh Marie Kondo

Books to Read Journal

Ini adalah tulisan pertama yang saya buat pada kategori “Books to Read”. Semoga sedikit banyak pembaca blog saya bisa ikut tertular inspirasi dari buku-buku yang telah saya baca atau rampungkan yang menurut saya patut untuk dibaca oleh orang lain juga.

Buku pertama ini berjudul the life changing magic of tidying up karya Marie Kondo. Marie kondo sendiri adalah pakar “berbenah” yang berasal dari Jepang yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu kliennya membenahi rumahnya yang secara tidak langsung juga dapat membenahi hidup mereka.

Konsumerisme memang sudah menjadi “penyakit” bagi sebagian orang di dunia ini. Banyak orang membeli apa yang tidak betul-betul mereka butuhkan, bahkan mereka membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan sekalipun.

Saya pribadi sangat tertarik membaca buku ini ketika rupanya salah satu teman saya mempunyai buku ini dan tergeletak di atas meja di kamarnya ketika saya berkunjung ke rumahnya bulan lalu.

Lantas, saat ia mengatakan bahwa ia membelinya di Gramedia, sore itu juga saya memutuskan ke gramed untuk membeli buku ini.

Bahkan buku ini sudah saya baca dua kali dalam rentang waktu satu bulan sangking saya ingin sekali mendalami dan memahami apa yang Marie Kondo tuliskan sehingga bisa saya praktekkan sesegera mungkin.

Titik baliknya adalah ketika saya merasa ada sesuatu yang harus saya benahi dalam hidup saya saat ini. Dulunya memang saya sudah menganut gaya hidup minimalis, saya juga sudah menulis beberapa postingan tentang topik ini sebelumnya di blog saya.

Minimalist Youtubers that Inspire Me

Menuju Gaya Hidup Minimalist

isi buku marie kondo

 

Dengan membaca buku ini, saya semakin mantap menganut gaya hidup minimal kedepannya karena saya sudah mulai merasakan langsung efek dari meminimalkan hidup yang saya jalani, mindful living.

Dengan berbenah, saya merasakan bahwa cara berpikir dan pendekatan saya terhadap hidup itu semakin berubah, dalam artian saya semakin memahami hidup dari kaca mata yang jauh lebih jelas.

Marie kondo membagi kegiatan berbenah menjadi dua bagian, memutuskan untuk membuang suatu barang atau tidak, kemudian memutuskan hendak menyimpannya dimana.

Kita tidak cukup dengan hanya menyimpan keseluruhan barang dengan rapi di dalam lemari agar tidak kelihatan oleh mata kepala kita sendiri. Menyimpan barang di tempat yang tidak kelihatan memunculkan ilusi solah-olah situasi yang amburadul sudah diatasi. Ini salah besar, sampai kapan kita akan menumpuk barang? Sampai tidak ada space lagi untuk menyimpan barang di rumah?

Maka dari itu, membuang barang yang tidak perlu itu penting, itu kata Marie Kondo. Namun, saya pribadi tidak langsung membuang semua barang yang saya pikir tidak saya inginkan lagi, kalau saya kira masih layak, saya akan menyumbangkannya ke panti asuhan atau kegiatan amal.

Kita harus menentukan terlebih dahulu barang apa saja yang sungguh kita inginkan dan perlu disimpan. Lantas mengeliminasi atau membuang atau mendonasikan (jika memang masih layak) barang yang tidak membangkitkan kebahagiaan bagi kita lagi.

Dengan berbenah, saya tidak hanya membenahi barang-barang yang saya miliki, namun juga sekaligus membenahi urusan dan masa lalu saya sendiri. Saya bisa melihat dengan jernih apa saja yang saya butuhkan atau tidak butuhkan dalam hidup, juga apa saja yang harus dan tidak perlu saya lakukan selanjutnya.

isi buku marie kondo 2

Sekarang, di sekeliling saya hanya ada benda-benda yang saya sukai saja.

Kebiasaan berbenah atau mengurus rumah supaya layak huni dan nyaman cenderung diremehkan oleh banyak orang. Alhasil rumah kita terus kepenuhan dengan barang yang tidak perlu dan semakin menurunkan daya tarik rumah kita.

Marie Kondo menawarkan solusi berbenah secara menyeluruh dalam rentang waktu dekat sekaligus, bukan sedikit-sedikit atau menyicil per hari, tapi sediakan waktu dalam jangka waktu tertentu untuk berbenah satu rumah sekaligus. Karena pekerjaan beres-beres terkesan tidak ada habis-habisnya justru karena kita hanya berbenah sedikit-sedikit.

Kenapa berbenah sedikit-sedikit salah? karena ketika situasi kembali amburadul sekalipun kita rajin berbenah sedikit-sedikit, yang salah bukan kamar atau barang kita, melainkan cara berpikir kita. Kalaupun mula-mula kita punya motivasi tinggi, sulit untuk menggenjot semangat kembali atau terus temurus ketika kita dalam kondisi down dan alhasil ketekunan kita akhirnya mengendur. Penyebabnya adalah karena hasil kerja keras kita tidak langsung kelihatan hasilnya.

Permasalahan lainnya adalah karena membuang satu barang per hari tidak mengompensasi sekian banyak barang baru yang kita beli, kadang-kadang kita membeli beberapa barang sekaligus dan lantas kecewa karena kamar kita tetap saja berantakan.

Penting bahwa hasil kerja keras kita langsung kelihatan, maka dari itu berbenahlah dalam satu waktu.

Memulai berbenah berarti membuka lembaran baru, konon kamar yang berantakan adalah cermin dari pikiran yang berantakan.

Walau bagaimana pun saya sangat merekomendasikan Anda untuk membaca buku ini langsung, karena tidak mungkin saya jabarkan secara jelas dalam satu postingan ini.

Pasti ada beberapa barang yang sangat sulit kita enyahkan, contohnya barang-barang sentimental seperti kado dari teman atau pasangan.

Atau kasus lain bagaimana jika anggota keluarga kita tidak satu pemikiran dengan kita dalam hal beres-beres ini?

Gaya penulisan Marie Kondo di buku ini benar-benar bisa mengajak kita untuk menerima bahwa barang-barang tertentu harus segera disingkirkan dari hidup kita. Maka dari itu, untuk mendapatkan semangat dari Marie Kondo ini, Anda patut membacanya secara langsung.

Saya pribadi sudah menyingkirkan 3 kardus berukuran sedang yang berisi barang-barang yang tidak membangkitkan kebahagiaan saya lagi. Nyatanya barang-barang saya memang tidak banyak, karena dari dulu saya sudah mulai menganut gaya hidup minimalis.

Sekarang saya hanya dikelilingi oleh barang-barang yang betul-betul saya butuhkan dan sukai, lingkungan kamar saya menjadi lebih rapi dan bersih. Menata barang bukan lagi kegiatan yang merepotkan.

Saya setuju dengan penuturan Marie Kondo bahwa tujuan berbenah itu adalah agar kita bisa hidup senatural dan sewajar mungkin. Jangan sampai kita terus mengakumulasi barang-barang yang tidak kita perlukan dan butuhkan atau bahkan tidak kita sukai, kita hanya perlu mengapresiasi dan mensyukuri sedikit barang-barang yang kita butuhkan dan membangkitkan kebahagiaan bagi kita sendiri saja. Cukup itu. Hidup sederhana jauh sangat berarti dan menenagkan. Kelebihan uang yang kita miliki bisa kita manfaatkan ke berbagai hal lain yang positif. Sifat konsumtif dan terlalu berhasrat kepada duniawi harus segera kita sembuhkan.

Sekarang, ketika saya ingin membeli sesuatu, saya akan benar-benar menanyakan pada diri saya, Apa barang ini saya butuhkan dan benar-benar saya sukai atau tidak, hasrat saya untuk membeli barang jauh mulai berkurang.

Anda bisa cek instagram Marie Kondo untuk melihat hasil metode yang ia terapkan langsung ke kliennya. Ia kadang memposting foto-foto before dan after setelah berbenah.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat ya. Terima kasih sudah membaca. 🙂

2 thoughts on “Seni Berbenah : The Life-Changing Magic of Tidying Up oleh Marie Kondo”

    1. Kalau menurut marie kondo.. beres-beres menyeluruh cukup sekali saja.. lalu yg rutin mungkin cuma beres2 kecil.. seperti menaruh barang pada tempatnya..tapi ini pun kalau emang ngikutin metode marie kondo.. kita gak perlu lagi meletakkan barang pada tempatnya.. karna sudah menjadi habits 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *